Title : It’s Late (Chapter 2/END)
Main Cast :
– Choi Eun Hee
– Lee Hyuk Jae
– Jung Hye Jin
– Yoon Seong Eun
– TaeYang
– Choi Seung Hyun
– Cho Kyu Hyun
– All Big Bang’s Member
Genre : Love
Author : EunHee

Jangan pergi… Aku mohon jangan pergi… Jangan pergi…
(Karena ini part Terakhir, mungkin FF ini agak panjang. Jadi jangan pada Tepar ya readers #peace#)

***

“yak! Lepaskan aku oppa!!!” Eun Hee melepaskan pegangan tangan TaeYang ketika taeyang membawanya kedalam mobil. Mata Eun Hee memerah seperti hendak menangis.
“Eun Hee, lihat aku.” TaeYang menatap EunHee dengan seksama. Eun Hee berbalik menatap TaeYang dan sekarang jarak diantara mereka tidaklah Jauh, melainkan sangat dekat. Bahkan hidung mancung mereka hampir bersentuhan.
“Kau adik TOP hyung, ku mohon jaga imagemu sendiri. Kau adik seorang Entertainer. Jika kau ingin melakukan hal seperti tadi tidak harus didepan banyak orang. Mereka sudah mengenalmu dan Big Bang. Aku mohon padamu EunHee.” TaeYang mengatakan hal tersebut dengan lembut dan seketika itu juga air mata Eun Hee mengalir.
“Maafkan aku oppa.” Eun Hee mengusap air matanya, dan kemudian TaeYang memandang Eun Hee lekat. Ada apakah gerangan? TaeYang segera memeluk Eun Hee.
“Menangislah. Tumpahkan segalanya disini. Anggap aku Seung Hyun dan keluarkanlah semua benak dihatimu. Ne?” TaeYang mengatakan itu kepada Eun Hee dan hanya dibalas dengan anggukan . TaeYang hanya menganggap Eun Hee sebagai adiknya. Layaknya Seung Hyun

***

“Yak! Chagi kau ini kenapa! Kenapa kau mengatakan itu pada EunHee?” Tanya Hyuk Jae pada Hye Jin ketika mereka sampai di depan apartmen Hye Jin
“Aku hanya mengkritiknya. Lagipula kenapa dia marah? Tidak jelas. Seharusnya dia berterimakasih karena aku mengkritiknya, jadi dia dapat memperbaiki diri.”
“Kau merendahkannya Chagi. Kau tau dia itu anak orang terpenting di Universitas kita dan kakaknya adalah seorang Entertainer? Kau mau dirajam fans kakaknya karena kau bersikap seperti itu?”
“Aku tidak takut chagi. Anggap aku mengatakan kebenaran. Aku lelah. Aku mau masuk dulu. Terimakasih telah mengantarku pulang. Saranghae.” Ia mengecup kening Hyuk Jae dengan lembut, dan kemudian berlalu masuk kedalam apartmennya. Entah apa yang dirasakan Hyuk Jae, ketika Eun Hee direndahkan seperti itu ia merasa ikut terluka dan Hendak marah.
“Aish!!! Perasaanku tidak menentu!” gumamnya dan kemudian meninggalkan Apartment Hye Jin. Setelah bayangan mobil Hyuk Jae menghilang, Hye Jin tampak keluar lagi dari Apartmentnya dengan baju yang berbeda. Ia berdiri menunggu seseorang. Hyuk Jae akan kembali menemuinya? Bukan! Kini sebuah mobil Van berwarna putih menghampiri Hye Jin. Dan seorang laki laki tampan turun dari mobil tersebut. Ia mengenakan Tuxedo berwarna hitam. Berkacamata. Seperti orang kantoran. Laki laki itu menghampiri Hye Jin dan kemudian memeluknya mesra layak seorang kekasih
“Lama menungguku?” Tanya laki laki tersebut
“Tidak. Aku baru saja keluar.” Ucap Hye Jin tak kalah mesra
“Aku merindukanmu Hye Jin-ah. Kau makin cantik saja.”
“Aku juga merindukanmu KyuHyun-ssi. Apa yang akan kita lakukan sekarang?”
“Masuklah kemobil” Hye Jin menuruti kata kata laki laki yang bernama KyuHyun itu. Setelah masuk kedalam mobil . mereka berdua pergi meninggalkan apartment Hye Jin dan melesat entah kemana perginya.

