[PicFic] EunHyuk diary : Yesung hyung kena batunyaa XD

4 Komentar

PicFic : EunHyuk Diary : Yesung Is Funny and Mysterious!!

Author : Choi Eun Hee

Genre : Gaje, PicFic

~Diary Gue… Tempat Curhat Gue…

Annyeonghaseyo Diary-deul. Yeorobundeul. gue Unyuk. siapa yang tak kenal? hehe. Namja paling ganteng yang kembarannya Won Bin ini mulai mau nulis diary^^

hehe gimana? Miripkan gue ama Hyung gue ini? Kaga jauh beda deh. 11/12 gue ama dia. kekeke~ Sekarang gue mau cerita tentang Hyung gue di Super Junior. Siapa kaga kenal Yesung? Hyung aneh yang sangat bercita cita untuk menjadi Dancing Machine -.- Tapi jangan salah ye, Si Hyung Gue ini ternyata punya Killer Smile yang gak kalah mematikan dari Si Yuyun!!

Tapi, dibalik itu semua, gue rada kesel ama dia. Pernah nih, waktu member yang lain lagi pada kepanasan, jadi kita pada kipasan pake kipas. terus nih Hyung ngetawain gue . Lepaaaas banget.

dan Nih Hyung ketawa sampe nangis! Gara gara gue kipasan deket deket. emang salah ye? Gue kepanasan tau!! Nih Hyung malah ngetawain gue kaya abis ngeliat nenek nenek mau salto tapi kecetit. =.= Poor Hyung! Tuh!! Emang salah gue kipasan begini?

#Author : Idiih ngalahin iklan motor ye si abang XD#  nah, abis itu si Hyung bilang kegue kebegini

“Makanya kalo ga punya kipas ngomong, biar gue beliin. Lu sih corong ac lu jadiin kipas -_-”

“Suka suka gue dong hyung, ini tuh udah kepanasan tingkat maksi tau :P” ini murni kesalahan gue. Melet di depan die. sampe sampe gue kena gampar terus mewek TT.TT Poor Hyung!!!

untungnya, pas gue di pletak ama Ecung Hyung, si Wonnie nyamperin. kaga jadi deh tuh hyung ngeroyok gue. Waktu itu gue udah bilang ampuung gue ga mau lagii ngelawan Yesung Hyung >,<

Terus nih, pernah waktu itu bang ecung bikin bubur ayam, terus dicampur ama kecap. dia nyuruh gue nyicipin. tau ga seeeh rasanya auwww!!! Bikin gue mau muntah.soalnya tuh bubur rasanya aseeem bener. jadi gue bilang ke yesung Hyung. kalo tuh bubur rasanya asem. eeh dia malah marah marah ke gue -_- “APA!!! LO BILANG BUBUR GUE ASEM!! LU PASTI BOHOOONG HO!!!” gue dibentak bentak –”

dan alhasil gue nangis lagi huewwweeeee TT.TT tau ga seh, Hyung gue ntu kalo marah tatapannye nyeremin gitu.  yesung hyung marah marah gitu kegue. yah karena gue cengeng. gue jadi nangis ssenggukan gitu didepan crew. malu maluin tau –”

naah, si Ecung malah cuek kegue. semenjak kejadian itu, gue gak bertegur sapa ama tuh hyung. tapi itu cuma bentaran loh! Soalnya, gue balik jadi baik ama yesung hyung waktu dia kena batunya!! Sering nyiksain gue, sering bikin gue nangis HAHAHAHA !! RASAIN PEMBALASAN DARI SEEKOR MONYET NAN JAIL INI ^^

Hahaha!! Yesung hyung kena kerjain ama member member yang lain XD. jadi begini, waktu itu pas mau latian, eeh tuh benda kaga mau idup. Jadi Teuk hyung nyuruh dia benerin. eh dikira mic. sekalinya, tuh benda belon di colokin. jadi gue colok dan BRRRR~ bibir Ecung hyung langsung doer XD Krena gue rasa cukup, jadi pas di backstage gue nari nari gaje gitu… “BERHASIL BERHASIL BERHASIL HORE!!!!!”

eeh pas di backstage si Hyung nyamperin gue. dan kemudian air matanya bercucuran “Hyuk, maapin abang lo yang jahat ini ye… maapin gue. gue khilaf.” Ye Hyung. Gue tau kok kalo lo lagi Menstruasi. jadi gue makluminXD”

 

 

 

END~

Maap kalo kurang lucu. namanya juga Gaje XD

Iklan

FanFiction : Rose Castle

Tinggalkan komentar

♣Rose Castle♣

 

 

 

Author : Choi Eun Hee

Title : Rose Castle

Main Cast :

–          Choi Eun Hee

–          Cho Kyu Hyun (KyuHee Couple)

–          Jung Ji Hye

–          Cho Ah Ra

–          Choi Seung Hyun

–          Choi Min Ho

–          Jung Ha Ra

Other Cast :

–          EunHee’s Mother

–          KyuHyun’s Mother

–          KyuHyun’s Father

–          Japanese Princess (as Mysterious Ahjumma)

–          Lee Ji Eun

–          Jang Woo Young

–          2 Bodyguards of Kyu’s mother

–          LeeTeuk Songsaengnim

Genre :Love, Longshoot

Word Count : 18,860 Words, Font : Bookman Old Style, Font size :12, 83 Pages of Microsoft Word

 

 

Author said : Annyeonghaseyo yeorobun!! Ini adalah FF saya yang ke…? Keberapa yak? Lupa XD pokoknya ini FF saya :D.Ini juga FF pertama saya  yang memilih Cho Kyu Hyun sebagai peran namjanya. Lagi kepengen nyoba bikin FF dengan Cast yang lain. FF ini mungkin SPESIAL FOR SPARKYU. Hehe tapi yang lain boleh baca kok. Karena ada Cast MinHo SHINee dan Pacarku TOP BigBang XD. Sebenernya Cuma ingin mengingatkan. Sebelum anda membaca FF ini, sebaiknya ni FF anda save dulu halamannya (Bagi yang buka di HP). Karena FF ini is Very Longshoot. Sebenernya FF ini terdiri dari dua part. Part pertama sampai Kyu Nembak saya (Baca : EunHee) dan yang kedua, setelah itu sampai END. Namun karena saya inget perjanjian ama appa saya, maka setelah terpublishnya FF ini saya akan Vakum dari yang namanya –Main Facebook dan WordPress- hingga ultahnya Hyo Eonni. Jadi saya mohon maaf jika kalian sampe ngusap keringat Karena cerita ini yang ‘terlalu panjang’ atau ‘kepanjangan’ karena jujur saya terdesak untuk kembali mengoreksi dan mengubah alurnya. Karena terjadi kesalahan FATAL di part ke2 yang mengharuskan saya untuk mengetik ulang part tersebut *curhat* dan karena FF ini adalah yang terakhir hingga Idul Fitri tiba, anggap aja ini THR dari saya kekeke~ oke, langsung aja dibaca. Saya sangat butuh komen dari anda anda yang sudah saya Tag^^ jangan Copas! Jika ingin berbagi, dishare saja FF ini. Terima Kasih sudah mau menjadi pembaca setia FF – FF buatan saya yang gaje ini. Semoga anda suka. Dan bagi yang penasaran ama blog saya silakan kunjungi : https://eunheeverlasting.wordpress.com . Kritik dan Saran mengenai FF saya yang lain bisa INBOX atau email saya di fionacaem@yahoo.co.id dengan format : FanFiction Readers.Typo may applied dan Hargai pemikiran orang lain. (Yang NYURI NI FF SETARA AMA CB) Gamsaa~ and Happy Reading (Choi Eun Hee)

 

 

~Rose Castle~

 

 

Aku melangkahkan kakiku menuju ruangan ini. Terdengar deru langkahku. Ruangan ini. Sangat eksotis. Memanjakan mata ketika anda memandangnya. Suasana yang hening, membuatku tak berhenti untuk mengagumi keindahan Bangunan ini. Terdapat begitu banyak bunga mawar yang menghiasi ruangan ini. Hingga tak salah jika setiap orang mampu merasakan kedamaian dari wangi bunga mawar tersebut.

Perkenalkan, Choi Eun Hee namaku. Aku adalah seorang mahasiswi dari sebuah Universitas di Korea Selatan. KyungHee. Saat ini aku sedang berada di tempat yang layak kusebut sebagai ‘Rose Castle’ . Aku sangat tertarik pada bunga mawar. Karena ada seorang lelaki yang ku kagumi di sini. Cho Kyu Hyun. Laki laki tampan yang selalu menggerayangi fikiranku dua tahun terakhir ini. Cho Kyu Hyun, laki laki yang membuatku tertarik untuk mengunjungi Rose Castle ini. Ia sangat menyukai mawar. Aku selalu melihatnya mengunjungi Kastil ini saat akhir pekan tiba. Aku selalu melihatnya sampai sore. Yang ia lakukan disini hanya memandangi bunga mawar yang terdapat di dalam Castle ini. Sesuai dengan namanya, Rose Castle, di tempat yang berbentuk seperti kastil kuno Yunani ini terdapat banyak bunga mawar. Ratusan, bahkan ribuan mawar merah yang cantik dapat kau temui disini. Aku tidak pernah berbicara secara akrab padanya. Meskipun kami sebidang dalam mata kuliah, namun dia terkesan acuh padaku. Bukan hanya padaku, pada semua orang. Dia anak yang pendiam. Namun dibalik sifat pendiamnya itu ternyata memiliki daya pikat yang sangat besar. Sebagai bukti, aku terpikat olehnya.

“Bunga mawar yang indah” ucapnya disampingku. Apa yang barusan kudengar? Dia berbicara padaku atau pada yang lain? Aku melirik kesekitar. Di Kastil ini hanya ada kami berdua. Mungkinkah dia berbicara padaku?

“Kau berbicara padaku?” tanyaku penasaran, dan dia hanya mengangguk. Pakaiannya untuk sore ini adalah sebuah Kemeja cokelat bergaris dan sebuah Jeans hitam dan sepatu adidas berwarna putih. Membuatnya terlihat semakin tampan untuk Sore ini.

“Kau juga menyukai mawar?” tanyanya. Kali ini membuatku sedikit salah tingkah dengan apa yang dia katakan. Ah bukan karena perkataannya. Tetapi karena dia disampingku. Itu sebabya aku merasa salah tingkah. Aku mencoba merilekskan diriku. Dan kemudian berbicara padanya

“Neomu Joha” ucapku singkat. Tanpa menoleh kearah dirinya.

“Sejak kapan?” dia masih berada di sampingku seraya memandang bunga mawar yang terpampang di depannya.

“Sejak kecil” Kebohongan. Aku mengatakan sebuah kebohongan. Sedari kecil aku membenci mawar. Aku membenci bunga mawar. Namun ketika aku terpesona akan dirimu, aku mencoba untuk menyukai mawar. Aku ingin berkata, aku menyukai mawar sejak aku menyukaimu Cho Kyu Hyun. Namun kurasa aku tak bisa. Hening. Tiada satupun diantara kami yang bicara. Tiada satupun diantara kami yang bertanya. Aku memandangnya. Tuhan. Gejolak apa ini. Mengapa aku merasa begitu nyaman berada disisinya?

“Tidak pulang?” kini dia bertanya padaku. Aku masih focus memandangi Lukisan Yunani yang di kelilingi oleh bunga bunga mawar merah yang indah itu. Ya memang, indah. Seperti perasaanku yang seindah bunga mawar ini. Aku menggeleng padanya. Sambil menghela nafas panjang

“Aku tidak bisa pulang. Karena bunga ini membuatku ingin terus memandanginya” ucapku dan dia hanya tersenyum. Senyuman yang baru kali ini aku melihatnya. Senyuman yang belum pernah kulihat dari bibirnya. Senyuman indah dan mungkin hanya dia yang bisa membuat senyuman seindah itu.

“Ini sudah sore. Bunga bunga itu pasti akan bosan melihat wajahmu yang setiap akhir pekan membuntutiku kemari” aku terhenyak dengan ucapannya. Bisakah dia mengulangi kata katanya itu? ‘Ini sudah sore. Bunga bunga itu pasti akan bosan melihat wajahmu yang setiap akhir pekan membuntutiku kemari’ Darimana dia mengetahui jika aku membuntutinya setiap akhir pekan? Ah tidak. Aku datang kemari hanya untuk melihat wajahnya. Beruntung jika aku bisa akrab dengannya bukan? Jangan sampai dia mengetahui maksudmu pula Choi Eun Hee. Aku memandangnya. Gugup. Aku akan memandang lawan bicaraku jika aku terlihat gugup. Dia hanya tersenyum mendapati aku yang melihatnya

“Aku tidak membuntutimu. Aku menyukai mawar mawar disini. Maka dari itu setiap akhir pekan aku kemari. Aku tidak bisa mengunjunginya setiap hari karena jadwal di KyungHee belakangan ini sangat padat” Terangku. Akhirnya, aku bisa menemukan alasan yang logis untuk menjawabnya. KyuHyun hanya tertawa kecil menanggapi aku berbicara

“Aku hanya bercanda.Apa yang kau sukai dari mawar ini?”

“Aku menyukai warna dan baunya. Warna merah, mencerminkan jika bunga ini adalah bunga tercantik. Berkat warnanya yang mencolok, membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona. Baunya yang sangat harum akan membuat siapapun yang menciumnya akan merasakan kedamaian. Menurutku seperti itu. Bagaimana denganmu?”

“Bunga ini sesuai dengan kepribadianku. Merah, berarti semangat, dan pemberani. Bunga ini akan membuat siapa saja terpesona. Seperti katamu. Dan bunga ini juga akan memberikan bau harum yang berbekas di indera penciuman siapapun yang menciumnya. Dan tak dapat melupakan baunya. Aku memang seorang yang pendiam, namun aku memiliki semangat dan aku berharap, apa yang aku lakukan akan berbekas dalam ingatan siapapun yang melihatku berusaha untuk mereka” Lelaki ini, perkataannya sungguh dapat kubenarkan. Aku terpesona akan dirinya, seperti aku terpesona pada bunga mawar ini. Dan rasa ini, selalu meninggalkan bekas dalam hatiku selama dua tahun terakhir.

“Kata kata yang indah.” Pujiku padanya dan kemudian ia menoleh kearahku. Lalu tersenyum. Senyuman yang kedua kalinya. Aku merasa beruntung dapat mengikutinya sampai kemari. Karena aku bisa mendapatkan dua senyuman manis dari bibirnya yang manis itu.

“Cho Kyu Hyun” Dia mengucapkan namanya sendiri sembari mengulurkan tangannya. Ah Cho Kyu Hyun, tidak perlu kau sebutkan namamu, aku sudah mengetahuinya sejak lama karena aku mengagumimu.

“Choi Eun Hee” ucapku seraya menjabat tangannya. Sungguh halus. Dan jabatan yang lembut. Membuatku tak berhenti tersenyum. Aku tidak menyangka, ternyata aku bisa menyentuh tangannya. Benarkah ini Choi Eun Hee? Benarkah ini? Kau dapat menyentuh bahkan menjabat dan mendapatkan senyuman dari seorang yang kau kagumi? Dan orang itu sekarang berada di depanmu! Didepan matamu!

“Aku harus memanggilmu siapa?” dia bertanya padaku dengan lembutnya. Menyadarkan aku dari lamunanku. Kemudian aku melepaskan jabatan tangan itu. Matanya, hidungnya, bibirnya, bahkan rahangnya itu sangat indah.

“Eun Hee. Panggil saja aku EunHee”

“Kalau begitu kau juga harus memanggilku KyuHyun. Dimana rumahmu Agasshi?” Dia bertanya akan rumahku? Sungguh? Apakah dia akan memperkenalkan dirinya pada orang tuaku dan lalu melamarku? Aish! Angan anganmu itu terlalu tinggi Choi Eun Hee. Mana mungkin dia melamarmu. Lagipula kalian juga baru saling mengenal

“Untuk apa bertanya tentang rumahku?” ucapku. Dan dia memandangku.

“Hanya sekedar tahu saja. Apa aku tidak  boleh mengetahuinya? Ah, kalau begitu aku minta maaf. Joseonghamnida!” dia menundukkan kepalanya padaku. Dia sangat penuh dengan sopan santun. Membuatku semakin mengaguminya. Aku hanya tertawa kecil melihatnya yang mengira aku sedang marah padanya. Laki laki yang lucu.

“Tentu saja kau boleh mengetahuinya. Rumahku tidak begitu jauh dari sini. Rumahku tidak begitu besar. Rumahku kecil. Aku kuliah di KyungHee karena beasiswa” ujarku. Dan seketika dia memandangku, namun tatapan ini berbeda dengan tatapan yang sebelumnya. Ini tatapan membunuh. Entah kenapa aku sangat takut ketika melihatnya.

“Aku tidak peduli tentang bagaimana caramu bisa berada di KyungHee. Apa menurutmu, aku akan memilih teman berdasarkan harta kekayaannya?” apa katanya tadi? Teman? Teman? Teman? Jadi, dia bermaksud ingin menjadikan aku sebagai temannya begitu? Apa ini mimpi? Aish! Aku merasa tak percaya jika sekarang aku bisa menjadi temannya.

“Teman?” ucapku. Sejujurnya aku memang senang bisa menjadi temannya. Namun aku tidak ingin dia berbohong. Bisa saja dia mengajakku berteman namun sebenarnya dia ingin mempermalukan aku karena aku anak orang miskin. Jangan berburuk sangka dulu Choi Eun Hee! Siapa tahu niatnya itu benar benar tulus untuk menjadikanmu sebagai temannya.

“Iya teman. Aku ingin berteman denganmu. Boleh tidak?” dia bertanya dengan nada yang sedikit ‘di imut imutkan’ tapi tetap saja dia terlihat imut meski tidak melakukan itu. Ya Choi Eun Hee, terima saja dia menjadi kekasihmu! Ah tidak. Aku salah bicara, terima saja dia sebagai temanku!

“Tentu. Setiap manusia di dunia ini berhak memiliki teman. Tetapi, tetap saja aku masih merasa canggung padamu. Karena status kita berbeda” ucapku lagi. Dan dia kembali memandangku. Dan kemudian kembali menatap mawar yg ada di depannya

“Kau lihat mawar hitam yang berada di tengah tengah mawar merah itu?” dia berbicara padaku tanpa menolehku sedikitpun. Ia menunjuk sebuah mawar hitam yang di apit oleh mawar  mawar merah disana. Aku hanya mengangguk menanggapinya

“Andaikan mawar itu bisa bicara, ia pasti berkata sama sepertimu. Dia akan canggung pada mawar mawar yang lain karena hanya dia yang berwarna berbeda dari mawar yang lainnya. Tapi kau tahu, mawar itu memang berbeda. Namun karena dia berbedalah orang orang mau melihatnya. Bukan bermaksud untuk menghina atau merendahkan bunga tersebut. Melainkan untuk memuji bunga tersebut karena dia berbeda dari yang lainnya” jelas KyuHyun panjang lebar. Meskipun dia berkata begitu, jujur saja aku tidak mengerti tentang apa yang dia ucapkan. Apa hubungannya aku dengan bunga mawar hitam itu?

“Maksudmu?”

“Kau sama seperti bunga mawar hitam itu. Aku menyukai perbedaan di antara kita. Kau bisa memasuki KyungHee dengan cara beasiswa. Sedangkan kita tahu jika untuk memasuki KyungHee dengan beasiswa maka kau harus memiliki nilai rata rata semua bidang pelajaran 9. Dan kau mampu mencapainya. Sedangkan aku? Aku hanya bisa mencapai rata rata 8.5 . Hanya kau yang mampu memasuki KyungHee dengan beasiswa. Meski kau berasal dari err maaf, kalangan rendah” aku tercengang mendengar perkataannya. Hanya aku? Dia menyukai perbedaan diantara kami? Sungguhkah ini kau Choi Eun Hee? Kata kata yang dia ucapkan sangat sangat membuatku semakin jatuh hati. Meski diibaratkan dengan mawar hitam sekalipun aku tak apa, asal Cho Kyu Hyun yang mengatakannya untukku. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Kulihat langit sudah semakin gelap. Aku melirik arlojiku. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Aku harus bekerja.

“KyuHyun-ssi. Maaf aku tidak bisa menemanimu terlalu lama” ucapku. Dan dia kembali menoleh kearahku

“Mengapa?”

“Aku harus bekerja.”

“Bekerja? Kau bekerja?”

“Ya. Aku bekerja untuk membantu orang tuaku” aku melihatnya terbelalak ketika mendengar kata kata ‘Aku harus bekerja’ memangnya aku salah jika aku bekerja untuk membantu perekonomian orang tuaku? Untuk membantu mereka menghidupi kedua adikku?

“Dimana kau bekerja? Sampai pukul berapa kau bekerja?”

“Aku bekerja dibanyak tempat. Seusai kuliah pagi, aku bekerja di sebuah Restoran dan pada sore hari hingga larut malam aku bekerja di sebuah supermarket.”

