Tempat Wisata di Korea Selatan (Part II)

2 Komentar

Annyeong lagi~ Kemarin saya tidak sempat melanjutkan. jadi mianhae hehe 😀 oke kali ini kita lanjutkan pembahasan tentang tempat wisata yang menarik di Korea Selatan dan patut anda Kunnjungi. Remember! Share, or copas cantumkan credit !

– Hwawangsan

Hwawangsan atau Gunung Hwawang adalah gunung yang memiliki ketinggian 2.600 meter dan populer sebagai objek wisata sepanjang tahun dikarenakan keindahannya.. Pada pada musim semi Hwawangsan dipenuhi oleh bunga azalea yang berwarna ungu. Sementara pada pada musim panas, dari celah-celah bebatuannya mengalir mata air. Pada musim gugur, dedaunan di gunung ini menjadi berwarna dan padang rumputnya menjadi kuning keemasan serta dipenuhi bunga eulalia. Di gunung ini setiap tahun diselenggarakan festival kembang api.

Di Hwawangsan terdapat Benteng Hwawangsan yang dibangun oleh Jenderal Gwak Jae-u pada masa Dinasti Joseon sebagai perlindungan pada masa Invasi Jepang ke Korea pada tahun 1592. Sepertinya tempat ini menarik untuk di kunjungi. Jika saya bisa, saya akan berkunjung pada musim semi.^^ Untuk melihat keindahan bunga azalea tersebut ^^

inilah gambar yang saya suguhkan untuk anda. pemandangan gunung hwawang^^

indah bukan? Nah, yang ini adalah pemandangan gunung hwawang saat musim semi tiba

– Desa Yeongsan

Di kaki gunung Hwawang terdapat desa Yeongsan yang dikenal sebagai desa pertama di Korea yang memulai Pergerakan satu maret menentang Penjajahan Jepang pada tahun 1919. Masyarakat desa Yeongsan menyelenggarakan permainan Yeongsan Seomeorigi yang merupakan Warisan budaya Nonbendawi Korea Selatan No.25. Permainan ini dilakukan dengan kompetisi dua kelompok yang terdiri dari beberapa orang yang memanggul ranting-ranting pohon pinus yang dibuat membentuk seekor sapi. Kedua kelompok ini diwakili oleh seorang jenderal, letnan jenderal dan mayor jenderal yang menduduki miniatur sapi itu dan berperang dengan kelompok lain.Kelompok yang jatuh dianggap kalah. Jenis permainan tradisional lainnya yang terkenal adalah Yeongsan Juldarigi, yang merupakan warisan budaya nomor 26.

– Mata Air Panas Bugok

Mata air panas Bugok adalah sumber air panas yang dikenal sebagai tempat berendam. Mata air Bugok dikenal berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit karena kaya akan kandungan mineral dan Sulfur.

Setelah membahas tempat tempat wisata yang terletak di daerah Changnyeong, mari kita lanjutkan dengan membahas tempat wisata berikutnya.

– Gunung Bukhan

Bukhansan, atau Gunung Bukhan, adalah sebuah gunung yang terletak di sebelah utara kota Seoul, Korea Selatan. Beberapa bagian penting kota Seoul dibatasi oleh Bukhansan, yang merupakan sebuah tempat yang mudah dilihat dari sebagian wilayah di kota ini.

Gunung ini tingginya 836.5 meter di atas permukaan laut. Nama Bukhansan berarti “Gunung Han Utara,” merujuk pada letaknya yang berada di sebelah utara Sungai Han. Gunung ini juga merupakan tanda batas utara wilayah Seoul di zaman Joseon.

Bukhansan, serta Taman Nasional Bukhansan yang merupakan bagiannya, merupakan daya tarik terkenal wisatawan di daerah Seoul. Gunung ini terkenal sebagai salah satu tujuan yang disukai untuk melihat burung atau untuk melakukan hiking di Wilayah metropolitan Seoul. Sepertinya daerah ini sangat cocok bagi anda anda sekalian yang memiliki Hobby untuk Hiking ke gunung gunung yang berada di luar indonesia. Anda bisa mencobanya^^ Saat ini di Korea Selatan sudah ada upaya untuk mengembalikan nama Bukhansan. Selama bertahun-tahun lamanya hingga sekarang, ketiga puncak gunung yang berada di taman ini dinamai “Bukhansan”; padahal, nama asli ketiga puncak tersebut secara keseluruhan adalah Samkaksan, yang berarti “tiga gunung bertanduk” (“gunung tiga tanduk”). Kepala Kantor Distrik Gangbuk-gu di Seoul sudah memimpin petisi ke pemerintah pusat untuk mengganti nama gunung ini sesuai nama aslinya.

inilah gambar untuk Gunung Bukhan / Bukhansan

waw sangat tinggi. bagaimana jika anda melihat gunung ini lebih dekat lagi?