***

“Gomawo atas tumpanganmu TaeYang oppa.” Ucap Eun Hee dengan lembut. TaeYangpun hanya membalasnya dengan anggukan. Sementara itu Seung Hyun melihat adiknya diantar oleh TaeYang langsung melincit keluar.
“TaeYang-ah?”
“O hyung. Annyeong”
“Kenapa kau bisa mengantar Eun Hee? Eun Hee-ah? Kau kenapa? Kok menangis?” Seung Hyun menyadari adiknya menyeka air mata langsung banyak bertanya *kepo* dan itu dibalas gelengan oleh Eun Hee. Ditambah lagi dengan ia melihat rambut Eun Hee yang tidak beraturan alias berantakkan. Seung Hyun langsung menaruh curiga kepada TaeYang. ‘Apa dia… meyadongi adikku!!!!’ batin Seung Hyun. Dilihatnya Eun Hee berjalan meninggalkan kakaknya dan TaeYang masuk kedalam rumah.
“Hey! Kau apakan adikku sampai seperti itu?” Tanya Seung Hyun
“Sepertinya perlu kau tanyakan sendiri pada adikmu. Hyung, kasihan dia. Kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong” TaeYang kembali masuk kedalam mobilnya dan melesat pergi. Seung Hyun segera berlari menuju kamar adiknya. Dan ia dapati adiknya sedang duduk termenung diranjang. Seung Hyun menghampiri Eun Hee.

“Hey. Gwaenchana?” Tanya Seung Hyun lembut kepada Eun Hee. Seung Hyunpun merangkul Eun Hee dengan satu tangannya (Bisa bayangin ga?)
“Oppa…” Eun Hee mulai bicara
“Ne?”
“Benarkah aku kampungan? Apakah oppa menyukai gaya pakaianku yang seperti ini?”
“Mwo? Kampungan? Tidak? Oppa sangat suka gayamu. Apa yang dilakukan TaeYang padamu? Biar Oppa pukul dia jika berani menyakitimu”
“Bukan TaeYang oppa yang menyakitiku. TaeYang oppa menolongku.”
“Mwo?”
“Aku bertengkar dengan kekasih Hyuk Jae.”
“MWO?”
“Dia bilang aku kampungan. Dia bilang aku type wanita yang tak disukai pria karena gayaku yang sudah ketinggalan jaman dihadapan Hyuk Jae. Aku sedih Oppa.” Eun Hee tiba tiba menangis lagi. Seung Hyun memeluk Eun Hee sembari mengelus kepala adiknya itu.
“Uljima (jgn menangis) Bukan kecantikan fisik yang dipandang oleh laki laki. Tapi kecantikan hati. Oppa mengerti maksudmu. Namun kau tidak seperti Eun Hee oppa yang biasanya. Kali ini kau cengeng. Hapus air matamu itu. Oppa tidak suka melihatnya.”
“Hajiman.. Nan bulreobda!!!! (Tapi.. Aku iri!!!!)”
“Jangan iri. Setiap manusia memiliki cirri khas tersendiri Eun Hee-ah. Mungkin memang kau ditakdirkan seperti ini. Justru ini yang membuatmu terlihat Unik” Seung Hyun menghapus air mata dipipi adiknya. Dan kemudian menyimpulkan senyum. Eun Hee tampak tersenyum juga dan akhirnya memeluk kakaknya itu lagi. Tuhan, kau berikan aku seorang kakak yang baik. Gumam Eun Hee.