“Jadi sekarang kau akan bekerja di Supermarket?” aku hanya menjawab pertanyaannya dengan anggukkan. Dan kemudian aku menundukkan kepalaku. Dan mengucapkan ‘annyeong’ padanya. Hah! Aku sangat bahagia! Tak kusangka jika sekarang aku menjadi temannya. Teman dari seseorang yang aku kagumi. Tuhan kau mendengar doaku selama dua tahun terakhir ini ! terima kasih karena telah mengabulkannya!!

“Choi Eun Hee!!!” kudengar seseorang memanggilku dari belakang. Aku menoleh kearahnya dan ternyata yang memanggilku adalah ‘Cho Kyu Hyun’. Dia? Dia yang memanggilku? Aku melihat dia menghampiri aku.

“Apa letak supermarket itu jauh?”

“Lumayan. Aku harus naik bus dari sini. Jika aku pergi sekarang aku akan sampai pukul setengah tujuh. Memangnya ada apa?”

“Bagaimana jika kau ku antar?” Yak! Benarkah itu? Dia ingin mengantarku? Aku sebenarnya ingin betul untuk dia mengantarku. Tapi apa kata teman temanku disana nanti yang melihatku diantar olehnya?

“em Mianhae. Tapi aku sudah terbiasa naik bus”

“Tidak baik menolak ajakan temanmu. Mau ya?”Aku menatapnya. Dia memasang puppy eye yang membuatku merasa bersalah karena menolak ajakkannya untuk pergi bersama. Bagaimana ini? Apakah aku harus tetap menolaknya dan berjalan meninggalkannya? Yak! Kalau begitu aku bukan teman yang baik untuknya. Choi Eun Hee!! Kau harus membuatnya merasakan suatu kebahagiaan karena kalian telah berteman!

“Ya baiklah. Terima kasih sebelumnya” akhirnya aku mengeluarkan kata kata itu. Dan dia segera mengajakku kemobil Mercedes Benz hitam miliknya. Dan kemudian aku duduk didepan bersamanya. Aku terkejut melihat banyak PSP yang tercecer di Kursi belakangnya. Kurasa berbagai jenis PSP ini adalah miliknya.

“Aku seorang gamer. Jadi aku banyak memiliki PSP.” Dia mulai berbicara. Menyadari aku yang sedari tadi tercengang akan banyaknya PSP yang ada di mobil ini.

“Ah Geureom (Begitu).” Aku menatap lurus kejalan. Aku sudah memberi tahunya di Supermarket mana aku bekerja. Mengapa ia menjadi sangat baik padaku seperti ini? Setahuku dia tidak begini. Ya! Aku benar benar bodoh! Mungkin saja ini adalah dia yang sebenarnya. Selama dalam perjalanan, kami tidak bicara satu sama lain. Kami hanya diam. Dia memang terlalu banyak diam. Membuatku sudah terbiasa dengan sifat dinginnya ini.

“Nah, sudah sampai” ucapnya. Dan aku segera melepas sabuk pengaman yang sedari tadi melekat.

“Terimakasih KyuHyun-ssi. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu”

“ah bukan apa apa. Sampai bertemu lagi EunHee-ssi”

***

 

EunHee POV OFF

Author POV

 

 

KyuHyun berbalik arah. Setelah mengantar EunHee menuju tempat kerjanya, iapun bergegas pulang. Ia tersenyum dengan lega. Sebab, ia telah berhasil melewatkan sebuah momen yang paling dibencinya. Perjodohan. KyuHyun sudah 13 kali menolak perjodohan yang di lakukan kedua orang tuanya. KyuHyun memang anak yang suka membangkang. Namun dia memiliki alasan tersendiri mengapa ia selalu menolak perjodohan yang orang tuanya lakukan untuknya.

KyuHyun sampai dipekarangan rumahnya. Ia belum turun, karena ia masih melihat mobil partner sang ayah terpampang jelas di depan rumah. Ia dengan malas menunggu, sembari memainkan game pada PSPnya.

Beberapa saat kemudian, ia melihat seorang laki laki tua dan istrinya mengantar seorang laki laki tua dan istrinya pula beserta seorang gadis manis keluar. Dan kemudian memasuki mobil yang berada didepan mobil KyuHyun. Dengan cepat, KyuHyun menundukkan kepalanya.

KYUHYUN POV

 

 

Aku melihat mobil tuan Jung masih ada disana. Yak! YunHo hyung benar benar berniat untuk menjodohkan aku dengan yeodongsaengnya yang cerewet dan centil itu! Siapa laki laki yang tidak muak dengannya. Setiap jam menanyai kabarku. Kau dengar? Kabarku! Siapa yang tidak muak jika setiap malam fotonya yang selalu memenuhi beranda me2dayku. Siapa yang tidak muak setiap hari dia selalu menyebutku dalam status twitternya! Gadis itu benar benar menyukaiku, namun karena tingkah lakunya itu, kurasa lebih baik aku mati daripada harus dijodohkan dengan wanita seperti itu. Mengerikan! Aku beralih ke PSPku sembari menunggu mereka pulang. Ini perjodohan ke 14 setelah aku berhasil menolak Lee So Ra sebelumnya. Lalu sesaat kemudian aku melihat pagar rumahku terbuka. Dan ya! Itu ayahku! Aku segera bersembunyi dibawah kemudi mobil. Semoga ayah tidak menemukan aku disini!

“Tuan Jung, kami sangat meminta maaf. Anakku itu memang perlu kuberi pelajaran. Ji Hye-ah, tidak apakan jika lain kali kau bertemu dengan KyuHyun?” Tanya Eomma. Aish! Jangan lagi! Aku sungguh tidak ingin melihat wajah Yeoja itu untuk SELAMANYA! Garis bawahi SELAMANYA!

“Ne ahjumma. Lain kali juga tak apa asal aku bisa bertemu dengan KyuHyun oppa. Kami sangat cocok bukan eonni ?” bisa ku tebak jika Yeojja itu sekarang sedang mencoba merayu nunaku. Aku dan Jung Ji Hye cocok? Andwae! Kami tidak akan pernah cocok! Tidak pernah! Namja yang tampan sepertiku harus berpacaran dengan wanita manja, cengeng dan berlebihan seperti dia? Itu bagaikan Air dan Minyak goreng yang tidak akan pernah bisa bersatu. :/

“Kalian benar benar cocok! Seperti layaknya Prince William dan Princess Kate” apa? Pangeran William dan Putri Kate? Aku? Dia? Omo!! Dimana otak nuna ku! Mungkin aku memang pantas disebut sebagai Pangeran William karena aku sama tampannya dengan dia. Ah mungkin saja aku lebih tampan dari dia bahkan Justin Bieber sekalipun (Semua orang tahu itu) akan kalah karena ketampananku. Tapi wanita itu? Princess Kate? Cho Ah Ra matamu pasti sudah Mines 10 atau bahkan hampir buta!

“Hahaha, eonni. Bisa saja membuatku tersipu malu” cih, dasar gadis menjijikkan -_- ‘Hahaha, eonni. Bisa saja membuatku tersipu malu’ tertawa dengan nada yang membuatku muak. Tuhan , dari apa kau ciptakan wanita ini hingga dia terlihat sangat menjijikkan!

“Kalau begitu kami pulang dulu ya eonni. Eomma. Appa. Annyeong haseyo” ucapnya dan kemudian kudengar beberapa pintu mobil terbuka dan kemudian tertutup lagi. Tak lupa kudengar pula suara mobil tersebut perlahan lahan menjauh. Dan hilang. Berani beraninya dia menyebut orang tuaku dengan sebutan ‘Eomma’ dan ‘Appa’ . Ah sudahlah Cho Kyu Hyun, dia itu hanya anak kecil. Kau akan sakit kepala jika memikirkannya. Aku melirik kecil ke arah pagar rumahku. Untunglah! Mereka sudah masuk. Aku hanya tinggal menunggu beberapa saat dan kemudian bergegas masuk.

Kurasa sekarang saatnya. Aku segera menutup pintu mobil dan kemudian masuk dengan santai. Setelah aku masuk kedalam, aku melihat Ayah, ibu, dan kakakku sedang duduk diruang tamu. Menunggu… Aku?

“Yak! Cho Kyu Hyun!!! Kemana saja kau! Tadi Ji Hye dan orang tuanya kemari !! Mengapa kau tidak bisa tinggal dirumah dan biarkan perjodohan ini berjalan dengan mulus!! Kasihan Ji Hye yang dari tadi menunggumu!” bentak eomma. Huh! Dimana mana yang namanya wanita itu tidak luput dari kata kata ‘Cerewet’.

“Eomma, sudah kukatakan berapa kali, aku tidak suka dengan adanya perjodohan ini. Biarlah aku menentukan pilihanku sendiri.”

“Haish! Kau selalu saja menentang perkataan eomma Cho Kyu Hyun! Pikirkan Ji Hye yang dari tadi menunggumu! Kami sedang merencanakan pernikahanmu dengannya”

“Eomma!!! Aku dan minyak goreng itu tidak akan pernah bersatu!!!” Eomma, appa dan Nuna memandangku heran. Apa ada yang salah? Salah jika aku menyebutnya dengan sebutan ‘Minyak Goreng’???

“Minyak Goreng?”

“Iya minyak goreng! Aku dan dia ibaratkan Air dan Minyak Goreng yang jika dicampur tidak akan pernah bisa bersatu!!! Aku muak dengan gadis itu eomma!!! Carikan saja aku wanita lain asalkan jangan Minyak Goreng kadaluarsa seperti dia!”

PAKK!!

 

 

Tamparan keras didaratkan eomma dipipiku. Rasanya sangat sakit.

“Kau keterlaluan Cho Kyu Hyun! Mengibaratkan calon istrimu sebagai Minyak Goreng kadaluarsa!! Kapan kau bisa berubah”

“Jika eomma berusaha menjodohkan aku dengan gadis itu, maka aku akan terus begini !! Ini bukan zaman Siti Nurbaya eomma!”

“Siapa itu Siti Nurbaya?”

“Cari saja di Internet!!!” dengan kesal aku berjalan menuju kamarku, hhuh! Betapa bencinya aku jika di jodohkan seperti itu! Aku pun merebahkan diri di kamar. Stress rasanya! Aku memejamkan mataku sejenak. Namun tiba tiba dalam fikiranku muncul wajah seorang gadis cantik yang tersenyum ramah padaku. Wajah gadis yang berada di Kastil tadi bersamaku. Siapa namanya tadi? Choi Eun ee? Choi Eun.. Eun Hee? Ya!! Choi Eun Hee! Itu namanya.

Aku membayangkan raut wajahnya ketika bertemu denganku tadi. Hmm sepertinya dia yeoja pendiam yang banyak bekerja. Dia selalu muncul setiap kali aku berada didalam Kastil itu. Menurut kalian, untuk apa aku memperhatikan mawar mawar indah itu setiap akhir pekan? Tentu saja karena hanya mawar itu adalah satu satunya tempatku berelaksasi. Maksudku melepas stress.. Stress karena perjodohan yang dibuat ibuku -_- dan anehnya, ayahku tidak pernah mendukung apa yang ibuku lakukan dan tidak pula membelaku. Ia netral. Tidak berpihak pada siapapun. Ayah yang kejam. Membiarkan aku mendekam di dalam titah nenek sihir yang cerewet. Haah!!! Rasanya aku ingin membakar diriku saja! Agar aku tidak tampan dan menjadi namja biasa. Namun jika aku membakar wajahku… Aku takut aku tidak tampan lagi TT.TT What Should I Do? (Author : Nikah ama gue aja Oppa!! #ditimpukin kebo)

Aku mengambil ponselku. Dan menekan nomor ponsel SungMin hyung. Namja itu memang tempatku untuk mencurahkan isi hatiku

“Yeoboseyo?”

“Hyungiya~ Bogoshipeoyo (Hyung, aku merindukanmu)” ucapku padanya . Aku sangat merindukan kebersamaan kami berdua. Setelah dia menikah aku dan dia menjadi jarang bertemu. Yah hanya bisa berbicara di telepon seperti ini. Karena dia pindah bersama istri dan putri kembarnya ke Paris

“Nado Bogoshipdago KyuHyunnie (Aku juga merindukanmu KyuHyun). Apa ibumu masih mengadakan perjodohan itu?”

“Kau tahu ibuku kan Hyung? Dia akan tetap melakukannya sampai aku mematuhinya. Ini sudah yang ke 14 Hyung!!!! Aku stress!! Bagaimana bisa aku dijodohkan seperti ini. Dan kau tahu siapa yang di jodohkan denganku saat ini?”

“Nuguseyo?”

“Jung Ji Hye !”

“Mwo? Jung Ji Hye? Minyak Goreng yang pernah menyukaiku itu?”

“Iya, Ji Hye adiknya YunHo Hyung. Minyak Goreng itu benar benar membuatku muak. Hyung apa kau punya saran agar eomma berhenti melakukan ini?”

“Ada dua. Yang pertama, temukan kekasihmu sendiri. Yang kedua, patuhi kata kata ibumu.”

“Yak! Hyung kau tahu bukan jika aku tidak pandai dalam memikat wanita?”

“Kalau begitu patuhi kata kata ibumu”

“Andwae!!! Jika aku patuhi kata kata nenek sihir itu, Minyak Goreng itu akan merdeka dan aku akan hidup bersamanya tanpa Cinta. Aku membenci Minyak Goreng itu Hyung. Sungguh aku membencinya”

“KyuHyun-ah. Cinta akan tumbuh seiring dengan pernikahan kalian. Yah jika saran nomor 2 kau tak mau, mau tak mau kau harus temukan sendiri wanita yang sesuai dengan type mu. Ah Maaf, aku tidak bisa lama lama. Sekarang aku sedang ada di Kantor”

“Segeralah pulang ke Korea Hyung. Aku merindukanmu. Kalau begitu aku titip salam untuk istrimu yang yeppeo itu ya. Dan jangan lupa katakan pada putri mu yang pandai main Game itu, untuk tanding lagi denganku kekeke~”

“Dasar kau!! Gara gara dirimu, Sung Hee jadi susah belajar. Ternyata kau empunya. -_- Kau tahukan, dia itu baru berusia 7 tahun tapi sudah membuatku kewalahan. Selalu minta di belikan PSP baru. Cho Kyu Hyun!!!”

“Mianhae Hyung ^^ lagi pula putrimu yang tertarik memainkan Game. Berbanggalah sedikit. Dia itu berada diposisi pertama Gamer Child terbaik di Fan Café gamers hahaha”

“hmh. Aku akan menjitakmu ketika aku tiba di Korea. Kalau begitu Annyeong”

“Annyeong Hyung” aku mengakhiri pembicaraan dengannya. Aku sangat senang bisa mendengar suaranya yang bertambah berat. Dia terdengar semakin dewasa. Dia itu sangat beruntung. Memiliki cinta sejati yang bernama Choi Soo Min dan kemudian menikah. Memiliki putri kembar yang bernama Lee Sung Hee dan Lee Sung Rin. Aku sangat senang dengan Sung Hee, karena dia menyukai Game seperti ku. Setelah dia pindah ke Paris, kami tidak pernah bicara lewat telefon. Hanya Chatting. Baiklah, anak berusia 7 tahun vs Orang dewasa yang berusia 24 tahun. Sebenarnya perkataan SungMin Hyung benar, jika tidak mau menuruti kata kata eomma maka aku harus menemukan jodohku sendiri. Hajiman… Aku tidak sepandai SungMin hyung ketika memacari Seorang  wanita. Namja pendiam sepertiku selalu cuek pada setiap situasi. Yang ada nantinya, wanita yang dekat denganku malah akan menjauhiku karena sifat ini. Mau bagaimana lagi? Aku memang pendiam dan tidak ingin banyak bicara. Aku bukan  Yesung Hyung yang berbicara selalu menggunakan Speedy dan memasukkan jumlah kosakata yang melebihi kapasitas dalam sekali ucap.

Yak!! Aku sangat bodoh! Sekarang pukul 11 malam. Bagaimana jika aku menjemput teman baruku yang bernama Choi Eun Hee itu. Bukankah dia pulang malam? Jadi aku bisa memiliki waktu untuk merilekskan fikiranku. Lagipula Super Market itu tak jauh dari sini. Ya Cho Kyu Hyun. Neo Jinjja seumateu!!! (Kau sungguh pintar). (Author : Tadi ngomongnya bloon, sekarang pinter. Mana yang betul?)

***

 

KyuHyun POV OFF
Eun Hee POV

 

 

Mengapa hari ini aku merasa semuanya berjalan lebih cepat dari biasanya ya? Aku bingung. Aku merasa waktu berjalan lebih cepat. Buktinya, aku tidak menyadari jika sekarang sudah pukul 11 malam. Waktunya aku pulang. Aku benar benar ingin cepat pulang. Aku ingin segera tidur.

“EunHee-ah, kau di jemput ya?” Tanya Ra Ra, temanku

“Ania Ra Ra-ya. Memangnya ada apa?”

“Siapa laki laki yang berdiri didepan mobilnya itu? Dia tampan sekali~~” Ucap Ha Neul. Aku penasaran, siapa laki laki yang mereka maksudkan itu. Aku segera melihatnya keluar dan… Omo!! Benarkah yang kulihat? Benarkah itu? Cho Kyu Hyun!! Kalian tau? Cho Kyu Hyun!! Aku menghampirinya keluar. Yah pura pura pulang begitu. Siapa tahu, dia datang kesini untuk menjemputku xD

“Choi Eun Hee” ucapnya. Dan aku segera menoleh ke arahnya. Dia menyungginggkan senyum itu lagi. Untuk yang ke tiga kalinya. Aku benar benar tidak menyangka!

“eum KyuHyun-ssi ? Mworago? Mengapa kau datang kemari? Supermarket sudah tutup”

“Ania. Aku tidak ingin ke Super Marketnya”

“Lalu? Mengapa kau kemari ?”

“Aku ingin mengantarmu pulang” APA!!! Dia ingin mengantarku pulang? Tuhan!! Semalam mimpiku tidak special -_- aku hanya bermimpi aku sedang duduk dengan membawa boneka. Hanya itu, ya ampun! Ini … Tidak seperti dalam kenyataan! Cho Kyu Hyun ingin mengantarkan aku pulang? Dengan senyum mematikannya itu? Sebagian besar mahasiswi yang mendengar aku mengatakannya pasti akan berkata ‘Tidak Mungkin’ karena di Kampus KyuHyun terkenal saaaaaaaaaangat Dingin!!

“Eun Hee-ssi… Gwaenchana?” dia melambai lambaikan tangannya di depan wajahku. Membuatku tersadar dari lamunanku.

“Em Ne. Gwaenchana.”

“Eotte? Boleh tidak?”

“Tentu saja. Tapi ini sudah malam. Apa nanti ibumu tidak marah?”

“Aku ini laki laki yang berusia 24 tahun. Bukan anak kecil -_- sudah, kajja! Naik kemobilku” dia menarik tanganku menuju mobilnya. Dan kemudian mobilnya melesat menuju kerumahku.

“KyuHyun-ah, apa kau tidak mengantuk? Menyetir malam malam itu berbahaya”

“Ani’ Bagaimana denganmu? Pulang terlalu malam itu juga berbahaya. Bagaimana jika nanti kau diperkosa oleh anak anak Gangster?” aku terhenyak seketika.

“Hahaha. Aku tidak akan diperkosa… Siapa namja yang mau melakukan itu dengan gadis buruk rupa sepertiku”

“Sudahlah. Eun Hee-ssi, kau pernah di Jodohkan?” aku terkejut mendengar perkataannya. Apa maksudnya menanyakan hal itu? Apa sekarang ini dia sedang di Jodohkan begitu? Itu berarti, aku tidak bisa memiliki peluang untuk mendapatkannya?

“em.. Aku tidak pernah di Jodohkan. Apa kau ingin di Jodohkan?”

“Tepat. Namun aku tidak pernah suka dengan calon calon yang di kenalkan ibuku -_- ini sudah calon ke 14”

“MWO!!! Yeolnet?” aku sungguh tersentak mendengar ucapannya. 14 ? wanita mana saja yang kurang beruntung karena penolakan KyuHyun? Ini namanya pemaksaan

“Kau bahkan terkejut. Bagaimana tidak? Kenalan ibuku rata rata memiliki anak perempuan yang berwajah bahkan berumur lebih tua dariku. Lee So Ra, Kang So Ra, Lee Hyo Ri, Kim Tae Hee, Goo Hye Sun, Ha Ji Won, semuanya aku tidak suka. Dan terakhir aku di Jodohkan dengan minyak goreng centil itu”

“Minyak Goreng? Baru kali ini aku mendengar nama seperti itu” Sebenarnya aku hendak tertawa. Nada bicara KyuHyun itu sangat menggemaskan. Seperti anak kecil yang menggerutu ketika di berikan uang jajan yang sedikit. Namun karena melihat wajah KyuHyun yang sepertinya sedang banyak fikiran, aku mengurungkan niatku untuk tertawa

“Aku menyebutnya minyak goreng. Aku dan dia itu ibarat air dan minyak goreng yang tidak akan bisa disatukan. Aku begitu membencinya. Karena sifatnya yang terlalu manja dan membuatku muak. Dia akan mengadu pada ayahnya jika ada seseorang yang mengusik hidupnya.”