Puas dengan gunung bukhan? Mari kita lanjutkan pada Gunung Seongju

https://eunheeverlasting.wordpress.com/

– Gunung Seongju

Seongjusan (성주산) atau Gunung Seongju adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Boryeong, propinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan. Gunung Seongju merupakan puncak dari rangkaian pegunungan Geumbukjeongmaek, selain puncak Oseosan (791 m). Gunung Seongju memiliki tinggi 680 meter dan merupakan objek wisata populer di Musim Gugur. Kawasan Gunung Seongju dibagi oleh lembah Hwajanggol dan Simwondong yang populer dikunjungi sebagai objek wisata berkemah.Di Gunung Seongju terdapat banyak jalur pendakian yang digunakan oleh para wisatawan untuk menikmati perubahan dedaunan musim gugur, yang biasanya mencapai puncaknya dari awal sampai pertengahan bulan November. Nama Seongju sebenarnya berasal dari nama kuil Buddha yang pernah berdiri di kaki Gunung Seongju. Kuil Seongju (Seongjusa) yang bermakna “kuil dimana banyak biksu suci berkumpul dan tinggal”, didirikan pada tahun 847 masa kerajaan Silla Bersatu, namun musnah terbakar pada peristiwa Perang Imjin pada tahun 1592-1598. Di situs Kuil Seongju terdapat beberapa Harta Nasional Korea Selatan seperti pagoda-pagoda batu bertingkat yang masih tersisa.

inilah gambar untuk gunung Seongju^^

Puas dengan Seongjusan ini? Mari lanjutkan pada topik pariwisata berikutnya

– Gwandong Palgyeong

Gwandong Palgyeong (Delapan Pemandangan Indah di Gwandong) adalah istilah yang diberikan untuk beberapa objek wisata di Pantai Timur semenanjung Korea

Sejak masa lampau, orang Korea berwisata ke tempat-tempat yang berpemandangan indah sambil membuat puisi, lagu, dan lukisan untuk mengekspresikan perasaan mereka terhadap kecantikan tempat-tempat itu. Ada banyak kawasan di Korea yang dijadikan sebagai “pemandangan indah” (gyeong), beberapa dikategorikan sebagai isipigyeong (“12 pemandangan”), sipgyeong (“10 pemandangan”), palgyeong (“8 pemandangan”), yukgyeong (“6 pemandangan”) dan samgyeong (“3 pemandangan”). Gwandong Palgyeong, memiliki 8 pemandangan yang harus anda lihat. diantaranya :

  • Cheongseokjeong di Tongcheon. Awalnya digunakan untuk menyebut pendopo yang didirikan dekat pantai, namun kini merujuk pula pada batu-batu tinggi berbentuk pilar yang berdiri tegak. Cheongseokjeong adalah lokasi pertama yang masuk ke kategori Gwandong Palgyeong.
  • Samilpo adalah sebuah danau di dekat Desa Onjeong, Goseong. Dikelilingi oleh perbukitan berbatu-batu di bagian utara dan selatan. Samil bermakna “Tiga Hari”, dinamakan berdasarkan kisah para hwarang pada masa kerajaan Silla yang sempat tinggal di tempat ini selama tiga hari karena terpikat akan pemandangannya.
  • Cheongganjeong di Ganseong adalah sebuah pendopo bertingkat dua yang terletak di sebuah bukit yang di sisinya mengalir Kali Cheonggyeongcheon  yang bermuara ke Laut Timur. Lokasinya 7 km sebelah utara Kota Sokcho. Sejak lama, wisatawan datang ke sini untuk mengagumi pemandangan pantai dan matahari terbit.
  • Uisangdae di Yangyang, pendopo dalam kawasan Kuil Naksan (Naksansa). Pemandangan yang tampak dari Pendopo Uisang adalah laut timur dengan pohon-pohon cemara. Dinamakan dari biksu silla bernama uisang yang konon bermeditasi berjam-jam menghadap laut di tempat ini.
  • Gyeongpodae, pendopo yang terletak di atas bukit di sebelah barat Gyeongpoho, sebuah danau tempat pertemuan air laut dan air tawar. Pendopo Gyeongpo terletak 6 km sebelah timur laut kota Gangneung. Sejak lama tempat ini dikunjungi untuk melihat pantai saat matahari terbit dan terbenam sekaligus bulan purnama.
  • Jukseoru di Samcheok adalah satu-satunya pendopo dalam kategori Gwandong Palgyeong yang menghadap ke arah sungai bernama Osipcheon, berbeda dari pendopo di lokasi lain yang menghadap laut. Didirikan pada tahun 1266, lokasinya berada di Seongnae-dong, Kota Samcheok. Namanya bermakna Pendopo di Sebelah Barat Hutan Bambu. Lokasi pendopo ini dikelilingi gunung di tiga sisi, yang terdekat adalah Gunung Bonghwang dan Gunung Galya, sementara di kejauhan ada Gunung Taebaek.
  • Mangyangjeong di Uljin adalah pendopo di sebuah bukit yang di sisinya mengalir Kali bulyeong (Bulyeongcheon) ke Laut Timur. Di bawah bukit terdapat pantai berpasir putih dengan pohon-pohon cemara.
  • Wolsongjeong di Pyeonghae. Pendopo ini sejak lama telah menarik banyak perhatian para pujangga yang mengagumi kecantikan pantai dan hutan cemara di sekitarnya. Bahkan, pemandangan di daerah ini telah dikagumi sejak zaman Silla. Terdapat sebuah cerita terkenal dimana keempat orang Hwarang pernah mengunjungi tempat ini. Wolsongjeong bermakna “Pendopo Cemara Wol” yang dinamakan berdasarkan legenda bahwa bibit cemara di sini berasal dari Negeri Yue (Wol).