***

Eun Hee melangkahkan kakinya turun dari mobil ferarrinya. Semua yang memandang cukup berdecak kagum karena selama ini Eun Hee hanya diantar atau paling tidak naik bus. Tapi kali ini gadis itu benar benar berbeda. Ia mengendarai mobilnya seorang diri dan itu membuat Seong Eun juga ikut berdecak kagum. Menurut semua yang memandang, selama ini mereka memuji mobil milik hyuk jae yang yah bisa dibilang juga sangat bagus. Namun saat ini mereka akan berfikir jika mobil Eun Hee lebih BAGUS daripada milik Hyuk Jae.

“Eun Hee-ah, kau bisa menyetir?” Tanya Seong Eun
“Tentu saja aku bisa memangnya kau kira selama ini aku tidak bisa?”
“Waw”
“Hari ini aku akan mulai mengikuti gadis kurang ajar itu. Makanya aku bawa mobil sendiri.”
“Ah begitu rupanya. Kudengar kemarin kau dan Hye Jin bertengkar? Siapa yang menang?”
“Tidak ada. TaeYang oppa memisahkan kami”
“Mwo? TaeYang?”
“Iya. Huh sudahlah ayo masuk”
“Tidak menunggu Hyuk Jae?”
“Aku sedang tidak ingin memandangnya. Dia pasti bersama wanita itu lagi”
“Ah~ kalau begitu Kajja.” Eun Hee dan Seong Eun berjalan bersama menuju kelas mereka.
“Eun Hee-ah!! Chamkkaman!!” teriakan Hyuk Jae terdengar dan itu membuat Eun Hee menghentikan langkahnya. Karena ia merasa tidak ingin bertemu dengan Hyuk Jae. Tanpa memperhaatikan panggilan Hyuk Jae. Mereka langsung lanjut berjalan. Dan benar saja Eun Hee memang marah dengan kejadian kemarin. Namun tetap saja ia tak bisa membenci Hyuk Jae. Justru ia malah semakin memikirkan Hyuk Jae. Eun Hee semakin tidak bisa menghilangkan ‘CINTA’ untuk laki laki itu. Eun Hee mengacak acak rambutnya Saja ketika nama ‘LEE HYUK JAE’ melintas difikirannya. Ini kali kedua ia tidak menikmati pelajaran.

Seusai pelajaran. Eun Hee mulai mengajak Seong Eun kemobilnya. Merekapun mengikuti mobil Hyuk Jae. Benar yang difikirkan Eun Hee, Hyuk Jae tak memperhatikan sahabatnya yang selalu setia untuknya lagi. Pertama tama mereka mengikuti Hyuk Jae dan Hye Jin berbelanja di Myeondong #miris kenapa ga di Mall -,-# mereka memperlihatkan kemesraan mereka dan itu membuat hati Eun Hee semakin terbakar. Setelah itu mereka makan di salah satu restoran ramyun favorit Eun Hee dan Hyuk Jae. Lagi lagi Eun Hee panas karena melihat mereka suap suapan. Seong Eun sudah menyiapkan sebuah kipas untuk mengipasi Eun Hee. Karena sahabatnya ini tau jika Eun Hee sedang cemburu. Selesai makan, mereka pun berlalu pulang. Eun Hee masih tetap mengikuti mereka. Entah kenapa Eun Hee selalu ingin mencari bukti kejelekan dari seorang Jung Hye Jin. Merekapun tiba diapartment Hye Jin.

“Baru kali ini aku melihat apartment baru milik Hye Jin”
“Apartment baru? Memangnya selama ini dia tidak tinggal disini?”
“Tidak. Menurut yang kudengar dia selalu berpindah pindah dari satu apartmen ke apartment yang lain”
“Kenapa?”
“Mollayo. Diakan banyak uang.” Eun Hee melanjutkan pandangannya pada sepasang kekasih itu. Mereka masih berada didalam mobil. Sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang yah berbasa basi. Dan kemudian Hye Jin turun dari mobil setelah ia berhasil mengecup pipi Hyuk Jae lembut. Dan setelah itu Hyuk Jae juga melesatkan mobilnya pulang. Eun Heed an Seong Eun menundukkan kepala ketika mobil Hyuk Jae melintas. Takut jika Hyuk Jae melihat mereka berdua.