“Jadi kau akan menolak perjodohan ini lagi?”

“Tentu saja. Aku ingin menemukan seseorang yang tulus kucintai. Bukan karena perjodohan”

“KyuHyun-ssi, Cinta akan tumbuh dengan sendirinya”

“Yak! Kau sama seperti SungMin Hyung!! Mengatakan hal yang sama. Apa kau tidak bosan mengatakan itu?”

“Lagipula aku tidak tahu jika ada yang mengatakannya selain aku 😛 . Kenapa kau jadi marah padaku?” Ucapku bersungut sungut

“Huh kalian ini menyebalkan!!!” Aku tertawa melihat Raut wajahnya. Cho Kyu Hyun, terbuat dari apa wajahmu itu huh? Mengapa kau sangat tampan dan mampu membuatku terpikat seperti ini. Sepanjang jalan ia hanya menggerutu karena perjodohan itu. Membuatku ingin tertawa mendengarkannya. Ia berbicara terlalu cepat sehingga aku tidak mengerti apa yang ia katakan

“Kita sudah sampai. Yak! Choi Eun Hee mengapa kau menutupi bibirmu seperti itu?” aku tertawa kecil didepannya. Membuat ia merasa heran mengapa aku tertawa

“Kau lucu. Jangan berbicara terlalu cepat. Bisa bisa kau tersedak. Terimakasih atas tumpangan keduanya. Kalau begitu aku masuk dulu. Sudah malam” aku segera menuruni mobilnya dan kemudian melambai kearahnya. Setelah dia pergi, aku segera masuk kedalam rumah.

***

 

Hari ini aku merasa sangat berbeda. Entah kenapa hari ini aku merasa lebih bahagia dari biasanya. Apa mungkin karena aku telah berteman dengan KyuHyun? Ah tapi mustahil. Ini hanya sekedar pertemanan, mana mungkin aku bisa sebahagia ini. Aku segera keluar dari kamarku. Duduk bersama eomma dan ke 2 adikku untuk sarapan. Semenjak kematian appa 7 tahun lalu, semuanya berubah. Perubahan terhadap diriku dan eomma. Dua adikku, Seung Hyun dan Minho juga. Mereka berubah menjadi lebih dewasa ketika Appa berpesan kepada mereka berdua untuk menjagaku dan ibu.

“Minho-ya bagaimana dengan sekolahmu?” Tanya eomma ketika kami sudah selesai sarapan. MinHo menatap eomma, aku, dan Seung Hyun. MinHo adalah adik bungsuku dan dia juga sangat lihai dalam hal olahraga. Belakangan ini MinHo selalu mewakili Sekolahnya dalam beberapa olimpiade olahraga antar sekolah

“Seperti biasa eomma.” Minho menjawabnya santai. Dan kini mata eomma tertuju pada SeungHyun. Laki laki yang merupakan kebalikan dari MinHo. Dia bukannya bodoh, melainkan malas berolahraga. Lari marathon saja sudah membuatnya berkeringat sangat banyak. Dan dia sangat malas untuk itu. Tak heran jika MinHo memiliki badan yang lebih berbentuk dibandingkan dirinya. SeungHyun adalah seorang Karyawan kantor. IQ SeungHyun yang tinggi membuat ia bisa lulus kuliah lebih awal. Di usia 22 tahun dia sudah berhasil menamatkan kuliahnya dan sekarang telah bekerja.

“Kau SeungHyunni?”

“Sama seperti MinHo eomma. Pekerjaanku berjalan seperti biasanya”

“Kau, EunHee?”

“Tidak ada yang special. Semuanya berjalan sempurna eomma. Sebentar lagi aku akan menyelesaikan Skripsi, kemudian wisuda dan lalu bekerja”

“Kau akan bekerja dimana setelah lulus?”

“Karena aku mengambil jurusan music, jadi kurasa aku akan mendaftar menjadi guru music di Sekolah Musik milik keluarga Ha Ra” ujarku

“hm baguslah. Dengar, eomma ingin melihat kalian semua memiliki pacar dan menikah” Sontak aku, SeungHyun dan MinHo tersedak. Lalu kami melihat ke arah eomma. Bagaimana tidak? Tidak biasanya Eomma berkata seperti itu -_- Menikah? Aku saja tidak memiliki kekasih

“Eomma, kenapa tiba tiba berkata seperti itu?”

“Eomma hanya ingin melihat kalian bahagia sebelum eomma menutup mata. Temukan lah kekasih yang benar benar mencintai kalian secara tulus. Dan terutama dirimu EunHee, kau harus sebisa mungkin menjaga kehormatanmu sebagai seorang wanita”

“Ne eomma. Geureom, aku pergi kekampus dulu. Annyeong eomma”

***

 

 

Aku tiba di kampus, dan kemudian duduk ditempatku seperti biasa. Namun anehnya, aku tidak melihat HaRa dari tadi. Kemana dia? Biasanya tas miliknya akan terpampang di meja disebelahku. Tapi mengapa kali ini tas punggung yang ada disini? Ha Ra bukan tipe wanita yang suka memakai tas punggung. Dia juga bukan tipe wanita yang suka terlambat. Apa dia sedang sakit? Atau dia belum datang? Mollaso!! Lebih baik sekarang aku duduk dan membaca buku. Sesekali aku melihat ke arah ponselku yang wallpapernya merupakan foto sebuah bunga mawar di Kastil itu.

“Hahh!!! Perpustakaan itu tutup. Bagaimana ini!!” Aku mendengar seseorang menggerutu di sampingku. Apa tas itu milik laki laki ini? Hey! Aku tidak ingin duduk bersama pria! Aku hanya ingin duduk bersama Ha Ra!!! Sahabatku!

“Yak!! Kenapa kau disini!! Inikan tempat……..” Aku menghentikan nada bicaraku ketika aku melihat siapa pria yang duduk bersamaku sekarang. Cho Kyu Hyun?

“Tempat siapa?”

“em.. Tidak, tidak jadi. Mengapa kau disini?”

“Aku kasihan padamu. Hari ini Jung Ha Ra mendapatkan studi diluar kampus. Jadi aku menemanimu duduk disini. Tak apakan?”

“Hm. Ye. Kau kenapa? Ada masalah?”

“Ania, buku musikku tertinggal di Perpustakaan dan sekarang perpustakaan itu belum buka. Aku belajar pakai apa coba?” aku mengingat sesuatu, kurasa didalam tasku aku membawa buku Musik lebih dari satu. Aku membuka tasku dan kemudian aku menemukannya. Aku memberikan buku itu pada KyuHyun

“Ini. Pakailah”

“Kau nanti…”

“Jangan khawatir, aku punya banyak buku music.”

“Gomabseumnida. EunHee-ssi”

“Ne c: ” Sesaat setelah pembicaraan kami berakhir, LeeTeuk Songsaengnim masuk kedalam ruang belajar kami. Kau tahu, meski ia dosen kami, namun wajahnya itu terlihat sangat tampan. Seperti pria yang seumuran dengan KyuHyun. Namun tak disangka jika ia sudah berumur 30 tahun.

***

Akhirnya. Jam pelajaran usai. Untunglah karena kami berada pada semester akhir, aku jadi punya banyak waktu untuk mencari bahan skripsi yang terakhir. Jam pelajaran jadi semakin cepat. Aku merapikan buku bukuku dan kemudian memasukkannya kedalam tas.

“EunHee-ssi, mau temani aku ke Kastil tidak?” tiba tiba KyuHyun mencegat tanganku ketika aku hendak meninggalkannya. Omo~ Aku lupa untuk pamit dengannya tadi !

“Kastil ? Untuk apa?”

“Sudah, ayo ikut aku” KyuHyun menarik tanganku begitu saja menuju mobilnya dan kami kembali berjalan di Kastil ini. Tidak biasanya KyuHyun kemari pada hari Senin. Hmh. Entahlah. Mungkin dia sedang stress karena perjodohan itu.

Kami tiba di Kastil. Kastil yang seperti biasanya. Aku melakukan aktivitasku seperti biasanya. Duduk diantara bunga bunga mawar ini dan kemudian membaca buku. Aku menatap sebuah mawar hitam yang kemarin di tujukan KyuHyun untukku. Aku berjalan kearah mawar itu. Dan kemudian melihatnya dalam. Choi Eun Hee, kau ibaratkan mawar hitam yang berada di antara mawar merah. Anak miskin yang berada di antara Anak anak orang kaya. Inikah artinya? Aku mencoba untuk mengambil bunga mawar hitam itu. Tetapi… “AKHH!!!” Jemariku terluka. Ternyata bunga ini memiliki duri duri yang banyak. Duri duri yang lebih tajam dibandingkan mawar yang lainnya. Aku memegangi Jari Telunjuk kananku yang berdarah karena bunga mawar itu.

“EunHee-ssi !! Gwaenchana??” Ucap KyuHyun. Dia yang sedari tadi mengamati lukisan lukisan dibelakangkupun menoleh. Karena mungkin aku berteriak terlalu keras hingga aku mengagetkannya.

“Nde. Nan Gwaenchana.” Aku mengatakannya dengan sedikit terbata bata. Karena luka ini sangat perih. Sepertinya duri duri tadi tertusuk sangat dalam. Hingga saat ini darah tak berhenti keluar dari jariku.

“Kau berdarah. Sini aku obati”

“A…Andwae!!! KyuHyun-ssi !!! Nanti akan sembuh sendiri” aku mengatakannya ketika KyuHyun mendekatkan jari telunjukku di matanya. Aku hendak melepaskan tanganku. Namun genggamannya sangat kuat, dan tiba tiba jari telunjukku sudah berada dibibirnya! Aigoo~~!!! Aku merasakan ia membuat darahku keluar. Karena sangat perih. Namun bibirnya membuat sedikit melupakan rasa perih itu (Author : Sedikit ato bener2 lupa? Ah lu! Di emut KyuHyun tuh jari kaga ngajak ngajak -_- | EunHee : Makanya jangan bikin adegan yang beginian. Kan untung di gue :P) Aku melihatnya melepaskan jariku dari bibirnya. Dan kemudian ia membuang ludah kesembarang tempat

“Masih sakit? Ini akan mengurangi pendarahannya.”

“Gomabseumnida. Seharusnya kau tidak melakukan itu. Karena aku bisa mengobatinya sendiri”

“Sudah seharusnya aku melakukan itu. Kau kan temanku”

***

EUNHEE POV OFF

KYUHYUN POV

Akhirnya pelajaran usai. Yah memang begitu membosankan jika belajar dengan kakak sepupu sendiri. Park Jung Soo. Atau lebih dikenal dengan nama LeeTeuk Songsaengnim di KyungHee ini. Kakak dari ayahku menikah dengan seseorang bermarga Park. Dan lahirlah namja kutu buku itu. Sebenarnya aku dan dia tidak jauh beda. Karena aku juga seorang kutu buku. (Author : Sama sama kutu aja ngatain -_-). Aku melihat EunHee sedang merapikan buku bukunya dan kemudian memasukkannya kedalam tas. Aku sudah mengenal gadis ini dari awal aku dan dia satu kelas. Karena dia terkenal karena hanya dia yang bisa memasuki KyungHee dengan Beasiswa.

“EunHee-ssi, mau temani aku ke Kastil tidak?” tanyaku sembari memegang tangannya. Dia hendak meninggalkan aku 😥

“Kastil ? Untuk apa?”

“Sudah, ayo ikut aku” Aku langsung menarik tangannya menuju mobilku. Dan kemudian melaju menuju kastil. Entah mengapa tiba tiba aku merindukan mawar mawar itu. Dan entah mengapa pula aku merasa sangat nyaman bila aku berada di samping EunHee. Apa aku menyukai gadis ini?

Sesampainya aku di kastil. Aku segera masuk. Haa~h! mencium wangi bunga mawar ini sudah membuatku merasa sedikit lega. Beberapa bom yang berada di otakku rasanya sudah meledak sekarang dan otakku tidak terbebani lagi. Aku mengitari lukisan lukisan kuno kerajaan korea disini. Dan sesekali aku melihat kearah EunHee. Dia sedang membaca buku. Gadis itu sangat cantik jika sedang membaca. Sayangnya, aku tidak habis fikir jika dia bekerja. Harusnya gadis seumur dia hanya focus pada sekolahnya saja. Dan tidak perlu bekerja. Tapi itulah hidup. Aku dan dia sangat berbeda. Bagaikan bunga mawar hitam yang dikelilingi bunga mawar merah. Itulah dia. Aku melihatnya lagi berdiri. Ia mengitari lukisan yang dimana, dibagian bawah lukisan tersebut terdapat mawar hitam yang kutunjukkan padanya kemarin. Aku berdiri dibelakangnya. Melihat lihat lukisan abstrak yang dibuat seorang seniman ternama Korea. Choi Soo Min. Istrinya SungMin Hyung^^ Maka dari itu aku berkata jika aku tidak sepandai SungMin Hyung. Lihat saja, ia mampu mendapatkan wanita yang berprestasi seperti Soo Min nuna. Itu saja sudah sangat membanggakan. Daripada nunaku -_- bisanya hanya berbelanja, berbelanja dan berbelanja. Kekasihnya pun tidak jelas. Rumus mencari Luas segitiga pun dia tidak tahu. Bayangkan betapa bodohnya nunaku itu

“AKHH!!!” aku mendengarnya menjerit. Akupun segera menoleh kearahnya.

“EunHee-ssi !! Gwaenchana??” ucapku. Dan dia hanya memegangi jari telunjuknya yang berdarah. Darah yang mengucur sedikit demi sedikit. Namun darah itu tak kunjung berhenti untuk keluar.

“Nde. Nan Gwaenchana.” Ia mengucapkannya terbata bata. Bagaimana bisa dia bilang tidak apa apa disaat seperti ini? Dia bisa mati kehabisan darah!

““Kau berdarah. Sini aku obati”

“A…Andwae!!! KyuHyun-ssi !!! Nanti akan sembuh sendiri” ia menarik tangannya dari genggamanku. Namun genggamanku yang kuat tidak mengizinkannya untuk melepaskan tangannya dariku. Dan langsung saja aku memasukkan jari telunjuknya kedalam bibirku. Menghisap darahnya agar pendarahannya segera berhenti. Aku merasakan sesuatu yang aneh. Ketika aku menghisap darah dari jarinya itu, aku merasa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Seperti laju kereta api.. Jess Jess Jess Tut tut Jess Jess Jess (Author : Kyuppa ketahuan mantan tukang jaga gerbong KRL Manggarai XD #ditabok)

“Masih sakit? Ini akan mengurangi pendarahannya.”

“Gomabseumnida. Seharusnya kau tidak melakukan itu. Karena aku bisa mengobatinya sendiri”

“Sudah seharusnya aku melakukan itu. Kau kan temanku” Aku merasakan jantung itu berdetak sangat cepat lagi. Mengapa aku merasa tidak ‘srek’ ketika aku mengatakan ‘Kau kan temanku’ apa yang salah? Aku mengatakan jika dia temanku?

“Sekali lagi terima kasih”

“Ne. EunHee-ssi. Kau kenapa”

“Anio. Aku tidak apa apa. Tadi aku mencoba untuk mengambil mawar hitam ini. Tapi ternyata duri durinya sangat tajam hingga akhirnya aku tertusuk”

“Lain kali hati hati. Ini, balut jarimu. Nanti akan pendarahan lagi” ucapku seraya memberikannya sapu tangan berlabelkan Cho (Gayanyaaa make label -_-) dan ia segera memasang sapu tangan itu di Jarinya. Aku membantunya mengikatkan sapu tangan itu dengan erat agar tidak jatuh. Apa benar aku memiliki perasaan pada gadis ini? Mengapa aku sangat perhatian padanya? Lebih lebih perhatianku kepada nuna. Tidak ada satupun Yeoja yang mendapat perhatianku seperti ini. Mungkin hanya waktu yang dapat menjawabnya. Iyakan?

***

 

 

KYUHYUN POV OFF

 

 

Setelah kejadian di Kastil itu, kejadian dimana KyuHyun menghisap jemari EunHee yang terluka, mereka menjadi semakin akrab. Bahkan hampir setiap hari KyuHyun selalu datang bersama EunHee kedalam ‘Rose Castle’ tersebut. Terkadang mereka bercanda, dan serius. Menumbuhkan benih cinta dalam benak keduanya. Waktu telah menjawab apa yang KyuHyun pertanyakan. Dan juga Tuhan telah mengabulkan Doa EunHee. Terlalu sering bersama EunHee membuat KyuHyun mampu melupakan masalahnya sejenak. Melihat EunHee tertawa terkadang membuatnya merasa bahagia. Begitu pula sebaliknya. Bersama KyuHyun membuat EunHee makin yakin jika ia mencintai KyuHyun. Hingga sebuah perubahan terjadi dalam diri KyuHyun. Ia berubah dari Namja yang pendiam menjadi namja yang mau bergaul dengan orang lain. Bukan teman sekampusnya. Melainkan bergaul dengan adik bungsu EunHee, MinHo. Choi Min Ho. Lain hal dengan Seung Hyun. Seung Hyun sudah 2 minggu meninggalkan Seoul untuk menjalankan tugas perusahaan di Mokpo. Ibu EunHee juga akrab dengan KyuHyun. Perubahan yang lain adalah KyuHyun menjadi terlalu sering pulang malam. Karena ia sering ‘Have Fun’ bersama EunHee untuk melupakan perjodohan ibunya. Membuat ibu KyuHyun semakin curiga dengan perubahan dari anaknya ini.

Hingga suatu saat…

Ibu KyuHyun mendapati KyuHyun akan pergi di sabtu pagi dimana ia sedang Libur Kuliah.

“Ah Ra-ya” ucap Ibu KyuHyun pada Ah Ra

“Ne… Eomma?”

“Cari tahu kemana adikmu pergi. dan dengan siapa dia pergi”

“Waeyo eomma?”

“Tidak usah banyak bertanya Cho Ah Ra. Ikuti saja”

“Baiklah”

KYUHYUN POV

Aku melangkahkan kakiku keluar rumah. Aku sudah sangat yakin jika aku mencintai Yeoja manis yang belakangan ini selalu menemaniku. Karena hanya bersamanya aku merasa sangat bahagia. Karena hanya bersama dia aku bisa melepas penatku. Hari ini kuliahku libur. Karena telah selesai skripsi. Dan kami hanya tinggal menunggu wisuda tiba. Aku mengajak EunHee untuk bertemu di Kastil. Aku ingin mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya pada EunHee. Karena semakin kutahan dadaku semakin sesak.

Aku menunggunya di Depan pintu masuk. Dan tak lama setelah itu ia muncul.

“Lama menungguku?” ucapnya dengan sangat manis

“Ani’ aku baru saja datang”

“Kalau begitu kau ingin bicara apa padaku?”

“Ayo kita masuk”

Aku mengajaknya masuk kedalam. Dan untuk sekedar berbasa basi, aku bercanda dengannya. Menyaksikan ia tertawa merupakan kebahagiaan tersendiri untukku. Mengapa aku baru bertemu dengannya sekarang. Mengapa tak dari dulu aku mengenali gadis ini lebih dalam! Aku sangat menyesal karena selama ini mengacuhkannya.

“Eun Hee-ssi” ucapku. Sepertinya ini saat yang tepat untuk mengatakannya

“Ne?”

“Bagaimana jika ada seseorang yang…” aku tak melanjutkan bicaraku karena aku terlalu gugup. Aku tidak tahu bagaimana caranya menyatakan cinta pada seorang wanita. Aish! Paboya KyuHyunnie!! Kenapa aku tidak Tanya sama Umin Hyung terlebih dahulu – _ – Jadinya seperti inikan!? Kau harus bisa Cho Kyu Hyun! Hwaiting!!! ( Readersdeul : *ala Cheerleader* Go Oppa Go Oppa Go!! Go Oppa Go Oppa Go!!! #dilempar sandal ama KyuHyun | KyuHyun : brisik lo! Diem! )

“Yang apa?”

“Yang menyatakan jika dia mencintaimu?” ohh aku harap aku tak salah bicara!!!

“mencintaiku? Tentu saja aku akan menerimanya. Jika aku juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Memangnya kenapa?”

“em… Bagaimana jika… Bagaimana Jika aku yang menyatakan jika aku mencintaimu?”