Tempat Wisata Di Korea Selatan (Part I)

2 Komentar

Annyeonghaseyo^^ lagi seneng ngeblog nih 😀 pengen ngasih tips yang bermanfaat untuk anda semua. bagi para Kpoplovers yang masih berangan angan buat pergi kekorea.tempat tempat wisata yang harus anda kunjungi. Atau istilahnya wajib gitu. Jadi silakan dibaca dan semoga bermanfaat^^

 

 


– Tempat Pariwisata di Korea

 

1. Byeongsan Seowon

 

 

Byeongsan Seowon adalah Seowon yang terletak di Kampung Byeongsan, Kecamatan Pungcheon, Kabupaten Andong di Propinsi Gyeongsang utara, Korea Selatan. Arsitektur bangunannya merupakan situs bersejarah yang dilindungi nomor 206. Sejarahnya,

Awal mula seowon ini adalah sekolah biasa yang dibangun pada zaman Dinasti Georyeo saat Raja Gongnim (bertahta 1351-1344) mengungsi ke Andong karena peristiwa Pemberontakan Sorban merah. Saat itu Raja Gongmin menamakan sekolah itu Pungak Seodang dan ikut membantu menyumbangkan tanah dan buku-buku. Ia sangat terkesan akan semangat para murid seodang yang rajin belajar.

Selanjutnya, pada masa Dinasti Joseon, Pungak Seodang diganti namanya menjadi Pungak Seowon dan dipindahkan ke Kampung Byeongsan yang tenang pada tahun 1572 (tahun ke-5 masa pemerintahan Raja SeonJo) oleh Yoo Seong Ryeong (Seo-ae). Yoo yang berusia 31 tahun pada saat itu, mengubah nama Pungak Seowon menjadi Byeongsan Seowon. Setelah kematiannya, murid-murid seowon tersebut membuatkannya altar pada tahun 1614, tahun ke-6 masa pemerintahan Gwanghaegun dan menamakan kuil tempat altarnya Chondeoksa.Jesa untuk menghormati Yoo Seong-ryong secara rutin dilaksanakan pada musim semi dan gugur.

Byeongsan Seowon memiliki arsitektur yang menghadap tenggara ke arah Sungai nakdong dapat dicapai melalui jalan berliku ke arah Kampung HaHoe. Pada gerbang depan bangunan, terdapat bangunan Pendopo Mandae (Mandaeru). Ruangan Kelas dinamakan Ipgyodang dan di sebelah timurnya terdapat Dongjikje, asrama murid yang sejajar dengan bangunan perpustakaan. Di belakang Ipgyodang di sebelah timur pada tanah yang agak tinggi terdapat sebuah gerbang yang di dalamnya terdapat Chondeoksa, Kuil tempat altar. Di sebelah barat kuil terdapat bangunan gudang balok balok kayu, ruangan untuk persiapan jesa, dan bangunan pegawai di sebelah timur. Pendopo Mandae memiliki 7 buah kisi-kisi di bagian depan dan 2 di belakang yang dapat digunakan untuk mengawasi seluruh wilayah sekitar. Di dekat tembok bagian barat pendopo terdapat sebuah bale kambang yang melambangkan Gunung Bangjangseong, salah satu dari 3 gunung keramat dalam kepercayaan Taoisme. Sepasang batu yang berbentuk tiang didirikan di depan Cheondeoksa. Pada masa lalu, Api Unggun dinyalakan di batu-batu ini untuk menerangi jesa pada malam hari. (Source : Wikipedia) berminat untuk mengunjunginya?