“Sudah, ayo kita pulang” Ajak Eun Hee namun Seong Eun mencegah tangan Eun Hee
“Chamkkaman.. kita harus pastikan jika dia tidak kemana mana”
“Jadi kita harus menunggu semalaman begitu? Bagaimana jika dia tau kalau kita memata matainya? Tentu saja dia tidak akan mau keluar”
“Dia tidak akan tahu. Sudahlah tunggu beberapa menit saja” EunHee menyerah. Ia mengikuti perkataan Seong Eun dan sudah 15 menit mereka menunggu namun Hye Jin tidak menunjukkan tanda tanda jika mereka akan keluar.
“Seong Eun-ah, ayo pulang sudah jam 7 malam. Nanti Eomma memarahiku karena aku pulang malam.”
“Ayolah, aku sudah berniat untuk membantumu jadi aku tidak akan setengah setengah. Lagipula aku akan menginap dirumahmu jadi aku yang akan mengatakannya pada ahjumma. Kau tidak perlu khawatir”
“Tapi aku lelah. Aku ingin mandi”
“Ssssttt!!! Lihat!!” Seong Eun mengarahkan telunjuknya kearah depan dan tiba tiba sebuah cahaya terang menyinari gelapnya suasana halaman depan apartmen itu. Sebuah mobil mewah berhenti didepan pintu masuk apartment. Dan tampaklah Hye Jin dengan pakaian yang super duper anggun. Eun Hee dan Seong Eun terkejut melihat penampilan Hye Jin. Dan Hye Jin memeluk mesra laki laki didepannya. Dan Seong Eun memandang lekat lekat laki laki yang bersama Hye Jin
“Cho Kyu Hyun??”
“siapa?” Tanya Eun Hee
“Cho Kyu Hyun! Pewaris tunggal Cho Corp. masa kau tidak tau??”
“Cho Corp? aku baru tahu jika ada perusahaan itu. Apa itu termasuk perusahaan baru?”
“Aissh!! Kau ini katanya pintar , Cho Corp saja kau tidak tau? Mereka itu sudah sangat terkenal.”
“Tapi ada hubungan apa mereka berdua? Bukannya Hye Jin yeojachingu Hyuk Jae??”
“Molla. Ayo ikuti dia Eun Hee. Sebelum kita kehilangan jejaknya” Eun Hee segera melajukan mobilnya untuk mengikuti Hye Jin. Ia berfikiran aneh selama berada dijalan. Segala ia pertanyakan. Baik tentang hubungan Hye Jin dengan KyuHyun atau pun dengan Hyuk Jae segalanya berkecamuk didalam hatinya. Hingga akhirnya mereka tiba disebuah restoran yang biasanya ditujukan untuk kalangan kalangan kaya, Untunglah Eun Hee membawa banyaka uang jadi ia dapat membeli makanan disana setidaknya untuk menyamar.

“Aigoo Eun Hee. Restoran ini Hebat sekali. Apalagi yang punya ini adalah seorang businessman muda bernama Lee Sung Min . dia itu tampan sekali” Seong Eun mulai berkhayal
“Sudahlah. Apa kau lupa tujuan kita kemari?”
“Mianhae. Ayo kita masuk”

Mereka keluar dari mobil dan segera menelusup masuk. Mereka duduk bersebrangan dengan Hye Jin dan Kyu. Eun hee sengaja memesan espresso dan Cappuchino untuk Seong Eun. Selama didalam restoran. Eun Hee sangat focus dengan apa yang dikatakan KyuHyun pada Hye Jin.