***

 

KYUHYUN POV OFF

EUNHEE POV

 

Aku berdandan seperti biasa. Tidak biasanya KyuHyun mengajakku bertemu di Kastil pada hari minggu. Tapi aku datang saja. Mungkin dia membutuhkan pertolonganku. Aku merasakan perasaan itu. Perasaan yang kunanti nanti selama 2 tahun. ‘Cinta’ . Kini perasaan itu telah datang. Ternyata begini rasanya. Dulu aku hanya mengaguminya. Karena wajahnya. Tapi sekarang aku mencintainya. Karena hatinya. Aku berjalan dari rumah menuju Kastil tersebut. Sesampainya aku disana, aku melihat KyuHyun sedang tegak didepan pintu masuk. Sepertinya dia menungguku. Aku segera menghampirinya. Namja tampan. Kapan kau merasakan perasaan yang sama denganku huh?

“Lama menungguku?” ucapku

“Ani’ aku baru saja datang”

“Kalau begitu kau ingin bicara apa padaku?”

“Ayo kita masuk” dia dengan segera menarik tanganku masuk menuju kastil ini. Aneh, dia biasanya akan mengajakku bertemu di Kastil jika kastil ini sedang sepi. Tapi sekarang, dia mengajakku saat kastil ini sedang ramai. Ya pada hari minggu kastil ini memang ramai. Ramai oleh para turis asing yang ingin melihat lihat keindahan Kastil ini.

Selama berada didalam, aku selalu dibuatnya tertawa karena dia selalu mengajakku bercanda, dan dia mengambil setangkai mawar untukku. Dan kemudian memasangkannya di telingaku. Oh ini sungguh manis! Apa yang dia lakukan? Aku bukan kekasihnya tapi mengapa dia berikan ini untukku? Sampai pada akhirnya aku dan KyuHyun berdiri didepan lukisan tentara Korea Selatan.

“Eun Hee-ssi” Ucapnya, sepertinya ia akan mengatakan sesuatu yang sangat penting. Hmmm kira kira apa ya?

“Ne?”

“Bagaimana jika ada seseorang yang…” tiba tiba dia menghentikan nada bicaranya. Sebenarnya apa yang ingin dikatakan oleh namja ini? Mengapa aku begitu penasaran dengan apa yang di katakannya ya?

“Yang apa?”

“Yang menyatakan jika dia mencintaimu?” aku terkejut mendengar pertanyaannya. Pertanyaan ini untuk siapa? Aish! Pasti bukan untukku. Mungkin dia mulai merasa jika dia mencintai ‘Minyak Goreng’nya itu. Pasti. Dia pernah berkata jika aku temannya. Ingatlah Choi Eun Hee. HANYA TEMAN !

“mencintaiku? Tentu saja aku akan menerimanya. Jika aku juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Memangnya kenapa?”

“em… Bagaimana jika… Bagaimana Jika aku yang menyatakan jika aku mencintaimu?” DEGG!!!! Jantungku rasanya berhenti berdetak mendengar perkataannya. Dia mencintaiku? KyuHyun? Cho Kyu Hyun mencintaiku? Aku hanya diam. Aku tidak bisa berkata karena saat ini aku berada di ambang ketidakpercayaan. Aku tak percaya jika Laki laki itu mengatakannya. BENAR BENAR MENGATAKANNYA ! Rasanya aku ingin terbang bersama paus akrobatik yang bercorak titik titik seraya mengetik dan kemudian beli batik (Readersdeul : plak apadah lu Thor! Korban iklan)

“EunHee-ssi. Perkataanku salah ya?”

“Coba ulangi perkataanmu” ucapku. Aku ingin memastikan apakah ia benar benar mengatakannya atau hanya sekedar bercanda saja.

“EunHee-ssi. Saranghamnida. Nae Yeojachingu isseulkkayo? (EunHee, aku mencintaimu. Maukah kau menjadi Kekasihku?)” APA!!! Bisa ulangi perkataannya? ‘EunHee-ssi. Saranghamnida. Nae Yeojachingu isseulkkayo?’ dia… Dia benar benar mencintaiku? Dia ingin aku menjadi kekasihnya? Choi Eun Hee !! Mimpi apa kau semalam huh?

“Dangsineun, jeongmal saranghaeyo? (Kau, benar benar mencintaiku?) ” tanyaku padanya

“Jeongmal Saranghae!!! Jeongmal Jeongmal Jeongmal !!! (Aku sangat mencintaimu!!! Sangat sangat sangat !!!)”

“Geotjimal ??? (Apa kau berbohong?)”

“Anio!!! Nan geotjimal eobseoyo! (Tidak!!! Aku tidak berbohong!) Perlukah aku membuktikannya?”

“Geuraeyo. (Tentu)” Dengan sigap KyuHyun meraih daguku. Dan sekarang kami sudah berdekatan. Sangat dekat. Tidak ada jarak lagi diantara kami. Dan tentu saja banyak orang yang memperhatikan aku dan KyuHyun.

“LISTEN EVERYONE !!” Ucap KyuHyun dan tentu saja semua turis mulai berdatangan menghampiri kami.

“I’m going to do something, which proves that if I love this girl. So I hope you guys can be a witness if I love this girl.” Aku mendengarkan KyuHyun bicara. Aku mengerti apa yang dia katakan, dia mengatakan jika dia akan melakukan sesuatu yang membuktikan jika dia mencintaiku. KyuHyun semakin mendekatkan wajahnya kearahku. Sekarang hidung kami bersentuhan. Sungguh aku merasa serba salah. Jantungku berdegub semakin kencang. Kencang. Kencang dan hampir berhenti berdetak ketika…

CHU !!!

KyuHyun mendaratkan bibir lembutnya di bibirku. Dan bersamaan dengan itu, Banyak orang yang bertepuk tangan karena adegan ciuman ini. Jujur aku sangat tidak menyangka jika dia akan menciumku. Kukira ia akan menyanyi atau sebagainya. Sungguh!! (Jujur author waktu bikin ini deg degan sendiri -_-) KyuHyun melepaskan ciuman ini. Dan kemudian mengambil setangkai mawar merah dan kemudian berlutut didepanku. YA Tuhan! Ini sangat romantis ! Seperti di drama drama yang pernah kutonton 🙂

“EunHee-ssi, Do you want to be my girlfriend??” KyuHyun menyerahkan bunga mawar itu. Namun aku belum mengambilnya karena aku masih sangat tidak mempercayainya.

“Accept ! Accept ! Accept !” ucap Turis turis yang memperhatikan kami sedari tadi. Kau tahu, wajahku bersemi menjadi merah !! Dan pada akhirnya aku mengambil bunga mawar yang di ulurkan KyuHyun. Tambah riuhlah suasana di Kastil ini. Dengan tepukan tangan dari semua orang. KyuHyun pun segera memelukku.

“Saranghae” ucapnya padaku. Akupun membalas pelukkannya. Dengan sangat erat. Karena aku malu XD

“Nado Saranghaeyo”

***

“Jadi, sudah 2 tahun ini kau menyukai aku? Aish! Kenapa kau tidak bilang?” ucap KyuHyun padaku. Sekarang kami sedang berada disebuah taman bermain seraya makan Ice Cream dan duduk di depan mobil KyuHyun. Sungguh tak kusangka sekarang statusku adalah : KyuHyunnie Yeojachingu. Namun aku masih harus mengikuti apa perkataannya ‘UNTUK TIDAK MEMPUBLIKASIKAN’ hubungan ini.

“Untuk apa aku mengatakannya padamu? Toh selama ini kau mengacuhkan siapa saja yang berada didekatmu termasuk aku. Lalu, waktu itu di Kastil.. Mengapa kau mengajakku bicara?”

“Karena aku tersepona padamu” Ucapan KyuHyun membuatku sedikit terkejut. Jadi sejak saat itu KyuHyun mulai menyukaiku? Aku masih duduk di mobil KyuHyun. Dan kamipun masih bercanda ria. Namun tiba tiba aku teringat akan suatu hal

“KyuHyunnie” ucapku padanya. Dan dia menoleh kearahku

“Ne. Waeyo?”

“Bagaimana dengan perjodohanmu?”

“Kau tenang saja. Tidak usah khawatirkan itu karena aku sendiri yang akan membereskannya”

“Sungguh kau tidak ingin aku ikut menjelaskannya pada eomma mu?”

“Tidak. Ini masalahku. Tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu.” Aku mendekatkan wajahku kepundaknya. Dan kemudian memeluk pinggangnya. Tercium dengan jelas jika ia memakai parfum wanita. Baunya saja sudah bau mawar.

***

 

EUNHEE POV OFF

EunHee dan KyuHyun memang sedang berbahagia saat ini. Namun tanpa disadari oleh EunHee maupun KyuHyun, Cho Ah Ra, Kakak KyuHyun ternyata mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh adiknya. Melihat KyuHyun memeluk EunHee ditengah keramaian membuat Ah Ra sedikit mengernyitkan dahinya.

“Kau bodoh Cho Kyu Hyun” gumam Ah Ra dalam hati. Sepertinya ia tidak terima akan hubungan baru adiknya. Tentu saja tidak, karena adik EunHee, SeungHyun, saat ini sedang memabukkan hati Ah Ra. Ah Ra menyukai Seung Hyun yang bekerja di perusahaan ayahnya *Tanpa Sepengetahuan EunHee perusahaan tempat Seung Hyun bekerja adalah perusahaan Keluarga KyuHyun*

“Ini tidak boleh terjadi !! KyuHyun dan gadis itu tidak boleh bersatu!! Tidak boleh!!” Gumam Ah Ra lagi. Ia segera keluar dari kerumunan turis turis itu. Dan kemudian masuk kedalam mobilnya.

“Arrgggh!!! Dasar Nappeun KyuhYun!!! Nappeun!!! Mereka tidak boleh bersatu!!! Aku harus bisa memiliki Seung Hyun! Harus!!” Ucap Ah Ra seraya memukul mukul stir mobilnya. Dan ia meraih iPhone miliknya untuk menelfon sang ibu.

“Yeoboseyo eomma. Aku mendapati sesuatu yang mengejutkan terjadi. Aku akan menceritakannya dirumah. Ne. aku akan segera datang”

***

Ah Ra pun tiba di rumahnya. Dan kemudian berjalan memasuki rumah dengan raut wajah yang sangat sangat kusut. Ia terlalu kesal. Ah Ra mengetahui jika Seung Hyun adalah adik EunHee dari sebuah foto yang ia temukan ketika ia memberi SeungHyun tumpangan beberapa bulan lalu. Saat Ah Ra menggantikan ayahnya untuk Rapat para pemegang saham. Dan ia langsung terpikat pada SeungHyun. Hingga saat ini.

“Eomma!!!” Ucap Ah Ra sembari duduk didepan TV dengan kesal

“Katakan pada eomma, apa yang KyuHyun lakukan”

“Dia itu bodoh sekali eomma!!! Dia, memalukan!!”

“Katakanlah dengan jelas Cho Ah Ra! Aku tidak akan mengerti jka kau hanya berbicara seperti itu!”

“KyuHyun sekarang sudah memiliki kekasih!! Bagaimana dengan perjodohan antara dirinya dan Ji Hye nanti?” Ucap Ah Ra berapi api

“APA!!! Apa kau tahu, gadis itu seperti apa?”

“Kalau tidak salah, KyuHyun tadi menyebutnya dengan nama Eun Hee. Ahh!! Eomma! Gadis itu satu universitas dengan KyuHyun”

“Benarkah?”

“Iya. Dia adalah mahasiswi satu satunya yang mampu memasuki KyungHee dengan beasiswa. Jika aku tak salah mengingatnya”

“KyuHyun! Eomma benar benar sudah geram padamu!!!!” ucap ibu Kyuhyun sembari meremas remas selebaran kertas yang ia pegang.

KYUHYUN POV

 

“Kita sudah sampai. Jangan lupa mimpikan aku ya?” ucapku pada EunHee. Dia hanya terkekeh mendengar perkataanku. Hmh! Gadis ini, aku sedang serius dia malah tertawa

“Baiklah Mr.Cho aku akan memimpikan mu. Hanya namamu” ucapnya. Dan itu membuatku geram hingga akhirnya aku mencubit hidungnya itu. Dia hanya terkejut dengan tingkahku. Dan kemudian aku hanya tertawa melihat hidung dan pipinya tembamnya yang bersemi merah.

“Yak! Cho Kyu Hyun ! Hentikan itu! Sakit tau”

“Mianhaeyo. Ingat ya EunHee, jangan ceritakan hubungan ini pada siapapun. Termasuk pada Jung Ha Ra. Arra?”

“Jangan katakan dua kali. Aku sudah mengingatnya” ucapnya sambil melepas ‘seatbelt’ yang terpasang di tubuhnya sedari tadi. Aku tersenyum pada EunHee. Dan ia juga membalas senyumanku. Setelah itu ia keluar dari mobil dan kemudian masuk menuju rumahnya. Begitupula aku. Aku berbalik arah dan kemudian pulang.

Sesampainya aku dirumah, suasana dirumah ini sangat sepi. Ah bisa kutebak jika sekarang ayah sedang lembur dan Ah Ra nuna sedang tidak dirumah. Eomma juga pasti sedang tidur. Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah. Dan benar dugaanku. Rumah ini sangat sepi. Sepertinya aku pulang disaat yang tepat. Aku berjalan dengan santainya menuju kamarku.

“Cho Kyu Hyun” ucap sebuah suara dibelakangku. Dan jika kutebak itu pasti suara ibu. Aku menoleh kebelakang dan melihat ibu sedang berdiri didepan pintu kamarnya.

“Ne, eomma!?” eomma hanya berjalan kearahku tanpa mengucapkan sepatah katapun.

PAKK!!

 

 

 

Eomma menamparku –Lagi?– apa yang sebenarnya terjadi hingga eomma kembali menamparku?

“Yak!! Eomma!!! Mengapa eomma menamparku?”

“Dasar anak tidak tahu berterima kasih!! Aku sudah menjodohkanmu dengan gadis yang lebih baik dan sekarang mengapa kau tidak mengindahkan perintahku!”

“Apa maksud eomma? Sudah kukatakan aku sejak awal tidak pernah setuju akan perjodohan yang eomma buat. Aku sudah berpegang teguh pada pendirianku sendiri!”

“Yak! Cho Kyu Hyun!!! Beraninya kau memiliki kekasih dibelakang eomma. Betapa lancangnya kau melanggar apa yang eomma katakan!”

“Eomma, aku ini anak laki laki. Umurku sudah 24 tahun. Aku sudah dewasa dan aku berhak mengatur jalan hidupku sendiri.”

“Eomma hanya ingin melihatmu bahagia Cho Kyu Hyun! Bisakah hidupmu terjamin dengan gadis seperti dia!!”

“Eomma! Jika eomma ingin melihatku bahagia, yang perlu eomma lakukan hanyalah merestui apa yang aku lakukan! Harta bukan satu satunya hal yang menjamin kebahagiaan!”

“Ada apa ini?” Ucap appa ditengah perdebatan kami. Eomma hanya menoleh sebentar pada appa dan kemudian beralih padaku. Sungguh ini adalah saat dimana aku harus mempertahankan pendirianku sendiri. Menyebalkan!

“Pokoknya eomma tidak mau tahu, putuskan hubunganmu dengan gadis itu dan menikahlah dengan Ji Hye”

“Aku tidak mau eomma”

“Jika kau tidak mau, maka jangan harap kekasihmu itu bisa hidup tenang!”

“Yak!! Eomma!!!” Eomma berjalan begitu saja meninggalkan aku! Haruskah aku dikekang seperti ini! Baiklah, kukatakan jika aku menyayangi ibuku dan harus menuruti apa perkataannya. Tetapi tak selalu aku harus sependapat dengannya bukan? Apa cinta itu dapat tumbuh berdasarkan harta saja? Tidak mungkin! Dan satu lagi, siapa yang memberi tahu eomma jika aku berpacaran dengan EunHee? Apa jangan jangan Ah Ra nuna yang memberi tahunya? Tapi untuk apa nunaku melakukan hal ini?

“KyuHyun-ah. Wae geuraeyo?” Ucap appa sembari menepuk bahuku.

“Appa, ini saatnya appa untuk tidak bersikap netral seperti biasanya. Aku memang menyukai apa yang kau lakukan selama ini. Bersikap netral dan tidak berpihak pada siapapun. Tapi kini saatnya kau berubah menjadi seorang ayah.” Ucapku.

“Selama ini yang kukatakan adalah aku Netral. Namun jauh didalam lubuk hatiku, aku mendukung apa yang kau lakukan. Ini baru anak laki lakiku. Pertahankan cintamu, Nak. Namun, kau harus bisa menyelesaikannya sendiri. Layaknya seorang laki laki yang tangguh. Ne? appa akan mencoba untuk bicara pada ibumu” Aku terkejut mendengar apa yang dikatakan ayah padaku. Sebuah senyum terurai dari bibirku. Dan aku hanya bisa diam. Jadi selama ini appa mendukungku?

“Gomabseumnida appa” aku memeluk appa sekilas dan kemudian aku berjalan menuju kamarku. Nunaku tidak mungkin melakukan hal ini. Karena nunaku tidak tahu apa apa. Sudahlah Cho KyuHYun, mungkin saja suruhan eomma yang melaporkannya. Tapi sungguh, hidupku rasanya seperti Cinderella atau Rapunzel yang selalu dan selalu dikekang!!

***

 

KYUHYUN POV OFF

AUTHOR POV

“Appa, ini saatnya appa untuk tidak bersikap netral seperti biasanya. Aku memang menyukai apa yang kau lakukan selama ini. Bersikap netral dan tidak berpihak pada siapapun. Tapi kini saatnya kau berubah menjadi seorang ayah.” Ucap KyuHyun pada sang ayah setelah ia habis bertengkar hebat dengan sang ibu. Ayah KyuHyun hanya mengembangkan senyumnya. Bangga karena sekarang anaknya telah bersikap dewasa

“Selama ini yang kukatakan adalah aku Netral. Namun jauh didalam lubuk hatiku, aku mendukung apa yang kau lakukan. Ini baru anak laki lakiku. Pertahankan cintamu, Nak. Namun, kau harus bisa menyelesaikannya sendiri. Layaknya seorang laki laki yang tangguh. Ne? appa akan mencoba untuk bicara pada ibumu”

“Gomabseumnida appa” KyuHyun langsung memeluk sang ayah dengan senyum yang mengembang di pipinya. Dan kemudian ia langsung beranjak menuju kekamarnya, begitu pula dengan sang ayah.

Ayah KyuHyun membuka pintu kamar. Dan melihat istrinya sedang membaca majalah di ranjang.

“Sudah pulang?” Tanya ibu KyuHyun acuh

“Sayang, tidakkah kau lihat KyuHyun itu sudah dewasa? Biarlah ia mengatur jalannya sendiri.” Ucap Ayah KyuHyun sembari melepas dasi yang melekat di tubuhnya. Ibu KyuHyun hanya menghela nafas dan kemudian menutup majalah tersebut. Menatap ayah KyuHyun.

“Aku hanya ingin dia hidup bahagia dengan segala kecukupan” ucap Ibu KyuHyun enteng

“Namun kau harus memikirkan perasaan anakmu sendiri. Jika dia tidak merasa bahagia bagaimana?”

“Sayang, apa yang tidak bahagia? Ji Hye itu cantik dan baik hati. Serta dengan apa yang kita dan keluarganya miliki maka itu sudah sangat lebih dari cukup. Mereka pasti bahagia”

“Bahagia tidak dapat diukur dari segi materi. Kau harus ingat bagaimana kita hidup dalam cinta sebelum pada akhirnya aku berhasil”

“Justru itu aku tidak menginginkan KyuHyun hidup dalam kesulitan seperti yang pernah kita alami. Ku mohon mengerti. Aku melakukan ini demi dirinya juga. Aku tidak ingin KyuHyun terpuruk seperti kita. Diacuhkan karena kita miskin. Apa kau kira perasaanku tidak terluka?” Sejenak keduanya terdiam. Ayah KyuHyun tidak dapat menjawab apa yang dikatakan istrinya. Karena apa yang dikatakan istrinya itu juga merupakan hal yang benar.

“Itu tidak mungkin. Yang harus kita lakukan sebagai orang tua hanyalah mendukung setiap hal yang dilakukannya. Seperti kita mendukung dan melarang Ah Ra. Menurutku, kau juga harus melakukan itu pada Ah Ra. Bukan hanya pada KyuHyun. Pertimbangkanlah”

“Tidak. Keputusanku sudah bulat dan tidak dapat diubah kembali. KyuHyun adalah putraku dan aku menginginkan yang terbaik untuknya. KyuHyun hanya akan kurestui menikah dengan Ji Hye. Bukan dengan gadis lain yang derajatnya lebih rendah dari kita. Titik. Jangan ajak aku bicara akan hal ini lagi. Aku ingin tidur”

***

AUTHOR POV OFF

EUNHEE POV

 

 

 

Hari ini aku bangun lebih pagi. Kenapa ya? Ingin saja begitu. Aku terlalu senang dengan kejadian kemarin hingga akhirnya aku bangun terlalu pagi. Pukul 4. Yang bisa kulakukan hanyalah membantu eomma. Karena hari ini Seung Hyun akan pulang dari Mokpo. Dan minggu depan adalah hari wisudaku. Kebahagiaan sekarang bertumpuk dalam hatiku. Memiliki kekasih dan kemudian lulus dari KyungHee kemudian bekerja dan menikah, aku juga bisa memenuhi keinginan ibuku.