2. Cheong Wa Dae (Rumah Dengan Genting Biru)

Cheong Wa Dae (terjemahan: Rumah dengan genting biru) atau sederhananya Rumah Biru atau terkenal dengan istilah Istana Blue House, adalah kantor kepresidenan Republik Korea Selatan. Namanya berasal dari genting atap bangunannya yang berwarna biru. Cheong Wa Dae termasuk dari bagian kompleks bangunan yang dibangun dengan bentuk rumah tradisional Korea namun dengan struktur modern.

Saat ini Cheong Wa Dae terbagi atas bangunan kantor utama, yakni tempat kediaman presiden, ruang tamu (Yeongbin-gwan 영빈관, 迎賓館), ruangan konferensi (Chunchugwan 춘추관, 春秋館), dan bangunan sekretariat. Luas dari keseluruhan kompleks adalah 76.685 pyeong (sekitar 250.000 meter persegi). Bandingkan dengan istana kepresidenan Indonesia? Mana yang lebih bagus? Anda dapat menjawabnya sendiri^^

3. Changnyeong

Changnyeong (창녕군) adalah sebuah Kabupaten yang terletak di propinsi Gyeongsang selatan, Korea Selatan. Kabupaten ini memiliki wilayah perlindungan alam liar yang masih alami dan situs-situs kuno bersejarah. Nakdong-gang, sungai terpanjang di Korea Selatan, mengaliri melewati wilayah ini sebelum bermuara ke Selat Korea. Berikut beberapa keindahan alam dan peninggalan sejarah yang terdapat dalam Kabupaten ini.

-Rawa Upo

Rawa Upo (우포늪) adalah sebuah rawa yang terletak di wilayah Kabupaten Changnyeong. Rawa ini merupakan bagian dari dataran basah dan rawa alami terluas di Korea yang berfungsi sebagai tempat pelestarian ekologi. Rawa Upo bersama daerah rawa lainnya di kawasan ini, seperti Mokpo, Sajipo, dan Jjokjibeol dinamakan dengan sistem Rawa Upo. Luas keseluruhan Rawa Upo mencapai 2 juta m².

-Peninggalan Sejarah

Daerah ini Kaya akan peninggalah sejarah antara lain :

  • Changnyeong Seokbinggo atau Rumah Es Changnyeong adalah jenis gudang di bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan batu es. Seokbinggo dibangun pada masa Dinasti Joseon (1392-1910) dan merupakan Harta Nasional Korea Selatan No.310.
  • Cheok-gyeongbi (monumen batu) adalah Prasasti yang didirikan oleh Raja Jinheung dari Silla. Monumen ini merupakan harta nasional nomor 33 dan terletak di taman Manokjeong, kota Changnyeong. Cheok-gyeongbi didirikan pada tahun 561 untuk memperingati penaklukkan Silla atas Kerajaan Bihwa Gaya.
  • Changnyeong cheok-hwabi adalah salah satu monumen yang didirikan oleh Heungseon daewongun (ayah Kaisar Gojong) pada tahun 1871 di seluruh negeri sebagai lambang penentangan terhadap imperialisme barat.
  • Changnyeong-gaeksa adalah bangunan penginapan tua yang didirikan sekitar 300 tahun yang lalu. Bangunan yang dibuat tanpa menggunakan paku ini telah beberapa kali dipindahkan dan diperbaiki, namun masih menampilkan arsitektur yang asli.
  • Pagoda tiga tingkat di desa Suljeong. Pagoda ini konon dianggap sama cantiknya dengan Pagoda Seokga di Kuil Bulguk di Gyeongju dan dibangun pada saat yang bersamaan, namun bagian puncaknya tidak lagi tersisa. Julukannya adalah Pagoda Timur.
  • Kompleks Gundukan Makam Gyodong. Situs makam ini merupakan Situs Bersejarah Korea Selatan No.80 yang membentuk gundukan-gundukan bukit kecil yang merupakan peninggalan Kerajaan Bihwa Gaya
  • Museum Changnyeong adalah museum yang menampilkan 1.012 buah artefak peninggalan Kerajaan Bihwa Gaya.
  • Gwallyongsa atau Kuil Gwallyong adalah kuil yang terletak di kaki Gunung Hwawang. Kuil ini didirkan pada masa kerajaan Silla. Aula utama kuil, Yaksa-jeon beserta patung Buddhanya merupakan harta nasional.