“Chagi… Maaf aku sudah lama membuatmu menunggu.”
“Gwaenchana Kyu. Asalkan kau datang aku rela menunggumu sampai kapanpun” Hye Jin menjawabnya dengan serius. Dan Eun Hee mengernyitkan dahinya. ‘cih dasar wanita sok romantis’ batin Eun Hee.
“Sekarang aku ingin mengenalkanmu pada orang tuaku. Apa kau bersedia?”
“Sangat bersedia demi laki laki yang kucintai. Saranghae Kyu-ah”
“Nado saranghaeyo chagi”

Punggung tangan Hye Jin dikecup dengan lembut oleh Kyu. Dan saat itu Eun Hee merasa muak. Ia segera menarikk tangan seong eun yang sedang asyik meminum Cappuchinonya namun Seong Eun mengelak. ia menghabiskan Cappuchinonya terlebih dahulu dan kemudian berlalu pergi. Ia mengerutkan wajahnya memasuki mobil dan berteriak tak jelas

“AIIISHH!!!! ARRGGG!!!!”
“Sabar Eun Hee-ah”
“Bagaimana aku bisa sabar? Ia berkencan dengan pria lain bahkan sudah hampir ketingkat serius!! Hyuk Jae pasti akan sakit hati!! Aii!! Aku sangat membenci wanita itu!!! Apa bagusnya Cho KyaHyun … SyuHyun… Myuhyun… JyuHyun…BiHyun aish siapalah itu namanya!! Sebagus2nya MyuHyun itu masih bagus Hyuk Jae!!!” ucap EunHee
“Namanya KyuHyun bukan MyuHyun ataupun bihyun -,-”
“Terserah apa namanya . Aku tetap tidak suka melihat laki laki itu. Bagaimana aku bisa meyakinkan Hyuk Jae jika wanita itu tidak benaaaar!!!! Arrrrgghh!!!!”
“Ini.” Seong Eun memberi ponselnya pada Eun Hee . dan ketika Eun Hee melihatnya. Tampaklah Kyu sedang Mencium punggung tangan Hye Jin. Dan foto satunya lagi adalah foto ketika mereka berpelukan didepan mobil tadi.
“Aku pintarkan?” Seong Eun menyunggingkan senyumnya pada Eun Hee. Eun Hee kemudian memeluk Seong Eun. Ternyata sahabatnya ini diam diam menghanyutkan. #halah thor thor, emang batu anyut xD#
“Seong Eunnieeee!!!! Gomabseumnida!!! Dangsineun nae daebak Chinguya!!!! (Seong Eunnieeee!!!! Terimakasih!!! Kau temanku yang hebat!!!!)”
“Makanya jangan sering menganggap remeh diriku.” Seong Eun tersenyum. Dan membalas pelukkan Eun Hee. “Kajja. Kita pulang. Nanti aku yang menjelaskannya pada Ahjumma kenapa kita terlambat” Sambung Seong Eun dan kemudian mereka berlalu pulang.

***

Keesokkan harinya, setelah pelajaran usai, Eun Hee dan Seong Eun sedang duduk di Café didekat kampus mereka. Mereka sengaja duduk disana karena tahu jika Hyuk Jae dan Hye Jin akan menemui Eun Hee. Mungkin untuk meminta maaf namun mungkin juga akan terjadi peperangan bagian kedua antara Eun Hee dan Hye Jin. Kita tidak tahu karena Hyuk Jae dan Hye Jin belum memunculkan batang hidung mereka. Dan tadaaaa~ it’s time! Eun Hee melihat Hyuk Jae dan Hye Jin turun dari mobil. Mereka menghampiri Eun Hee, lalu duduk dimeja Eun Hee.