Setelah aku membantu ibu, aku segera mandi untuk pergi ke kampus. Aku berjalan seperti biasanya menuju Halte. Untuk menunggu bus. Jarak dari rumahku Ke KyungHee memang bisa dibilang jauh. Mungkin sekitar 2.5 km dari sini. Namun aku menikmatinya. KyuHyun, kau membuat hidupku terasa sangat bahagia.

Sesampainya aku di kampus. Aku melihat KyuHyun masih duduk dikursi sebelahku. Ha Ra mungkin masih melakukan kegiatan itu. Eh tidak! Aku melihat Ha Ra sedang duduk bersama Ryeowook. Namjachingunya. Ehmh! Tak apalah. Aku segera duduk disamping KyuHyun. Namun aku melihat wajahnya tak seperti biasa. Lebih kusut.

“KyuHyunnie. Waeyo?” tanyaku padanya. Dan kemudian dia memandangku dengan tatapan yang belum pernah kulihat sebelumnya.

“Anio. Hanya kurang sehat saja. Itu karena kau tidak menelfonku semalam” aku sedikit tersenyum mendengar perkataan KyuHyun. Namun sungguh. Aku bisa membaca dari raut wajahnya. Jika saat ini dia sedang ada masalah. Aku menggenggam tangannya dengan erat dibawah meja.

“Wa…Wae?” aku hanya tersenyum menanggapinya

“Kau sedang ada masalah bukan? Jika ini tentang perjodohan itu, katakan saja”

“Bukan. Ini bukan karena perjodohan itu. Ini karenamu”

“Mwo? Aku? Kenapa denganku? Apa aku kurang Cantik seperti YoonA SNSD?”

“Bukan. Kau lebih cantik darinya. Ini karena aku terlalu mencintaimu. Sehari saja tidak bertemu aku sudah merindukanmu” aku terkekeh mendengar perkataannya itu. Jadi ini karena dia merindukan aku? Hey Cho Kyu Hyun, ternyata kau sangat manja!! Aku menggenggam tangannya semakin erat.

“Gomawo” ucapku

“Gomawo? Untuk apa?”

“Karena kau sudah mencintai dan merindukanku. Aku senang mendengarnya” aku melepaskan pegangan tanganku. Namun KyuHyun menggenggam tanganku sangat erat. Dan itu mengisyaratkan jika aku tidak boleh melepaskannya. Baiklah KyuHyun. Aku akan mengikuti apa perkataanmu. Aku tersenyum padanya. Dan selama pelajaran dengan LeeTeuk Songsaengnim berlangsung, yang kami kerjakan adalah : Tangan kiriku memegang tangan kanan KyuHyun. Tangan kananku menulis dan tangan kiri KyuHyun menulis. Sesekali KyuHyun menggelitik tanganku hingga akhirnya terkadang aku ingin tertawa.

Setelah jam pelajaran usai, aku dan KyuHyun hendak pulang bersama. Namun tiba tiba ponselku berdering. Dari sebuah nomor yang tidak tersimpan diponselku. Kira kira nomor siapa ya? Aku mengangkatnya.

“Yeoboseyo?” ucapku.

“Benar ini dengan Nona Choi Eun Hee?” Tanya sebuah suara di sebrang sana. Suara wanita.

“Ya, ini aku Choi Eun Hee. Ini siapa?”

“Aku Cho Ah Ra. KyuHyunnie nunaga. Jangan beritahu KyuHyun jika aku menelfonmu. Aku ingin bertemu denganmu di Rose Castle sekarang juga. Jangan bawa KyuHyun karena aku hanya ingin bicara 4 mata denganmu”

“Ah baiklah. Aku akan datang” aku menutup telponku. Dan kemudian menatap KyuHyun yang sedari tadi menggenggam tanganku dengan erat. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Benarkah ini perasaan KyuHyun yang sebenarnya?

“Dari siapa?”

“Chinguga hanteseo (Dari temanku). KyuHyunnie, mianhae. Bisakah untuk hari ini kita tidak pulang bersama?”

“Waeyo?”

“Aku…Aku ada janji dengan temanku”

“Kalau begitu aku antar”

“A.. Andwaeyo. Tidak perlu. Lagipula katamu hubungan ini tidak boleh terpublikasikan bukan? Jadi lebih baik aku pergi sendiri”

“Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”

“A..Anio!! Eobseumnida (Tidak ada). Eotte? (Bagaimana?)”

“Geurae. Tapi janji besok kita harus pulang bersama ya?”

“Ne.” aku segera melepaskan genggaman tangan KyuHyun dan kemudian pergi meninggalkannya. Ada sesuatu yang menjanggal dalam hatiku. Aku merasa bersalah karena aku telah berbohong padanya. Namun disisi lain, aku juga tidak ingin KyuHyun mengganggu pembicaraanku dengan kakaknya.

Sesampainya aku di Kastil, aku melihat seorang wanita sedang berdiri didepan lukisan Jendral Nami. Jika kulihat dari postur tubuhnya, ia wanita yang ideal. Hanya saja kurang tinggi. Aku mencoba memastikan benarkah dia Cho Ah Ra. Wanita yang menelfonku tadi.

“Cho Ah Ra?” ucapku. Dan gadis ini langsung menoleh ke arahku. Gadis ini cantik. Dan sangat mirip dengan KyuHyun. Sepertinya aku tidak salah orang.

“Ne. Nan Cho Ah Ra. Ooh jadi kau, yang bernama Choi Eun Hee?”

“Ne. Geuraeyo”

“Langsung saja. Aku tidak akan berbasa basi. Jauhi adikku” DEG! Sekarang rasanya aku akan mati berdiri. Mengapa ia ingin aku menjauhi KyuHyun? Padahal kami baru saja pacaran kemarin. Sekarang hatiku rasanya sangat sakit. Entah mengapa

“Waeyo?”

“Karena gadis miskin sepertimu tidak pantas untuk bersanding dengan adikku. Menjauhlah darinya. Kau dan KyuHyun tidak bisa bersatu! Selamanya”

“Kenapa kau sangat yakin mengatakannya Cho Ah Ra? Apa alasanmu mengatakan itu. Dan kenapa aku tidak layak untuk bersanding dengan adikmu?”

“Pertama, karena kalian itu berbeda derajat dengan keluarga kami. Dan kedua, karena aku mencintai adikmu. CHOI-SEUNG-HYUN !!” Sejenak aku terdiam. Demi apa aku harus mengatakan jika wanita ini mencintai adikku sendiri? Dari mana dia mengenal adikku? Lalu apakah Seung Hyun juga mencintai wanita ini? Ini membuat hatiku bagai di sayat oleh beribu ribu pedang. Rasanya aku ingin sekali menangis. Bukan karena wanita ini mencintai adikku. Namun karena wanita ini mengatai aku Miskin. Itu sangat kasar. Namun aku mencoba menahannya.

“Ada lagi yang ingin kau katakan padaku?”

“Menjauh dari KyuHyun. Ini perintah ibuku. Jika kau tidak ingin celaka. Aku yakin, kau mendekati adikku hanya untuk memanfaatkan kekayaan kami saja.”

“Aku tulus mencintainya. Aku tidak pernah terfikir untuk melakukan seperti yang kau tuduhkan padaku” ucapku geram

“Benarkah? Tapi tetap saja keluarga kami tidak akan menerima gadis miskin yang hina sepertimu. KyuHyun akan di jodohkan dengan wanita yang lebih baik DIBANDING DIRIMU !!”

“CHO AH RA !!!” ucapku meninggi. Untungnya kastil ini sedang sepi. Jadi aku bisa berteriak sesukaku. Kulihat gadis ini terdiam. Dan sekarang benar benar, aku menangis dibuatnya.

“Aku memang miskin. Tetapi aku tidak hina!!! Aku akan tidak akan menjauhi KyuHyun. Karena aku terlalu mencintainya. Tidakkah kau sadar jika perkataanmu itu bagaikan racun yang merasuk dalam tubuhku? Aku permisi” dengan mata berkaca kaca aku pergi meninggalkan kastil ini. Ketika aku membuka pintu, aku melihat KyuHyun sedang berdiri didepan pintu.

“EunHee-ya. Mengapa kau menangis?” ucapnya namun aku tidak menghiraukan perkataannya. Aku langsung saja berjalan meninggalkannya. Sungguh baru kali ini aku merasakan luka yang sesakit ini.

EunHee POV OFF

KyuHyun POV

 

 

Pelajaran sudah usai. Dan sekarang saatnya pulang. Sedikit beban fikiranku terbuang. Karena aku melihat EunHee. Senyumnya yang mampu membuatku melupakan itu semua. Genggaman tangannya membuatku merasa sangat nyaman berada didekatnya. Saat kami sedang berjalan di koridor kampus, Ponsel Eun Hee berdering

“Yeoboseyo? Ya, ini aku Choi Eun Hee. Ini siapa? Ah baiklah. Aku akan datang” ia menutup telfonnya dan kemudian menatapku yang sedari tadi menggenggam erat tangannya.

“Dari siapa?” ucapku

“Chinguga hanteseo (Dari temanku). KyuHyunnie, mianhae. Bisakah untuk hari ini kita tidak pulang bersama?” apa? Tidak pulang bersama? Hey ini adalah hari kedua dari hubungan kita

“Waeyo?”

“Aku…Aku ada janji dengan temanku” aku mendengarnya sedikit gugup mengatakan hal ini. Apa dia sedang berbohong padaku?

“Kalau begitu aku antar”

“A.. Andwaeyo. Tidak perlu. Lagipula katamu hubungan ini tidak boleh terpublikasikan bukan? Jadi lebih baik aku pergi sendiri” Sepertinya dia memang menyembunyikan sesuatu dariku

“Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”

“A..Anio!! Eobseumnida (Tidak ada). Eotte? (Bagaimana?)”

“Geurae. Tapi janji besok kita harus pulang bersama ya?”

“Ne” EunHee segera melepaskan genggaman tanganku dan kemudian berlalu pergi meninggalkan aku. Aku melihatnya berlari dengan tergesa gesa. Dengan siapa ia akan bertemu? Apa dia akan pergi menemui pria lain? Andwae!! Aku harus segera mengikutinya.

Ah! Sial! Aku terjebak macet! Aku melihat bus yang di tumpangi EunHee sudah sangat jauh! Aku pasti tidak tahu dia kemana! Tunggu, Bukankah ini  jalan menuju ke Kastil Mawar itu? Aish! Ayolah mobil sialan! Jangan halangi aku!! Kurasa kemacetan ini akan berlangsung sangat lama. Akhirnya aku meminggirkan mobilku dan kemudian berlari menuju Kastil itu. Dan tak lama kemudian aku tiba. Didepan mataku tampak mobil Mercy Berwarna putih dengan plat yang sama dengan plat nunaku. Apakah…EunHee menemui nuna? Dan yang menelfonnya tadi adalah nuna? Aku berdiri disamping pintu kastil. Dan mendengar apa yang mereka bicarakan. Sepertinya aku sudah terlambat

“Kenapa kau sangat yakin mengatakannya Cho Ah Ra? Apa alasanmu mengatakan itu. Dan kenapa aku tidak layak untuk bersanding dengan adikmu?” Sudah kuduga, memang Nuna yang sedang berbicara dengan EunHee. Namun mengapa EunHee berkata demikian?

“Pertama, karena kalian itu berbeda derajat dengan keluarga kami. Dan kedua, karena aku mencintai adikmu. CHOI-SEUNG-HYUN” Sejenak aku terdiam. Jadi yang mengetahui jika aku berpacaran dengan EunHee adalah nuna dan yang mengadukan itu pada Eomma adalah dia? Egois sekali yeoja itu!

“Ada lagi yang ingin kau katakan padaku?”

“Menjauh dari KyuHyun. Ini perintah ibuku. Jika kau tidak ingin celaka. Aku yakin, kau mendekati adikku hanya untuk memanfaatkan kekayaan kami saja.” Eomma. Lagi lagi Eomma. Aku semakin mengepalkan tanganku. Mengapa eomma tiada hentinya melakukan hal ini !! ini semua gara gara Cho Ah Ra! Dasar wanita egois!

“Aku tulus mencintainya. Aku tidak pernah terfikir untuk melakukan seperti yang kau tuduhkan padaku” benarkah? Jika dia tulus mencintaiku? Tuhan. Terimakasih telah mempertemukan aku dengan gadis sebaik dirinya

“Benarkah? Tapi tetap saja keluarga kami tidak akan menerima gadis miskin yang hina sepertimu. KyuHyun akan di jodohkan dengan wanita yang lebih baik DIBANDING DIRIMU !!”

“CHO AH RA !!!” Aku bisa mendengar teriakan EunHee dari sini. Jujur hatiku juga ikut sakit mendengar perkataan nunaku. EunHee memang gadis miskin. Namun dia tidak hina. Dia sangat kucintai.

“Aku memang miskin. Tetapi aku tidak hina!!! Aku akan tidak akan menjauhi KyuHyun. Karena aku terlalu mencintainya. Tidakkah kau sadar jika perkataanmu itu bagaikan racun yang merasuk dalam tubuhku? Aku permisi” Aku mendengar langkah EunHee dibalik pintu ini. Dan sesaat kemudian aku melihatnya keluar dengan berlinang air mata. Nuna, aku tidak terima jika kau membuat Yeojaku menangis!

“EunHee-ya. Mengapa kau menangis?” ucapku, namun dia tidak menghiraukan itu. Dan ia langsung berlari meninggalkan aku. Nuna! Kau sangat egois! Aku masuk kedalam kastil. Menghampiri Cho Ah Ra dan kemudian…

Pak!!!

 

 

Aku menamparnya. Memang tidak keras, tapi setidaknya dia sadar. Jika sekarang aku benar benar marah! Aku marah karena Yeojaku disakiti! Aku marah karena Yeojaku dianggap hina! Aku marah karena Yeojaku menangis.

“KAU EGOIS CHO AH RA !! Beraninya kau membuat Yeojaku menangis!”

“KyuHyun-ah! Kau keterlaluan! Beraninya kau menampar nunamu”

“Aku berani karena kau pantas untuk itu. Kau egois nuna!!”

“Aku? Egois? Hah! Harusnya kau pikir Cho Kyu Hyun! Siapa yang egois!! Aku mencintai laki laki itu namun kemudian kau memutuskan harapanku untuk bisa bersamanya”

“Laki laki itu belum tentu mencintaimu!!” aku segera pergi meninggalkan nunaku. Saat ini amarah belum mereda dari dadaku. Emosi ini masih menggebu gebu. Tuhan, pada akhirnya haruskah aku membenci ibuku sendiri demi mempertahankan cintaku ini ??

KyuHyun POV OFF

Eun Hee POV

Aku berjalan menuju taman. Air mata masih mengepul di pelupuk mataku. Mengapa ini terjadi padaku? Apa salahku? Mengapa ini terjadi? Wanita itu tega sekali mengatai aku sebagai Gadis hina. Jika SeungHyun mencintai wanita itu juga… Maka aku harus merelakan Cintaku? Maka aku harus rela KyuHyun menjadi Adik iparku dan bukan kekasihku lagi? Cobaan ini sangat berat. Aku melihat taman ini sepi. Hanya ada aku dan sebuah bola basket yang berada di depan ring. Aku segera berlari menuju bola itu. Dan kemudian menghempasnya. Bermain sembarang. Berulang kali aku mencoba untuk memasukkannya. Namun tak kunjung masuk. Membuatku geram.

“MENGAPA AKU SEPERTI INI !!!!” Untuk yang terakhir kalinya aku menghempas bola basket itu ke ring. Dan masuklah bola itu. Air mataku turun. Dan kemudian aku terduduk di depan ring. Aku menangis.Cinta? ini yang disebut cinta? Ini bukan Cinta!! Bukan!! Aku menangis sangat lama. Hingga aku tidak sadar jika sekarang hujan membasahi tubuhku. Ternyata alam juga ikut bersedih jika aku menangis. Seperti kata ayah. Dan entah mengapa, aku mengingat ayah. Ayah. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Mengapa hidupku begitu menyedihkan? Kurasakan seseorang memelukku. Dengan memayungkan diriku.

“Nuna!! Mengapa nuna berdiri disini? Kajja kita pulang!!” Ucap SeungHyun ditengah gemuruh hujan. Aku menatapnya. Dan air mataku masih saja mengalir

“Nuna~ Mengapa nuna menangis?”

“SeungHyunni.” ucapku padanya. Dan dia memandangku aneh

“Ne? Nuna-ya?”

“SeungHyunni” ucapku lebih parau. Dan akhirnya aku merasa pusing. Hingga akhirnya aku pingsan dan semuanya berubah menjadi gelap. Gelap gulita.

“Nuna!!! Nuna!!! Nuna!!!”

***

 

(Author POV)

 

 

Eun Hee terkulai lemas. Karena hujan itu suhu tubuhnya berubah menjadi  sangat tinggi. Ia adalah anak yang rentan terhadap suhu. Beruntung SeungHyun yang menemukannya tengah menangis didepan Lapangan basket tempat MinHo biasanya bermain. Namun SeungHyun merasa ada yang aneh pada nunanya itu. Hingga saat SeungHyun membawa EunHee kerumah, ibunya hanya bisa khawatir. Begitu pula MinHo. SeungHyun mengompres EunHee dan menjaganya semalaman . Karena baginya, EunHee adalah Nuna yang paling menyayangi dirinya. EunHee yang rela berkorban untuknya ketika SeungHyun mengalami kecelakaan dua belas tahun yang lalu. Saat SeungHyun berusia 13 tahun, ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia kekurangan banyak darah. EunHee dan SeungHyun memiliki golongan darah yang sama. AB. Sedangkan ayahnya A dan ibunya B. dan pada akhirnya EunHeelah yang selama kurang lebih 7 hari berturut turut mendonorkan darahnya untuk sang adik. Diusia yang ke 15 tahun EunHee sudah harus bisa menjadi kakak yang baik. Belum lagi saat mereka kehilangan sang ayah pada tahun 2005 (saat eunhee berusia 20 tahun). Itulah saat yang paling tidak bisa dilupakan oleh SeungHyun

“Hmmh…” Desah EunHee ditengah tidurnya

“Nuna-ya. Ireondago. Gwaenchanayo. Nan Yeogie (Kakak. Bangunlah. Tidak apa apa. Aku disini)” Ucap SeungHyun sembari membelai rambut kakaknya. Dan akhirnya EunHee membuka mata.

“SeungHyunni. Aku dimana?”

“Kau berada dirumah. Kemarin sore kau pingsan di tengah hujan. Nuna, apa yang terjadi? Mengapa nuna menangis kemarin? Apa ada namja yang melukai perasaan nuna? Siapa orangnya!”

“Anio. SeungHyunni. Kau mengenal Cho Ah Ra?”

“Tentu saja. Ah Ra adalah anak dari Presdir Cho. Darimana kau mengenalnya?”

“Tidak perlu tahu. Dan, apakah kau mencintainya?” Sejenak SeungHyun terdiam. Dan kemudian tertawa. SeungHyun benar benar tertawa dengan lepas. Membuat EunHee heran memandang Namdongsaeng kesayangannya ini.

“Wae? Mengapa kau tertawa?”

“Nuna, kau lucu. Tidak mungkin. Saat ini aku sedang menjalani hubungan dengan Rin Chan. Kwon Rin Chan. Adik sepupu songsaengnimmu itu. Aku tidak mungkin mencintai Cho Ah Ra. Kakak kekasihmu” EunHee terkejut mendengarnya. EunHee merasa heran darimana SeungHyun mengetahui jika dirinya tengah menjalin hubungan dengan KyuHyun? ‘dunia memang sempit’ batin EunHee.

“Justru aku mengetahuinya dari Ah Ra. Nuna~” ucap SeungHyun. Dan lagi EunHee terperangah. Jadi selama ini Ah Ra mencintai SeungHyun tetapi SeungHyun tidak mengetahuinya? Batin EunHee berbicara lagi. Dan EunHee menoleh kearah jam di dindingnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 08 pagi.

“Yak! Kenapa kau ajak aku bicara. Sekarang aku harus kuliah”

“Eit! Chakkamanyo nuna! Aku sudah bicara pada LeeTeuk Hyung. Kau mendapat keringanan hari ini. Karena kau libur, selesaikanlah skripsimu itu. Dan cepat2 wisuda lalu bekerja!”

“Dasar cerewet. Sudah keluar sana!” ucapnya seraya melempar SeungHyun dengan bantal. Dan EunHee langsung terfikir akan sosok KyuHyun. Namun EunHee segera menepis fikiran itu. Ia beralih pada Laptop miliknya dan segera menyelesaikan tugasnya.

***

 

 

Sementara itu, KyuHyun sedari tadi menunggu EunHee di kelasnya. Namun ia tak kunjung datang. Itu membuat KyuHyun semakin Khawatir. Ia berfikiran jika mungkin EunHee tertekan karena perkataan sang nuna. Atau mungkin EunHee sekarang membencinya atas kejadian kemarin. Semua berkecamuk didalam fikiran KyuHyun. Dan ketika ia menelfon EunHee, EunHee tidak mengangkatnya. Dan itu membuat KyuHyun semakin gelisah. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran hari ini. Iapun pergi untuk menemui EunHee dirumahnya.

Tokk…Tokk…Tokk…

 

 

“Ne, chakkamanieyo” terdengar suara EunHee dari dalam. Dan saat EunHee membuka pintunya , ia begitu terkejut melihat KyuHyun yang sudah berdiri didepannya disertai dengan senyuman manis yang memabukkan.

“KyuHyunnie, waeyo?” Tanya EunHee

“Mengapa kau tidak kuliah?? Apa kau masih marah karena kejadian kemarin?”

“Lupakan kejadian itu. Aku tidak ingin membahasnya. Sekarang katakan, apa maumu?”

“Mengapa kau jadi kasar begitu padaku? Aku ini namjachingumu.”

“Cepat aku sedang tidak ingin berbasa basi” EunHee masih saja bersikap dingin pada KyuHyun. Membuat KyuHyun memanyunkan bibirnya.Akhirnya ia pun menggelitik EunHee dan itu membuat EunHee tertawa

“Hei ! Hentikan itu tidak lucu! Yak! Cho KyuHyun!! Itu geli! Yak pabo!! Geumanhae!” ucap EunHee dan KyuHyun menghentikan aksinya menggelitiki EunHee. EunHee memasang wajah cemberut setelah KyuHyun berhenti menggelitikinya.

“Jika wajahmu masih seperti itu, aku akan melakukannya lagi. Kekasihku tidak boleh berwujud seperti nenek sihir” guraunya. Dan membuat Eunhee menaikkan sebelah alisnya

“Mwo? Nenek sihir katamu?” Ucap EunHee

“Ikut aku” Dengan segera KyuHyun menarik tangan EunHee yang sedari tadi berdiri didepan pintu rumahnya.

“Yak! Cho Kyu Hyun!! Lepaskan!! Cho Kyu Hyun!!!” KyuHyun tak menghiraukan perkataan EunHee. Ia tetap saja menarik EunHee hingga masuk kedalam mobilnya. Setelah itu, KyuHyun membawa EunHee kesuatu tempat. Bukan kastil mawar. Kesebuah taman yang letaknya sangat jauh dari kesan ‘Ramai’ .

“Untuk apa kita kemari?” ucap EunHee dan KyuHyun segera menariknya duduk di Kursi taman itu.

“Katakanlah padaku” ucap KyuHyun serius

“Katakan apa?”

“Kejadian kemarin.” Sejenak perubahan terjadi pada EunHee. Ia mengingat perkataan Kakak KyuHyun di Kastil kemarin ‘Tapi tetap saja keluarga kami tidak akan menerima gadis miskin yang hina sepertimu.’ EunHee tak menanggapi kata kata KyuHyun. Kini ia benar benar terdiam. Serasa ada beratus ribu jarum yang menghujam perasaannya. Hingga menyebabkan ia akan menangis

“Antarkan aku pulang” ucap EunHee

“Mwo? Kau harus menjawab dulu pertanyaanku EunHee”

“Untuk apa? Untuk apa aku menjawabnya!!! Gadis miskin yang hina sepertiku tidak pantas untuk mencintaimu Cho KyuHyun!! Tidak pantas!!” Tumpah sudah air mata Eunhee. Membuat KyuHyun mengalihkan pandangan padanya. Melihat EunHee menangis membuat hatinya terasa sakit untuk yang kedua kalinya. Jika sebelumnya ia bisa menampar Cho Ah Ra karena dia yang membuat EunHee menangis, sekarang ia mungkin harus menampar dirinya sendiri karena EunHee menangis karenanya.

“EunHee-ya” ucap KyuHyun

“…” EunHee tidak menjawabnya. Ia masih menangis. Dan KyuHyun dengan segera menghampiri EunHee. Ia memegang pundak EunHee.

“Tatap aku” ucap KyuHyun. Namun EunHee tidak menghiraukannya. Ia tetap saja menangis

“Tatap aku Choi Eun Hee!! Tatap aku!!” bentak KyuHyun. Dan kali ini EunHee menatap KyuHyun, nanar.

“Apa kau terlihat hina dimataku? Apa aku memandangmu sebagai gadis hina? Apa aku memandangmu seperti itu? Aku mencintaimu. Tulus dari hatiku EunHee. Aku tidak pernah sebelumnya mencintai siapapun. Aku menyayangimu lebih dari diriku sendiri.”

“…” EunHee masih saja terdiam. Begitu sedihnya sampai ia tak dapat mengucapkan sepatah katapun.

“Jika kau masih tak percaya, aku akan membuktikannya sekarang juga” ucap KyuHyun. Perlahan lahan ia menghapus air mata yang mengalir di wajah EunHee. Dan lalu ia mencium bibir EunHee. Dapat dirasakan olehnya jika KyuHyun memang bersungguh sungguh dengan ucapannya. Ciuman itu terjadi sangat lama. KyuHyun memang bersungguh sungguh. Ciuman lembut yang semakin dalam ia rasakan. Dan beberapa menit kemudian, KyuHyun menghentikan ciuman itu.

“Sekarang kau percaya?” ucap KyuHyun berusaha meyakinkan EunHee. Dan EunHee mengangguk. Namun tetap saja –Tanpa SENYUMAN– lalu KyuHyun memeluk erat pujaan hatinya itu. EunHee membalas pelukkan KyuHyun. Dan tumpahlah tangisannya di dada KyuHyun. Setelah berpelukkan, KyuHyun mengantar EunHee pulang.

***


Sesampainya mereka di rumah EunHee, EunHee melihat pintu rumah terbuka dengan lebar. Ia khawatir Karena biasanya pintu rumah tidak pernah dibiarkan terbuka lebar seperti itu. EunHeepun berlari dengan segera. Diikuti dengan KyuHyun dibelakangnya. Ketika EunHee masuk, didapatinya, SeungHyun tengah terbaring tak berdaya dengan penuh luka di wajahnya. Seperti habis dipukuli oleh preman.

“Omo!! SeungHyunnie!!!” Ucap EunHee, dan ia segera menghampiri SeungHyun yang ditemani sang ibu.

“Eomma!! Apa yang terjadi pada SeungHyun eomma!! Mengapa ia babak belur seperti ini!? Eomma! Waeyo!!” ucap EunHee.

Bugh!!

 

 

KyuHyun mendapatkan tinjusn mentah dari MinHo. Wajah MinHo sudah memerah. Dan sepertinya ia sangat marah pada KyuHyun. Tinjuan MinHo membuat KyuHyun tersungkur dan bibirnya mengeluarkan darah.

“Pergi Kau dari sini!! Gara gara kau, kakakku jadi terluka seperti itu!!! Pergi !!” bentak MinHo pada KyuHyun. Ibu EunHee kemudian menatap EunHee dengan linangan air mata. Seperti mengisyaratkan agar ia menyuruh KyuHyun untuk pulang.

“KyuHyun-ah. Bisakah kau tinggalkan kami?” ucap EunHee datar pada KyuHyun. Dan dengan segera KyuHyun meninggalkan rumah EunHee. Setelah KyuHyun pulang, MinHo menutup, dan mengunci pintu rumahnya. Agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. MinHo duduk disamping EunHee yang sedang mengompres Luka SeungHyun (SeungHyun sedang tertidur dipangkuan EunHee)

“Nuna, Akhiri hubunganmu dengan Cho Kyu Hyun itu SEKARANG JUGA” ucap MinHo. Dan itu membuat EunHee menoleh kearahnya.

“Waeyo?” Tanya EunHee

“EunHee-ya, Ibu rasa… Jodohmu bukan dirinya. Tadi, dua orang bertubuh kekar bersama dua orang wanita datang kemari. Dan, orang orang itu menyakiti SeungHyun.”

[FLASHBACK]

 

 

“Yak! Cho Kyu Hyun!! Lepaskan!! Cho Kyu Hyun!!!” Teriak EunHee dari luar. Dan sang ibu hanya tertawa mendengarnya. Ia tahu, pasti KyuHyun saat ini sedang mengajak putrinya kencan. Ibu EunHeepun berjalan kedepan dan menutup pintu rumahnya.

Beberapa saat kemudian, saat Ibu EunHee masih sibuk membuat Kimchi, tiba tiba ada sebuah suara yang sepertinya sedang menggedor gedor pintu rumahnya. Ibu EunHee berjalan dengan penuh hati hati menuju keluar. Dan memang benar. Ada 2 orang pria bertubuh kekar dan 2 orang wanita. Yang satunya muda dan yang satunya wanita yang seumuran dengan ibu EunHee –Cho Ah Ra dan Ibunya–

“Kau ibunya Choi Eun Hee?” Tanya ibu KyuHyun

“Ya, dan Anda siapa?”

“Aku ibunya Cho Kyu Hyun. Baiklah langsung saja ya. Karena aku tidak bisa berada ditempat kecil yang kumuh seperti ini. Suruh anakmu untuk Menjauhi putraku”

“Mengapa?”

“Masih bertanya mengapa? Dengarkan aku, kalian itu berasal dari keluarga yang berada dibawah!! Kalian itu miskin !! Anakku tidak pantas mencintai Wanita hina seperti anakmu itu!” ucap ibu KyuHyun terang terangan. Dan itu membuat Ibu EunHee merasa marah. Ibu mana yang tidak marah ketika anaknya dikata Hina? Jika Ibu EunHee adalah ibu kalian, maka ia pasti juga akan melakukan hal yang sama bukan?

“Siapa yang mengatakan nunaku hina!” Ucap SeungHyun. Ia segera keluar dari kamarnya mendapati sang kakak dikatai Hina oleh ibu KyuHyun. Dan Sontak itu membuat Cho Ah Ra memalingkan wajahnya. Ia takut SeungHyun akan membencinya nanti.

“Aku. Mungkin kurasa, bukan hanya gadis itu yang hina. Melainkan kalian semua. Cih, keluarga miskin yang hina!”

“Hey Nyonya!! Bisakah kau jaga ucapanmu? Dimana etika dan sopan santunmu sebagai istri dari presdir Cho huh!!!” Bentak SeungHyun

“Beraninya kau membentakku!! Hey kalian, habisi laki laki ini” perintah ibu KyuHyun dan kedua orang itu berjalan menghampiri SeungHyun. Beberapa pukulan bisa dihindari olehnya. Namun tidak pada yang terakhir. SeungHyun jatuh tersungkur dan

Bugh!

Bugh!

Bugh!

 

 

Berkali kali pria kekar itu memukuli SeungHyun hingga dirinya terkulai lemas. Dan banyak luka yang mendarat pada wajahnya. Setelah puas memukuli SeungHyun, Ibu KyuHyun menghampiri Ibu EunHee

“Apa kau ingin anakmu mengalami sesuatu yang lebih dari ini? Jika tidak, maka suruh putrimu itu menjauh dari anakku. Kalau begitu aku permisi dulu”

Ibu KyuHyun dan Ah Ra beserta kedua orang itu pergi meninggalkan Ibu EunHee dan SeungHyun yang terkulai lemas. Dan tak lama setelah itu MinHo pulang dari kegiatannya di sekolah.. Ketika ia sampai dirumah, Ia terkejut mendapati SeungHyun sudah babak belur seperti itu.

[FLASHBACK OFF]

 

 

(AUTHOR POV OFF)

 

EUNHEE POV

 

Mendengar cerita Eomma rasanya jantungku berhenti berdetak. Hatiku tiba tiba merasa sesak. Dan akhirnya aku menangis. Aku menangis karena aku merasa kasihan pada kalian bertiga. Karena aku kalian harus menderita seperti ini. Terutama dirimu SeungHyun. Maafkan nuna. Maaf.

“SeungHyunnie. Maafkan nuna. Maaf” ucapku sembari membelai rambutnya. Dia yang tertidur dipelukkanku melayangkan satu tangannya untuk menghapus air mataku. Dan tiba tiba ia membuka matanya

“Gwaenchana nuna. Uljima (Jangan menangis) aku tidak apa apa” lirihnya. Dan itu membuatku semakin ingin menangis. SeungHyunni. Aku sungguh kakak yang jahat untukmu. Iyakan? Apa menurut kalian aku kakak yang jahat untuk adik adikku?

“Eomma~ Mianhaeyo. Tapi, berikan aku waktu untuk berfikir. Maafkan aku MinHo-ya, Eomma, SeungHyunnie, aku sangat egois” ucapku lagi. Dan kurasakan MinHo memelukku dengan lembut.

“Nuna tidak egois. Nuna adalah Nunaaaku yang paling baik. SeungHyun itu pemalas. Jarang berolahraga. Pantas saja pukulannya seperti anak gadis sedang menari balet” Canda MinHo dan itu membuatku tertawa. SeungHyun kemudian menatap MinHo dengan tajam (Bayangin kayak di Secret Garden parody. Waktu si Daesung ngebisikin tabi ^^) dan itu membuat MinHo terdiam.

Aku masuk kedalam kamar. Dan berbaring di lantai. Siapa yang harus kupilih sekarang? Keluarga atau Cinta? Aku sungguh bingung. Siapa yang harus kupilih untuk saat ini. KyuHyun atau ibuku? EunHee, kau harus memilih keluargamu. Aku tidak rela keluargaku di sebut sebut sebagai Keluarga Hina. Maafkan aku KyuHyun. Mungkin aku harus melepasmu. Meskipun aku begitu mencintaimu. Ku harap kau mengerti. Dan kemudian aku langsung membentang kasur(?) lalu tertidur.

***

 

Hari ini aku akan menemui KyuHyun dikampus. Untuk mengatakan maksud dari apa yang ia lihat kemarin. Aku tidak begitu yakin bisa mengatakannya. Mungkin aku akan menangis sebelum aku bisa mengatakannya sampai tuntas. Aku melihat KyuHyun sedang berjalan kearahku. Dengan senyum manisnya. Inilah alasannya. Mengapa aku tak yakin bisa mengatakannya.

“Sudah merasa lebih baik?” tanyanya padaku. Dan aku menyunggingkan senyumku padanya.

“Pasti karena aku menciummu terlalu lama kemarinkan? Makanya kau berubah menjadi seperti semula?”

“Dasar yadong!! Kyu-ah, ada yang ingin aku bicarakan padamu. Ini penting. Tapi kurasa, aku bisa memberitahumu saat kita pulang nanti”

“Bicara saja. Bagaimana jika kita bicarakan di kastil itu?” aku hanya mengangguk menanggapinya. Dan KyuHyun dengan segera menggangdeng tanganku. Aku membalas gandengannya dengan erat. Gandengan yang mungkin akan menjadi gandengan yang terakhir.

***

 

Kami tiba di Castle itu. Bunga bunga disini masih sama wanginya. Ah~ Ani, wanginya lebih menyengat dibanding biasanya. Membuatku merasa nyaman berada disini. Aku teringat akan hal penting yang harus kubicarakan dengan KyuHyun.

“Kyu-ah” Ucapku. Dan diapun menoleh

“Ne?”

“Sebaiknya… Sebaiknya…” Benar bukan yang kukatakan? Aku tidak yakin aku bisa mengatakannya. Aigoo~ Bagaimana ini? Kau harus bisa Choi Eun Hee. Kau harus bisa!

“Sebaiknya apa? Kita menikah?”

“Bukan… Sebaiknya… Hubungan ini kita akhiri”

EunHee POV OFF

KyuHyun POV

 

 

“Bukan… Sebaiknya… Hubungan ini kita akhiri” aku terkejut mendengarnya. Mengapa dia ingin hubungan ini di akhiri? Ini hari ke tiga kita berpacaran. Dan kau ingin mengakhirinya begitu saja?

“Mengapa?”

“Aku tidak ingin, karena aku keluargaku terus tersakiti. Dan mungkin kau harus menikah dengan minyak gorengmu itu. Bukan denganku.” Apa? Jadi sekarang dia melepasku begitu saja? Aku melihat matanya berkaca kaca ketika mengatakan itu.

“EunHee-ah. Kau ingin melepasku begitu saja?”

“Ini keputusan yang berat Kyu-ah. Ini pilihan. Aku harus memilih salah satu diantara kalian. Maafkan aku. Aku tidak tega melihat adikku tersakiti oleh bodyguard ibumu. Maaf. Jika kita memang berjodoh, maka kita pasti akan bertemu lagi.” Ucapnya. Dan kemudian ia segera pergi meninggalkan aku sendiri di kastil ini. Bagaikan di sayat oleh pedang yang tajam. Sungguh hatiku terasa sangat sakit. Selepas dengan perginya EunHee, akupun segera pulang. Sekarang sungguh rasanya aku ingin berteriak dengan kencang!!

Sesampainya aku dirumah. Aku melihat ibuku sedang duduk di depan TV bersama Ah Ra nuna. Mereka sedang berbicara berdua. Dan kemudian melihatku yang sudah pulang.

“Puas kalian? Sudah menghancurkan cintaku!!” ucapku dan kemudian aku berjalan menuju kamar.lalu…

PRANG!!!
PRANG!!!
PRANG!!!

 

 

Aku tidak tahu berapa banyak sudah PSP yang kuhempas kelantai. Karena aku terlalu sedih. Dan bahagialah dua iblis hitam dibawah sana. Aku mengacak acak rambutku dan kemudian melempar semua bukuku kesembarang tempat. Tega teganya mereka melakukan ini padaku! Mereka benar benar keterlaluan!!

Keesokkan harinya aku berjalan kekampus. Ingatlah Cho Kyu Hyun. Status kalian sekarang bukan lagi sepasang kekasih! Ingat itu! Aku melihat EunHee sedang berjalan bersama Ha Ra kedalam. Dan aku memilih duduk ditempat kemarin. Saat EunHee melihatku duduk disamping tempat duduknya, sejenak ia terdiam. Dan kemudian duduk. Suasana sangat berbeda. Lebih banyak hening. Padahal jika biasanya Ia duduk disampingnya, aku menggenggam tangannya dan kemudian bercanda. Ia benar benar terluka. Ini semua karena ibuku. Ia begitu jahat. Sabtu besok adalah hari wisuda kami. Apakah ia akan tetap seperti ini?

-Saturday-

 

 

Hari ini aku sudah berpakaian sangat rapi. Hari ini adalah hari terakhir aku menjadi Mahasiswa di KyungHee. Aku sangat bahagia. Namun disisi lain aku juga merasa sangat sangat merindukan EunHee. Beberapa hari sudah terlewat semenjak kandasnya hubungan kami. Aku tiba di kampus. Banyak teman temanku yang berpakaian sama denganku sudah membawa Yeoja Chingunya masing masing. Termasuk Ryeowook Hyung yang bersama Ha Ra. Tapi.. Dimana EunHee? Mengapa aku tidak melihatnya? Ah Akhirnya aku menangkap wajah gadis itu. Ia bersama Ibu dan Adiknya yang kemarin terluka. Adiknya itu seumur dengan Ryeowook Hyung. Aku berjalan hendak menyapanya. Namun tiba tiba…

“Oppa!!!” ucap sebuah suara mengagetkanku. Aish! Minyak goreng itu lagi!!

“YaK!! Mengapa kau ada disini!!”

“Aku harus hadir dalam hari wisuda calon suamiku. Bukan begitu eomma?” tanyanya pada Eommaku. Cih, benar benar minyak goreng ini. Sekarang aku harus menuruti saran kedua dari SungMin hyung. Yakni dengan mengikuti perkataan Eommaku. Gadis ini terus menggeliat dilenganku. Ini sungguh menyebalkan! Aku melepaskan tangannya dari tanganku

“Berhenti bersikap menyebalkan!! Minyak Goreng menyebalkan” bisikku padanya. Dan ia segera melepaskan tangannya. Aku melihat EunHee sedang berbincang dengan Ha Ra.

1 Bulan Kemudian…

Sekarang aku sudah bekerja diperusahaan ayah. Aku benar benar dituntut untuk menghabiskan hampir seluruh waktuku untuk mengerjakan berkas berkas ini saja. Aku baru tahu jika adik EunHee yang bernama Choi Seung Hyun itu adalah pegawai disini. Namun ia sudah berhenti minggu lalu sehari sebelum aku menggantikan ayah. Sangat disayangkan bukan? Padahal laki laki itu adalah asset dari perusahaan kami. –Itu kata ayah- ia adalah pegawai yang pintar. Dan sangat menghargai waktu. Aku jadi merindukan EunHee. Aku tidak bisa bertemu dengannya lagi. Mungkin. Karena bulan depan adalah hari yang paling menyebalkan dalam hidupku. Kau tahu apa itu? Aku harus bertunangan dengan minyak goreng itu. Andwaee!! Itu MENYEBALKAN !!