“Untuk apa kau ingin bertemu denganku?” Tanya Eun Hee dingin.
“Aku ingin minta maaf atas kelakuan kekasihku” ucap Hyuk Jae dan sejenak Eun Hee berfikir. Ia menatap Hye Jin tajam dan tentu saja Hye Jin berbalik membalas tatapan itu. ‘Dasar wanita tidak punya etika. Dia yang bersalah padaku kenapa namjachingunya yang meminta maaf’ gumam Eun Hee
“Well, kukatakan aku tidak butuh maaf darimu Lee Hyuk Jae. Kau tidak bersalah. Tapi yang bersalah adalah kekasihmu. Jadi aku ingin dia yang meminta maaf. Bukan dirimu” Ucap Eun Hee terang terangan.
“Aku mohon maafkan dia.” Hyuk Jae memasang tampang melas. Itu membuat Eun Hee merasa iba. Namun tiba tiba Seong Eun menyenggol bahu Eun Hee. Hingga akhirnya Eun Hee merasa tidak iba pada laki laki ini.
“Aku tetap pada pendirianku. Aku inginkan dia yang meminta maaf. Bukan dirimu.” Eun Hee dengan lembut menolak permintaan maaf Hyuk Jae.
“Kurasa.. tidak ada lagi yang akan kau sampaikan bukan? Lee Hyuk Jae? Kalau begitu aku mau bicara pada kekasihmu.”
“Bicara apa?”
“Mana cincin yang diberikan Cho Myu Hyun untukmu?” Tanya Eun Hee dengan nada menyindir
“Cho Myu Hyun? Si.. siapa dia?” Tanya Hye Jin berbalik. ‘Kena kau’ batin Eun Hee sambil tersenyum evil
“Eun Hee, namanya Cho Kyu Hyun! Kyu bukan Myu -,-” Seong Eun mengingatkan
“A iya! KyuHyun….” Ucap Eun Hee
“aku tidak mengerti apa maksudmu. Semalam aku tak pergi kemana mana”
“Ah benarkah? Bukankah semalam punggung tanganmu dicium olehnya? Dan kau berkata kau akan rela menunggunya kapanpun asal dia datang menemuimu?” Sindir Eun hee dan itu membuat Hyuk Jae curiga pada kekasihnya, meskipun Mereka berpacaran, entah kenapa Hyuk Jae lebih mempercayai kata kata Eun Hee ketimbang kekasihnya, Hye Jinn terlihat pucat
“Apa? Benarkah itu?” sergah Hyuk Jae
“Itu tidak benar! Ketika kau menelfon aku bilang jika aku sedang dirumahkan? Chagi, aku ini kekasihmu. Masa kau lebih mempercayai kata katanya daripada kata kataku!”
“Kau bohong Eun Hee-ah, apa kau punya buktinya?”
“Mana foto itu Seong Eun?”
“Foto apa?”
“Yang diponselmu semalam”
“Aigoo!!! Ponselku tertinggal EunHee.”
“Kau keterlaluan, bagaimana mungkin kau menuduhku sembarang jika kau tak punya bukti! Kau bilang kau sahabatnya tapi kenapa kau berusaha memisahkan aku darinya! Apa motifmu melakukan ini!” Sergah Hye Jin layaknya manusia tidak bersalah.
“Eun Hee-ah. Apa yang terjadi padamu? Kau bukan seperti Eun Hee yang kukenal. Aku kecewa padamu. Apa kau masih tidak bisa memaafkan kejadian 2 hari yang lalu?” Tenggorokkan Eun Hee terasa sesak. Ia tidak kuat menahan air matanya. Seong Eun menyadari Jika Eun Hee hendak menangis. Iapun hendak menarik Eun Hee pergi tetapi Eun Hee mengunci kakinya agar tidak pergi.
“Dengarkan aku Hyuk Jae-ah” Eun Hee mengucapkannya dengan nada bergetar. Kepalanya yang sedari tadi tertunduk kini ia perlihatkan kepada Hyuk Jae dengan linangan air mata dan mata yang memerah.
“Aku melakukannya karena aku… Mencintaimu… Aku bukan Choi Eun Hee yang seperti dulu lagi. Maaf.” Air mata Eun Hee terus membasahi Pelupuk matanya. Kini ia sadar jika Oppanya berkata sesuatu yang benar dan sekarang ia sesali. Batinnya sudah terlanjur terluka. (Inget kata2 Seung Hyun di part 1) Seong Eun berusaha memeluk Eun Hee . “Aku hanya tidak ingin kau sakit hati. Maaf jika aku menyakiti hatimu. Ayo Seong Eun. Kita pergi.” Eun Hee segera melangkahkan kakinya meninggalkan Hyuk Jae. Hyuk Jae masih diam mematung mendengarkan perkataan Eun Hee. Hatinya seperti dirajam oleh besi panas yang membuatnya merasa Sesak. Perasaan tidak ingin kehilangan Eun Hee dan kecewa terhadap Eun Hee semuanya bercampur menjadi satu. Tak lupa, rasa penasaran akan mana yang benar dan salah. Ke3 hal itu sedang berkecamuk dibenak Hyuk Jae.