Secara teori, Minyak Goreng + Air itu tidak akan bisa bercampur. Hah sudahlah. Daripada kufikirkan Minyak Goreng itu lebih baik aku berjalan jalan keluar. Kudengar didepan perusahaan kami ada sekolah music yang sedang mengadakan Showcase. Aku jadi ingin melihatnya.

Sesampainya aku disana, aku melihat seorang gadis sedang berdiri sembari berbicara dengan guru guru yang lain. Itukan… Itukan Ha Ra? Aku segera berjalan kearahnya dan kemudian menegurnya

“Jung Ha Ra bukan?” tanyaku dan wanita ini menoleh kearahku. Aigoo~ ia makin cantik saja

“Kau KyuHYun?” tanyanya dan aku hanya mengangguk

“Kau beda sekali dengan yang dulu. YA! Cho KyuHyun, apa yang menyebabkan dirimu datang ke sekolahku?”

“Sekolahmu?”

“Pemilik sekolah ini adala Jung Doo Bin. Ayahku. Dan sekarang diberikan padaku. Bidadarinya Ryeowook Oppa ^^ Jung Ha Ra” ucap Ha Ra dengan genit. Aku baru mengetahui jika pemilik KIRIN ART SCHOOL ini adalah Ha Ra. Daebak!

“Aku datang kemari karena kudengar ada Showcase music. Jadi aku ingin melihatnya.”

“Ah kalau begitu silakan. Mari ikut aku” Ha Ra segera membawaku menuju sebuah aula. Aula music. Ya tatanan panggungnya sudah sangat rapi dan indah. Juga banyak penonton yang hadir adalah wali murid. Aku duduk dideretan paling depan. Karena Ha Ra yang menarikku.

“Annyeonghaseyo yeorobun!! Joneun Jung Ha Ra imnida. Aku adalah pemilik dari Kirin Art School ini. Sebuah kebanggaan dalam tahun ajaran pertama ini aku dapat memberikan Showcase untuk murid didikan kelas 1. Karena dulu, saat ayahku yang memimpin. Showcase hanya diberikan untuk anak anak kelas 2 dan 3. Karena ayahku sudah pensiun jadi aku yang menggantikan dirinya. Baiklah sebagai pembukaan. Pada hari ini Showcase yang dikhususkan untuk kelas 1A. Kelas bimbingan Ms. Choi. Dan sebagai pembukaan, Ms. Choi akan menyumbangkan suaranya. Jadi beri tepuk tangan yang meriah untuk Ms. Choi” ucap Ha Ra. Dan kemudian riuh tepuk tangan mulai terdengar. Dan keluarlah sosok gadis yang mungkin masih seusia Ha Ra memasuki panggung dengan membawa gitarnya. Tunggu dulu, gadis itu. Gadis itu sangat mirip dengan EunHee!! Gadis itu duduk di sebuah kursi dan kemudian mulai memetik gitarnya.

(This Song is :BigBang – Make Love (Change : Girl to Boy)

 

 

“Forever you my boy

Naegen neo ppuningeol

 

I never Knew I’d find a love so true

This one right here, is just for you

Remember that one day

I held your hands then kissed your lips then I told you

Our love was meant to be and always will forever

Give me that happiness I get from you just being there

I Always see you when I close my eyes, you’re on my mind

So Cant you see, I need you right here with me, close by my side

This time for sure, gonna let you know, my love is straight from the heart

 

Forever you my boy forever be my world

You are the only one

The only one I’ll ever need my life is you and me

Forever you my boy Forever be my world

You are the only one

I’ll never break your heart “No”, so baby don’t let go

 

I’m Nothing without you

I’m Nothing without you

I’m Nothing without you

I’m Nothing Without you boy

 

You’re my Love”

 

 

Setelah gadis itu menyanyi, tepukan tangan meriuh. Dan ketika aku bertanya pada Ha Ra, gadis itu menjawab jika yang bernyanyi tadi adalah EunHee. Aku begitu terkejut mendengarnya. EunHee? Jadi eunhee sekarang bekerja disini? Entah mengapa kini  bahagia melanda hatiku. Aku merasa sangat senang Karena aku dapat bertemu dengannya lagi. Jujur selama ini, aku masih mencintainya. Sangat.

KyuHyun POV OFF

EunHee POV

 

Suara tepuk tangan meriuh ketika aku selesai bernyanyi. Aku sangat bahagia. Ternyata aku dapat menjadi guru yang baik untuk murid muridku. Sebenarnya, lagu itu kupersembahkan untuk seseorang yang pernah mengisi hatiku. Cho Kyu Hyun. Lagu itu untuknya. Jujur karena sampai saat ini aku masih mencintainya. Tapi mungkin sekarang dia sudah melupakan aku. Jadi aku juga harus bisa untuk melupakannya. Ya kau harus bisa Choi Eun Hee, kau harus bisa melupakan KyuHyun!! Aku duduk di meja rias menatap betapa berbedanya aku saat ini. Aku berubah semakin dewasa. Namun tetap saja, disela sela kehidupanku, aku selalu menemukan bayang bayang KyuHyun dalam otakku. Hah~ Aku melenguh panjang. Membenahi rambutku dan kemudian memasang kacamata ini. Semenjak putusnya aku dan KyuHyun, aku menjadi gadis yang selalu terpaku dengan Laptop. Kau tahu, untuk mengisi curahan hati di blog pribadiku. Dan itu menyebabkan mataku, menjadi mines 3.50 bayangkan betapa sakitnya aku.

“Songsaengnim!! Neo soriga neomu areumdapseumnida!! Nan joahaeyo (Bu Guru!! suaramu sangat indah!! Aku menyukainya)” ucap salah satu muridku. Lee Ji Eun

“Ne Gomabseumnida Ji Eunni. Aku ingin melihat penampilanmu dengan Jang Woo Young diatas panggung.”

“Baik, aku akan melakukannya!! Dan asal bu guru tahu, aku dan Woo oppa lebih bagus dari Ham Eun Jung – Ok Taec Yeon dan Bae Su Ji – Kim Soo Hyun itu :P” ucapnya. Ah dasar gadis yang satu ini. Ia selalu membuatku tertawa dengan ucapannya. Di kelasku, aku memiliki 3 pasang murid yang terkenal dengan talenta mereka. Lee Ji Eun – Jang Woo Young, Ham Eun Jung – Ok Taec Yeon, dan Bae Su Ji – Kim Soo Hyun. Dan mereka juga sangat baik.

“Yak! Ji Eun-ya, ini sudah saatnya giliranmu tampil. Bergegaslah ke Backstage.” Ucap Ha Ra

“Mwo? Ne!! Songsaengnim, doakan aku ya” bisik Ji Eun padaku dan aku hanya mengangguk padanya. Ha Ra menghampiriku. Duduk disebelahku.

“EunHee-ah”

“Ne?”

“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu”

“Nugu saram mannaseo? (Siapa yang ingin bertemu denganku?)” ucapku. Baru kali ini ada orang yang mencariku disekolah

“Erm, mungkin kau harus melihatnya sendiri. Sebentar. Aku panggilkan dia.” Ha Ra berjalan keluar, meninggalkan aku. Dan selepas dengan perginya Ha Ra, bayangan sosok manusia memancar di cermin. Manusia yang sangat aku cintai. Cho Kyu Hyun. Mwo!! Namja itu? Dari mana ia mengetahui keberadaanku? Aku memasang wajah dingin padanya. Mianhae kyu, meskipun aku masih mencintaimu, namun aku ingin kau membenciku.

“Ada apa kau kemari?” tanyaku datar. Tanpa ekspresi

“EunHee-ah” ia berjalan kearahku. Dan kemudian memelukku dari belakang (Ceritanya si EunHee lagi duduk gitu). Dan sungguh bisa kurasakan jika ia bertambah kurus.

“Yak! Lepaskan aku!!” aku menepis tangannya. Dan kemudian aku berbalik. menatapnya

“Eunhee-ah. Mengapa kau berubah? Kau tahu, aku sangat sangat merindukan dirimu”

“Stop membicarakan hal itu. Tuan. Berubah? Aku tidak berubah. Aku begini adanya” ucapku. Oh tuhan. Cepatlah buat pertemuan ini menjadi lebih singkat. Aku tidak ingin menangis untuk yang kesekian kalinya karena melihat namja yang kucintai berada didepanku lebih lama.

“EunHee-ah. Apa kau tidak mencintaiku lagi?”

“Tuan Cho, anda adalah laki laki yang disegani seluruh masyarakat korea. Saya tak ingin membahas soal perasaan saya di tengah jam kerja.” Suaraku mulai bergetar. Dan aku berjalan hendak meninggalkan KyuHyun. Namun ditengah langkahku, KyuHyun menarik tanganku hingga pada akhirnya aku jatuh kepelukannya.

“EunHee-ah. Jebal !! Neomu bogoshipdago. Aku mohon. Kembalilah padaku. Aku masih mencintaimu” lirihnya sembari mengelus rambut belakangku. Membuatku semakin larut dalam pelukannya. Pelukan yang selalu aku rindukan sejak pertemuan itu. Namun aku segera menepisnya. Tetapi KyuHyun mendekapku sangat erat. Seolah tak mengizinkan aku untuk melepas pelukannya. Air mata hendak turun dari pipiku. Namun aku segera menghapusnya.

“Tuan Cho…” ucapku

“Mengapa kau memanggilku seformal itu? Panggil saja aku KyuHyun. Seperti saat kita bersama”

“Aku tidak bisa melakukan itu. Meski perasaan ini masih kuperuntukkan untukmu, dan kerinduan akan dirimu membuncah dalam hatiku. Aku tetap tak bisa melakukannya. Liku liku cinta ini membuatku berusaha keras untuk melupakanmu. Maafkan aku” lirihku lagi. Dan akhirnya setetes, dua tetes, dan bertetes tetes air mata turun kepipiku. KyuHyun menatapku. Dan kemudian menghapus air mata yang mengalir dari pipiku.

“Benarkah itu? Kau mencoba untuk melupakan aku?”

“Maafkan aku tuan. Namun inilah kenyataannya. Aku tersakiti karena cinta. Tidakkah kau rasakan itu?”

“Apa kau kira hanya kau yang tersakiti? Aku tersakiti karena kau meninggalkan aku CHOI EUN HEE !! Apa kau tak sadar itu !!” Aku melihat KyuHyun dibanjiri dengan air mata. Dan kemudian ia memelukku lagi.

“Jangan tinggalkan aku lagi. Aku mohon” KyuHyun terus memelukku. Ah kumohon jangan menangis. Aku membalas pelukkannya.

“Uljima sajangnim. Uljima” ucapku.

“Apa kau akan kembali padaku?”

“Anio. Aku tidak bisa mementingkan diriku sendiri. Kumohon tuan, lupakan aku. Bencilah aku. Anggaplah aku ini musuh terbesar dalam hidupmu. Kumohon tuan.”

“Baik, Jika itu yang kau inginkan Namun aku sangat berharap kau menyesali kata katamu, karena aku masih menginginkanmu. Permisi.” KyuHyun berjalan meninggalkanku. Selepas dengan perginya ia, aku terduduk dilantai. Aku menangis. Ya, aku menangis. Tuhan, apa yang kulakukan ini salah? Apa aku salah mencoba untuk melupakannya? Apa aku salah? Aku merasakan seseorang memelukku. Ha Ra.

“EunHee-ah. Jangan sakiti dirimu. Jika kau masih mencintainya, katakan saja yang sejujurnya. Aku mengetahui hubunganmu dari KyuHyun” ucap HaRa sembari mengelus lembut punggungku

“Aku tidak bisa HaRa-ya. Jika aku lakukan itu, KyuHyun akan semakin mendekatiku dan keluargaku tidak akan bisa tenang. Aku tidak ingin keluargaku menjadi korban dari ke egoisanku sendiri.”

“EunHee-ah. Cinta memang buta. Tetapi cinta itu peka akan perasaan kalian. Cinta tidak akan pernah bisa berbohong. Dan Cinta, akan datang bersama dengan takdir yang menentukan hidupmu. Jalan hidupmu. Sebentar lagi, kau akan temukan takdirmu. Percayalah. Hm? Sekarang, hapus air matamu. Kau tidak ingin murid2 mu melihat kau menangis bukan?”

“Ne. Gomawo HaRa-ya. Kau memang sahabatku yang terbaik”

“Itulah gunanya aku.”

***

 

Beberapa hari setelah kejadian Showcase itu, kelasku menjadi kebanjiran. Maksudku, kelas ini menjadi sangat ramai. Terkadang ada beberapa musisi terkenal yang mau mengajar atau sekedar berbagi pengalaman di kelasku. Seperti, yah kau tahu? Jung YunHo TVXQ, Lee Jun Ki, yang baru menyelesaikan wajib militernya, atau bahkan Park Jin  Young. Pemilik agensi JYP Ent. Namun anehnya, hal itu hanya terjadi dikelasku. Ha Ra berkata, jika KyuHyun yang menyuruh mereka untuk mampir kekelasku. Dan sekarang, perusahaan KyuHyun akan membantu mempromosikan sekolah ini. Sampai segitunya. Ternyata ia memang benar benar ingin kembali padaku. Hingga suatu hari, Ha Ra memberiku 28 lembar undangan. Khusus untuk kelasku, aku dan Ha Ra. Undangan apa ini? Saat aku membukanya, aku begitu terkejut. Undangan pertunangan? Antara KyuHyun dan Jung Ji Hye? Minggu depan? Hatiku sesak dibuatnya. Rasanya aku ingin menangis. Dan tak terima karena KyuHyun benar. Aku menyesali kata kataku sendiri. Ha Ra yang mendapatiku termenung menepuk bahuku. Dan tersenyum manis

“Inilah takdirmu. Dia, bukan untukmu. Mungkin kau melakukan sesuatu yang benar EunHee. Semangat! Dunia ini tidak sempit. Ne? aku akan membantumu untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik daripada KyuHyun.”

“Gomawo Ra-ya. Mungkin kau benar. Aku harus menemukan pria lain.”

***

EunHee POV OFF
KyuHyun POV

 

 

“Apa? Minggu depan? Tapi eomma… Itu terlalu cepat!” ucapku pada Eomma. Dan eomma hanya tersenyum menanggapinya. Aish! Dasar nenek sihir itu. Aku ini bukan anak kecil. Kau tahu, seharusnya pertunangan ini bulan depan. Namun mengapa berjalan lebih cepat? Gagal sudah rencanaku. Gagal !! GAGAL TOTAL !!

“Tidak terlalu cepat. Eomma sudah menyebarkan undangannya. Termasuk pada Jung Ha Ra, dan anak anak di kelas 1A yang hebat hebat itu” Aku terkejut mendengarnya, jadi eomma juga memberikan undangan itu pada kelas EunHee? Dan otomatis, EunHee akan menghadiri pertunanganku? Haiss!! Ini sungguh menyebalkan! Aku tidak ingin melihatnya menangis karena melihatku bersama gadis lain. Bagaimana ini !!

“Kau tahu Kyu-ah, guru yang membina kelas 1A itu sangat cantik. Mereka memanggilnya dengan Ms.Choi. Kudengar jika wanita itu lulusan KyungHee. Dan ia lebih cantik dari gadis itu bukan? Suaranya juga sangat merdu. Hmh. Eomma sepertinya akan menyesal karena menjodohkanmu dengan Ji Hye. Hahaha” aku mengernyitkan dahi. Eomma tidak tahu jika kelas 1A itu adalah kelas EunHee? Ya bisa kuakui, EunHee memang berubah semakin cantik saat ini. Yang membuatnya berubah adalah kacamata, postur tubuh, dan wajahnya. Ia berubah semakin cantik.

“Ish! Eomma!! Sudahlah, jangan bicarakan soal wanita. Memikirkan minyak goreng itu saja sudah membuat kepalaku berkedut -.-”

“Hey! Kau tak boleh memanggilnya dengan ucapan seperti itu lagi. Kau harus memanggilnya dengan nama ‘Ji Hye’ atau mungkin Yeobo”

“Mwo? Yeobo? Eomma!! Aku ini bertunangan dengannya karena PAKSAAN, bukan karena cinta. Aku tak sudi memanggilnya Yeobo atau apalah itu”

“Ya sudah. Panggil dia Ji Hye saja. Baiklah kalau begitu, eomma pulang dulu. Em tapi sebelum itu Kyu-ah, katakan pada Ms. Choi itu , jika aku menginginkannya untuk menjadi pengisi acara di hari pertunangan kalian. Eotte? Siapa nama lengkap gadis itu?”

“Mollaso eomma. Katakan saja jika dia itu Ms. Choi. Aku akan berbicara dengan Ha Ra nanti.”

“Ne. annyeong Kyu-ah!!” ucapnya. Dan ia segera pergi. aarrgghhh!!! Dasar nenek sihir menyebalkan menyebalkan!!! Aku tidak mungkin mengundang EunHee. Melihatnya saja beberapa hari yang lalu sudah membuatku merasa ingin memilikinya. Bisa bisa cincin pertunangan itu bukan kupasangkan untuk Ji Hye. Melainkan untuknya =.= Aku jadi teringat akan kastil itu. Sudah sebulan lebih aku tidak mengunjunginya. Semenjak pertemuan terakhirku dengan Eunhee. Aku jadi ingin berkunjung kesana

***

Sesampainya aku di kastil itu, aku langsung memasuki kastil ini. Ada yang berubah. Semua mawar merah yang dulunya indah, layu. Dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Pantas saja kastil ini selalu sepi saat aku melewatinya.

“Apa kau anak laki laki yang sebulan lalu menyatakan cinta disini?” ucap Seorang ahjumma disampingku

“Ne ahjumma. Kalau boleh aku ketahui, mengapa bunga bunga disini layu?”

“Mereka layu bukan karena mati”

“Mwo? Maksudmu?”

“Mereka layu, Karena mereka bersedih akan kandasnya hubungan kalian disaat cinta masih bersemi diantara kalian”

“Darimana ahjumma mengetahui jika hubungan kami kandas?”

“Kastil ini, diselimuti oleh berbagai hal mistis. Anak muda. Konon saat Korea dan jepang masih dalam pertempuran, kastil ini adalah tempat dimana seorang pangeran korea jatuh cinta pada seorang putri colonial jepang. Mereka bertemu disini, menyatakan cinta disini, dan mengakhiri hubungan yang sama seperti kalian disini. Dikarenakan putri jepang tak diizinkan untuk bertemu dengan pangeran itu lagi. Putri yang biasanya sangat rajin menyirami bunga bunga disini hingga menebar wangi yang harum semerbak, semenjak kejadian itu tidak pernah datang kemari. Hingga akhirnya bunga ini merunduk sedih. Bunga ini bernyawa. Bunga ini adalah saksi dari cinta mereka yang tulus dan tak memandang status. Karena status peperangan itu belum hilang, akhirnya mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka disini. Hingga pada akhirnya, sang putri berusaha untuk melarikan diri dari kekangan ayahnya. Untuk bertemu sang pangeran. Begitu pula sang pangeran. Mereka bertemu didepan pintu gerbang itu *seraya menunjuk pintu gerbang* dan kemudian, tentara jepang melayangkan tembakannya untuk menembak sang pangeran. Sang putri berusaha untuk melindungi lelaki yang teramat sangat dicintainya. Dan kemudian berkata “Siapapun yang saling mengagumi dalam kastil ini, maka akan mengalami hal yang sama seperti apa yang aku dan pangeran alami. Bunga bunga ini akan merunduk sedih jika cinta mereka Kandas karena paksaan. Dan bunga bunga ini akan kembali tegak dan kembali menebarkan wangi harum semerbak, jika kedua insan itu bersatu” dan sang putripun menghembuskan nafas terakhirnya. Sang pangeran yang melihat itu, merasa frustasi. Dan hingga pada akhirnya, ia tewas karena bunuh diri. Begitulah ceritanya” aku terperangah mendengar cerita sang ahjumma. Dan kemudian menatapnya. Jadi, bunga bunga ini tidak rela jika hubunganku dan EunHee kandaas?

“Jadi maksudmu, hubungan kami harus bersatu?”

“Cinta kalian, adalah cinta seumur hidup alias Cinta yang abadi. Jadi, akan ada dua pilihan, salah satu diantara kalian akan menghilang dari muka bumi seperti sang putri atau, Cinta kalian akan bersemi kembali. Cobalah untuk membuatnya bersemi. Karena jika salah satu diantara kalian menghilang, maka Kastil ini akan terus seperti ini hingga ada generasi berikutnya yang mengalami kejadian yang sama dengan kalian.”

“Jadi maksudmu… ini adalah kejadian yang terjadi untuk kedua kalinya setelah Sang putri dan pangeran?”

“Tepat. Baiklah anak muda, kurasa hanya itu yang perlu kusampaikan padamu. Aku harus pergi” Sang Ahjumma pun pergi meninggalkan aku, parasnya begitu cantik. Sangat mirip dengan putri jepang yang ada di lukisan ini. Tunggu? Apa? Ahjumma tadi… Sangat mirip dengan putri yang ada dilukisan ini! Sungguh aku tak berbohong! Atau jangan jangan, ahjumma tadi adalah jelmaan dari Puteri Jepang ini? Aish! Andwaeyo!! Bulu kudukku sekarang berdiri dan aku merinding, aku segera berlari keluar dan melesat pulang. Jadi tadi aku bertemu dengan gwishin ? (Hantu)

Sesampainya aku dirumah, aku masih termenung akan apa yang dikatakan emm ahjumma tadi. ‘Cinta kalian, adalah cinta seumur hidup alias Cinta yang abadi. Jadi, akan ada dua pilihan, salah satu diantara kalian akan menghilang dari muka bumi seperti sang putri atau, Cinta kalian akan bersemi kembali. Cobalah untuk membuatnya bersemi. Karena jika salah satu diantara kalian menghilang, maka Kastil ini akan terus seperti ini hingga ada generasi berikutnya yang mengalami kejadian yang sama dengan kalian.’ Aku akan dihadapkan pada dua pilihan? Satu diantara kami akan menghilang atau cinta kami bersemi? Tentu saja aku tak menginginkan hal yang sama pada sang putri terjadi pada kami berdua. Aku menginginkan hubungan ini bersatu. Namun bagaimana? Aku sudah terlanjur akan dijodohkan. Tuhan beri aku petunjukmu. Jebal !!

KyuHyun POV OFF

AUTHOR POV

Seminggu kemudian, hari yang dinanti nanti Ji Hye tiba. Pertunangan mereka. KyuHyun masih gelisah karena perkataan Ahjumma (Atau lebih tepatnya hantu yang menjelma menjadi manusia) itu padanya. Ia tidak menginginkan EunHee meninggalkannya –jika seandainya itu terjadi-. EunHee tidak mengetahui hal itu. Ia terus dikerumuni oleh perasaan sesal. Menyesal karena ia tak kembali pada KyuHyun. Namun rasa Sesal itu sudah sangat terlambat. Sangat. Karena sekarang, KyuHyun akan menjadi milik orang lain.

“Ji Hye-ah, bagaimana? Cantik bukan?” Tanya ibu KyuHyun pada Ji Hye

“Neomu areumdapseumnida ahjumma (sangat indah bibi)”

“Baguslah jika kau menyukainya.oh ya, dimana cincin yang akan kau berikan untuk KyuHyun?”

“Astaga!! Ahjumma!! Aku meninggalkannya di salon!” ucap Ji Hye

“Aish kau ini.”

“Biar kusuruh appa untuk mengambilnya”

“Tidak. Tidak perlu. Biar ahjumma yang akan mengambilkannya. Tunggulah disini”

Ibu KyuHyun segera berjalan mencari taksi, dan kemudian melesat menuju salon tempat dimana ia mengajak Ji Hye untuk berdandan tadi. Ibu KyuHyun sampai di salon itu. Dan bertanya pada seorang stylish yang mendandani Ji Hye akan cincin itu. Dan akhirnya cincin itu ditemukan. Setelah itu, ibu KyuHyun berlari menyebrangi jalan. EunHee melihat ibu KyuHyun yang sedang berlari ketika lampu sedang merah. Ia hendak menghampiri pesta pertunangan itu. Namun ia merasa canggung untuk menemui Ibu KyuHyun. Lampu berubah menjadi Hijau, namun ibu KyuHyun tak menyadarinya. Hingga pada akhirnya sebuah mobil yang melaju dengan cepat hendak menabrak ibu KyuHyun

“AHJUMMA !! AWAS !!!”

EunHee berlari secepat kilat untuk menyelamatkan ibu KyuHyun. Kecelakaanpun tak dapat dihindari. Sekujur tubuh EunHee penuh luka. Dan ibu KyuHyun terdiam mengamati gadis yang menolongnya. Dengan segera ia mengeluarkan ponselnya untuk menelfon KyuHyun

 

Sementara itu…

 

 

“KyuHyun-ah, dimana ibumu?”

“Eomma bilang jika ia sedang mengambil cincin di salon ahjussi”

“Aissh!! Jung Ji Hye kau ceroboh sekali !!”

“Mianhae oppa. Kalau begitu, bisakah kita mulai? Eomma bilang jika ia sedang berada di jalan” Ji Hye berbohong. Ia begitu gugup karena melihat KyuHyun yang terlalu tampan

Acarapun dimulai. KyuHyun mulai merasakan sesuatu yang janggal dalam hatinya. Entah mengapa ia merasa gelisah. Karena melihat EunHee yang tak kunjung datang. Ia takut jika apa yang ahjumma itu katakan benar benar terjadi. Ia sangat takut. Ketika ia akan memasukkan sebuah cincin kejari manis Ji Hye, tiba tiba ponselnya berdering. Dan yah memang sedikit mengacaukan suasana. Namun KyuHyun sengaja melakukannya. Telfon dari sang ibu

“Yeoboseyo eomma?”

“…”

“Ne eomma. Waeyo? Mengapa eomma berbicara seperti itu? Apa ada masalah?” semua orang menoleh kearah KyuHyun.

“…”

“MWO !!! Baik, aku akan segera datang” KyuHyun berubah ekspresi. Apa yang ia takutkan ternyata benar benar terjadi. Ia segera berlari menuju mobilnya. Membuat Ji Hye menjadi sangat heran. Ha Ra segera mengikuti KyuHyun dari belakang. Dan kemudian mengikuti mobil KyuHyun. Air mata mulai jatuh membasahi pipinya kala mendengar dari sang ibu jika Ms. Choi kecelakaan karena menolongnya.

Seoul International Hospital

 

 

“Eomma!!” ucap KyuHyun pada ibunya yang sedang duduk dikursi dan sedang memegangi ponselnya

“KyuHyun-ah” lirih sang eomma

“Apa yang terjadi pada EunHee?”

“EunHee?”

“Ms. Choi itu, adalah Choi Eun Hee. Eomma” ibu KyuHyun terduduk. Ia tak menyangka ternyata gadis yang selama ini ia pandang rendah, yang selalu ia Hina rela menolongnya. Ibu KyuHyun menangis dalam pelukkan KyuHyun

“Mianhaeyo Kyu-ah. Mianhaeyo. Eomma begitu jahat pada kalian. Eomma begitu jahat.”

“Gwaenchana eomma. Apa yang terjadi padanya?”

“Ia, kecelakaan saat akan menolong eomma” hati KyuHyun terasa disayat. Kini ketakutan menjalar keseluruh tubuhnya. Ia takut EunHee akan mengalami nasib yang sama seperti apa yang diceritakan. Air mata membasahi pelupuk mata KyuHyun. Ia terduduk dikursi tunggu, dan  Ha Rapun menghampiri KyuHyun

“Apa yang terjadi?” ucap Ha Ra. Namun KyuHyun tidak menjawab. Ha Ra melihat keruang Rawat. Dan disitu ia langsung berfikiran jika yang berada didalam sana adalah EunHee

“Kyu, jangan katakan jika yang ada didalam sana adalah EunHee. Itu tidak benarkan?” Tanya HaRa. Namun Kyu juga tetap tidak menjawabnya. Ia begitu sedih. Air mata mengalir dipipi Ha Ra

“JAWAB KYUHYUN!!” bentak Ha Ra. Namun sama saja. Kyuhyun masih menundukkan kepalanya. HaRapun terduduk disamping KyuHyun dan ia memberitahu ibu EunHee. Sesaat kemudian, dokter keluar dari ruang Rawat tersebut.

“Dokter bagaimana keadaannya?”

“Cobalah untuk tegar.” Ucap sang Dokter. Dan akhirnya jantung KyuHyun serasa berhenti berdetak. Ia tak menyangka apa yang ditakutkannya benar benar terjadi.

“Apa maksud anda dokter!!”

“Pasien yang bernama Choi Eun Hee, mengalami gejala mati otak karena benturan keras yang membentur kepalanya. Ini mungkin akan menyebabkan kematian. Karena angka harapan hidup pasien berada dibawah rata rata”

“Eunhee pasti bisa diselamatkan. Selamatkan dia dokter! Aku akan membayarnya, berapapun biaya pengobatannya dokter. Kumohon selamatkan EunHee. Kumohon” ucap KyuHyun sembari memegang pergelangan kaki sang dokter. Dengan air mata yang terus mengalir

“Bangunlah. Saat ini, bukan uang yang menjadi penentunya. Pasien mungkin akan terselamatkan. Tapi kemungkinannya sangat kecil. Berdoalah kepada tuhan agar keajaiban terjadi. Aku permisi” sang dokter pun meninggalkan KyuHyun. Dan kemudian ia masuk kedalam ruangan EunHee. Ia melihat EunHee sedang tertidur pulas. Seperti tanpa beban. Dan sesaat kemudian, Ibu EunHee, SeungHyun dan MinHo berjalan masuk kedalam ruangan tersebut. Air mata tak dapat ditahan ibu EunHee mendapati anaknya dalam keadaan koma. SeungHyunpun demikian. Ia mengepalkan tangannya dan kemudian meninju KyuHyun dengan sangat kasar hingga KyuHyun tersungkur untuk yang kedua kalinya. MinHo berusaha menarik SeungHyun agar tidak terjadi keributan

“Puas kau telah membuat nunaku menderita!! PUAS!!! Kau tidak tahu, betapa sedihnya nunaku karena ulahmu!!! Dia begitu sakit!!! Apa kau tahu itu!!!” ucap SeungHyun

“Hyung, sudahlah, ini rumah sakit”

“Aku tidak peduli !! Setelah melihat nunaku yang terbaring lemah seperti itu, kau masih ingin mengatai keluarga kami HINA!!!”

“SeungHyun-ah. Maafkan kesalahanku. Maafkan aku” ucap ibu KyuHyun

“Dengar, jika sampai terjadi apa apa pada Nunaku, maka HABISLAH kau Cho Kyu Hyun!! Tamat Riwayatmu!!! Kau dengar aku!!!” MinHo terus menarik SeungHyun hingga keluar dari Ruangan EunHee. KyuHyun bangkit. Dan ia berjalan duduk disamping EunHee. Menggenggam pergelangan tangan EunHee

“Bangunlah EunHee. Ini aku, KyuHyun… Kau dengar aku? Ini aku, orang yang mencintaimu. Cho KyuHyun. Orang yang kau kagumi. Cho KyuHyun. Orang yang kau cintai dengan setulus hatimu. Ini aku” ucap KyuHyun dengan air mata yang terus berlinang dipipinya

“Kau tahu, bunga bunga di kastil itu sekarang sedang merunduk. Karena dirimu. Kumohon bangunlah. Kumohon. Aku tidak ingin, aku tidak ingin hal yang sama terjadi padamu. Aku tidak ingin kehilanganmu EunHee. Karena hanya dirimu. Hanya dirimu wanita yang mengisi kekosongan hatiku. Bukan Ji Hye atau siapapun. Hanya dirimu” ucap KyuHyun. Ia terus berbicara pada EunHee. Namun EunHee mendengarnya, dari alam bawah sadarnya. Hingga didapati KyuHyun setetes air mata mengalir dari kedua pasang mata yang sedang menangis itu. KyuHyun menghapusnya

“Jangan menangis. Jangan. Aku tak suka melihat gadisku menangis. EunHee, aku berjanji. Aku akan terus menjagamu, sampai kau membuka mata. Karena aku ingin manusia yang pertama kali kau lihat saat kau bangun adalah aku” ucap KyuHyun

***

Sudah dua minggu, sejak kecelakaan itu. EunHee masih terbaring koma. Namun KyuHyun selalu setia berada disampingnya. Menceritakan apa yang ia alami ketika bertemu dengan ahjumma misterius itu, menceritakan suka dukanya ketika Eunhee tak disampingnya. Bercerita bagaimana perasaannya ketika berpacaran dengan EunHee. Sudah dua minggu pula, KyuHyun tidak pulang dari rumah sakit. Ia hanya minta dibawakan baju. Pertunangan antara KyuHyun dan Ji Hye dibatalkan. Dan sekarang, murid kesayangan EunHee, Ji Eun bersama WooYoung juga ikut menjaganya. Menggantikan ibu EunHee

“KyuHyun oppa. Pulanglah. Biar Songsaengnim kami yang jaga” ucap Ji Eun sembari memegang pundak KyuHyun

“Ani’ aku sudah berjanji padanya”

“Tapi nanti kau sakit Oppa. Jika kau tidak mau pulang, paling tidak istirahatlah barang satu jam saja. Aku akan menjaga Songsaengnim. Kau bisa memakan bubur yang aku bawakan. Ne?”

“Ania. Aku ingin bersamanya”

“Oppa, jika kau begini terus, Songsaengnim akan merasa sedih. Jika saat dia sadar kau sakit bagaimana? Makanlah dulu. Woo Oppa. Ambilkan bubur untuknya”

“Ania. Aku tidak mau makan”

“Yak! Kau ini Hyung!! Makanlah. Atau jika kau tidak mau makan maka aku akan menciummu” ucap WooYoung sembari memanyunkan bibirnya. Bersiap siap untuk mencium KyuHyun. Dan KyuHyun mengelak

“Baiklah baiklah!!! Aku makan!!” ucapnya dan Ji Eun hanya tertawa melihat tingkah laku pacarnya itu.

***

“Kyu oppa. Sudah malam. Kalau begitu, aku dan Woo Oppa pulang dulu ya.”

“Ne. terimakasih makanannya ya Ji Eun. Lain kali, jika aku tidak mau makan kau saja yang menciumku. Jangan namjachingumu itu -_- mungkin jika kau yang menciumku maka aku akan kuat^^”

“Ya!! Kau ini ! Jika songsaengnim sudah sadar maka kau akan kuadukan padanya. Ji Eun adalah kekasihku tau!! Awas ya, jika kau berani mencium laki laki manja ini Ji Eun!” ucap WooYoung sembari memanyunkan bibirnya. Ji Eun hanya tertawa dan kemudian mencubit hidung mancung milik WooYoung

“Baiklah. Oppa~~ kekeke~ kalau begitu KyuHyun oppa. Kami pulang dulu. Annyeong!” ucap Ji Eun

“Ne. Annyeong~” KyuHyun kembali masuk kedalam ruangan itu. Memperhatikan EunHee yang tak kunjung bangun. Ia duduk. Dan kemudian menidurkan kepalanya didekat tangan EunHee

“Aku sangat ingin melihatmu tersenyum. Meski umurmu terpaut 3 tahun lebih tua dariku. Namun aku mencintaimu EunHee. Jeongmal saranghaeyo. Hoaamh! Aku lelah sekali. Annyeong chagi” ucap KyuHyun. Dan kyuhyunpun memejamkan matanya.

***

 

Udara pagi begitu terasa dinginnya. Mengalahkan penghangat ruangan yang terpasang dalam ruangan itu. KyuHyun masih terlelap dalam tidurnya. Dan tanpa ia sadari. Tangan EunHee menggerayangi kepalanya. Matanya mulai membuka. Walau masih sedikit sedikit. Perlahan lahan ia sadar. Menoleh Kearah KyuHyun. Dan mengelus rambutnya. KyuHyun yang merasakan hal itu bangun dan terkejut melihat Eunhee yang sudah sadar.

“EunHee? Kau bangun?” Ucap kyuhyun dan EUnHee hanya membalasnya dengan anggukkan

“Karena doamu.”

“Haaaa~h!!! Aku senang sekali !! Akhirnya kau bisa sadar!!!” Ucap KyuHyun sembari memeluk EunHee dengan erat. Membuat EunHee terbatuk batuk karena ia tak bisa bernafas.

“Yak! Paboya! Uhukk… Uhuk… Hentikan! Aku tak bisa bernafas”

“Heehe. Mianhaeyo. Aku sangat bahagia^^”

“Aku juga sangat bahagia. Karena aku dipeluk olehmu tuan Cho”

“Ya! Jangan seformal itu!”

“Baiklah KyuHyunnieee~”

“Aku harus beritahu ibumu!!”

***

Seminggu telah berlalu. EunHee kini bisa memiliki KyuHyun seutuhnya. EunHee ternyata gadis yang berhati mulia. Buktinya, ia mau memaafkan segala kesalahan yang telah diperbuat Ibu KyuHyun dan Cho Ah Ra. Sekarang, EunHee dan KyuHyun sudah kembali bersatu. SeungHyun kini sudah kembali bekerja di perusahaan KyuHyun dan naik pangkat sebagai sekretaris pribadi KyuHyun. Ia juga akan menikah dengan Kwon Rin Chan dalam waktu dekat. Sementara Ha Ra? Ia mendapat kabar bahagia. Karena dirinya tengah hamil anak Ryeowook. Yah semenjak mereka lulus kuliah, mereka memutuskan untuk langsung menikah *ngebet banget?*. Jung Ji Hye sekarang tidak tahu kemana. Menurut kabar yang beredar, ia sedang dekat dengan ChangMin TVXQ. Dan Cho Ah Ra? Ia memutuskan untuk menangani perusahaan ayahnya di Amerika. Agar ia bisa melupakan SeungHyun. Ibu KyuHyun kini sudah bisa membuka hatinya untuk  menerima EunHee. Berlanjut ke MinHo. Ia sebentar lagi akan didaulat sebagai atlit Lari seKorea selatan. Hebat bukan? Semua telah kembali pada jalannya. Dan tak ada lagi liku liku. KyuHyun membawa EunHee masuk kedalam Kastil Mawar itu. Dan Kastil itu belum berubah. Masih merunduk

“Apa yang terjadi pada bunga ini?”

“Kan sudah kukatakan, bunga ini merunduk sedih karena kau meninggalkan laki laki tampan seperti aku”

“Hmh kau mulai lagi. Lalu apa yang harus aku lakukan agar mawar mawar ini kembali? Tapi… Coba lihat, hanya mawar hitam ini yang tidak berubah warna”

“Lihat! Mereka berciuman!!” ucap KyuHyun sembari menunjuk kearah sampingnya. Hingga EunHee melihat kearahnya. Dengan sigap, KyuHyun mencium bibir EunHee. Ciuman lembut yang dalam. Dan suatu hal yang aneh terjadi. Bersamaan dengan ciuman hangat nan PANAS yang mereka lakukan, seberkas sinar mengelilingi mereka dan seluruh mawar yang merunduk. Warna warna bunga mawar itu kembali seperti semula. Dan wangi yang semerbak pun muncul kembali. Selesai akan hal itu. KyuHyun menghentikan ciumannya

“Saranghae.” Ucap KyuHyun

“Nado Saranghae KyuHyunnie. Ah lihat! Bukankah disini adalah mawar hitam? Mengapa mawar ini berubah menjadi merah?”

“Karena kita sudah bersatu kembali. Dan, bagaimana jika bulan depan kita menikah?”

“Mwo? Menikah?”

“Nee… Aku sudah tidak sabar ingin memberikan cucu untuk ibuku dan ibumu hehe”

“Ho? Sudah tidak sabar ingin memberikan cucu atau sudah tidak sabar ingin melakukannya? Dasar otak yadong!! Kalau begitu kenapa tidak minggu depan saja kita menikah?”

“Jadi kau menyetujuinya?”

“Kenapa tidak? Lebih cepat Lebih baik!” ucap EunHee seraya pergi meninggalkan KyuHyun. KyuHyun masih terpaku memandang lukisan putri jepang itu. Dan ia menyunggingkan senyumnya. Dengan sekejap, Lukisan putri tersebut yang pada awalnya berekspresi datar kini juga ikut tersenyum. Membuat KyuHyun merinding

“Hii~ Aku bisa pingsan jika terus berada disini! Ya!! Choi Eun Hee!! Tunggu!!”

~END~

Akhirnyaa~ selesai juga FF saya ini ^^ membutuhkan waktu 3 jam untuk mengoreksi penulisannya. Mungkin masih dapat anda temukan kesalahannya. Namun itulah manusia, tak luput dari kesalahan 😀 dan butuh waktu sekitar 2 – 3 hari untuk menyelesaikan part 2 (Re-type) . Melelahkan memang, namun ada rasa ga enak juga kalo FF ini udah selesai. OK nantikan FF yang akan saya publish berikutnya pada tanggal 22 september. FF itu Khusus untuk Ultahnya Hyoyeon eonni dengan Main Castnya adalah HyoHyuk Couple^^ dan didukung oleh YoonHae Couple. (Jika banyak yang bertanya : Kenapa bukan HaeSica? Mianhae banget ya bagi yang HaeSica Shipper, saya hatersnya Barbie Girl itu 🙂 .) OK kalo gitu saya langsung kabur yah? Mau minta pijitin Tabi sama si EunHyuk nih. Soalnya tangan saya Hampir mau patah gara2 ngetik mulu. Dan itu semua saya lakukan untuk menyalurkan hobby saya. Sekali lagi saya ingatkan DON’T BE SILENT READERS and PLEASE COMMENT ! kalo gitu gue kabur dulu~ Annyeonghaseyo *tebar kulit duren*