“Chagi” Ucap Hye Jin sembari memeluk mesra Hyuk Jae
“…” Hyuk Jae tidak menjawabnya sama sekali. Ia masih diam mematung
“CHAGI!!!” Teriak Hye Jin dan Hyuk Jae tersadar dari lamunannya.
“Nde?”
“Kau percaya pada siapa? Aku atau dia?”
“Tentu saja padamu … Memangnya kenapa?”
“Ah ani’ baguslah, ternyata kau memang mencintai aku. Ayo kita pulang” Hyuk Jae ditarik paksa Oleh Hye Jin menuju mobilnya. Ya mungkin Hye Jin tidak ingin Hyuk Jae mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

Hye Jin adalah wanita cantik yang berasal dari kalangan kaya dan terkenal memiliki banyak pacar. Ia juga dikenal sering berpindah pindah universitas. Dan Apartmen. Maklum Hye Jin adalah anak Tunggal jadi ia selalu dimanja oleh orang tuanya. Dan saat di KyungHee. Ia bertemu dengan Cho KyuHyun. Iapun jatuh cinta pada pandangan pertama pada KyuHyun, begitu pula sebaliknya. Hye Jin dan KyuHyun mulai saling menunjukkan Chemistry diantara mereka. Dan GOT IT. Hye Jin berhasil mendapatkan hati KyuHyun. Setelah beberapa lama berpacaran, KyuHyun mendapat panggilan wajib militer. Dan akhirnya memutuskan untuk ‘BREAK’ dengan Hye Jin. Itulah yang membuat Hye Jin berpindah Ke Paichai dan akhirnya memacari Hyuk Jae. Jadi akhir dari hubungan Hyuk Jae dan Hye Jin bisa kalian simpulkan sendiri. Jika ini berakhir, siapa yang terluka itu kalian simpan dalam hati (Jawabannya)

Kembali pada cerita. Sementara itu, Seong Eun sedang berusaha menenangkan Eun Hee yang terisak menangis dimobilnya. Hati Eun Hee begitu terpukul. Sakit rasanya ketika ia tahu jika Hyuk Jae tidak mempercayainya dan justru kecewa padanya. Melihat hal ini Seong Eun langsung merasa bersalah kepada EunHee

“EunHee-ah… Uljima TT.TT ini semua salahku. Aku yang bodoh! Kenapa aku tidak membawa handphoneku. Aku sungguh meminta maaf padamu EunHee.” Seong Eun memeluk EunHee
“Ani’ ini bukan salahmu Seong Eun. Ini bukan salah kita.”
“Eun Hee, jangan buat aku semakin bersalah dengan tangisanmu itu. Aku akan bicara pada Hyuk Jae besok”
“Tidak sebaiknya jangan. Biar aku sendiri yang mengatakannya. Aku butuh waktu untuk sendiri.”
“Eun Hee. Jangan menangis” Seong Eun menitihkan air matanya dipelukan Eun Hee dan kemudian mengelus punggung Eun Hee . begitu pula sebaliknya. Eun Hee melakukan hal yang sama pada Seong Eun.

***

Eun Hee tiba dirumahnya dengan mata sembap. Dilihatnya mobil anak anak BigBang terpampang dihalaman rumahnya. Mereka pasti akan mengatakan salam perpisahan untukku. 2 hari lagi mereka akan pergi. gumam Eun Hee. Dengan mata sembapnya Eun Hee berjalan masuk. Dan dilihatnya anak anak Big Bang sedang mengobrol diruang tengah.

“Yak, Eun Hee-ah. Kemari. Ayo berbincang2 dulu dengan kami” sergah DaeSung namun Eun Hee hanya menyunggingkan senyumnya
“Ani’ Gomawo. Tapi aku lelah. Aku ingin kekamar” Seung Hyun memperhatikan gelagat adiknya yang aneh sejak kemarin. Kini ia heran apalagi yang diperbuat Hyuk Jae hingga adiknya menangis seperti itu. Dengan permisi dari member2 bigbang yang lain. Seung Hyun menghampiri EunHee dan ia sudah dua kali melihat adiknya menangis.

“Eun Hee-ah” Seung Hyun duduk disebelah adiknya lagi. Dan menggenggam tangan adiknya
“Katakanlah kali ini apa yang terjadi? Oppa tidak bisa melihatmu terus menangis, Oppa perlu menghajar laki laki itu”
“Andwae Oppa.. hiks hiks.. Jebal jangan lakukan itu”
“Lalu kau kenapa Eun Hee-ah?”
“Aku akan mencoba melupakan Hyuk Jae.”
“Mwo? Kau yakin kau bisa?”
“Ne.. aku akan mencobanya. Mungkin aku akan ikut denganmu ke Eropa. Untuk menjernihkan fikiranku”
“Eun Hee-ah, jangan dipaksa”
“Ani’ ini sudah kufikirkan… Arkhhh!!!!” Eun Hee memegangi dadanya. Nafas Eun Hee terasa sesak. Ia hampir tidak bisa bernafas
“Eun Hee-ah!! Eun Hee-ah!!! Kau kenapa!!!”
“O… Obat… Obat Asmaku… Oppa” Ucap Eun Hee terbata bata dan Seung Hyun langsung menyergah laci Eun Hee dan mengambil obat asmanya. Eun Hee memiliki penyakit asma seperti Ibunya, dan semua member big bang langsung berlari menuju kamar Eun Hee.

“Hyung!! Waeyo!!!” GD terbelalak ketika melihat Eun Hee
“Asmanya kambuh.” Ucap Seung Hyun dan ia segera menidurkan adiknya
“Istirahatlah. Oppa akan menjagamu. Panggil Oppa jika kau butuh sesuatu, Ne?” ucap Seung Hyun dan Eun Hee hanya membalasnya dengan Anggukkan. Segera Seung Hyun turun kebawah dan kembali mengobrol. Sedangkan TaeYang berdiri sebentar menatap Eun Hee yang perlahan lahan memejamkan matanya untuk tidur.
“Kau seperti adikku EunHee.” Gumamnya dan kemudian ia menutup Pintu kamar EunHee lalu berjalan menuruni tangga.

***

Eun Hee berjalan mengitari taman belakang dirumahnya. Ia memandangi pohon besar yang terletak di depannya, dan mengingat kejadian masa lalu. Ketika Hyuk Jae bercanda dengannya dibawah Pohon itu, meneguk Kopi bersama, bahkan bernyanyi bersama ketika mereka melakukan Malam Api Unggun. Eun Hee menitihkan air matanya. Sembari tersenyum ketika melihat Pohon itu.

“Aku akan melupakan semua kenangan itu. Dan aku akan meninggalkanmu” Gumam Eun Hee. Dan kemudian Eun Hee melanjutkan untuk mengitari taman yang lumayan luas tersebut.
“Eun Hee-ah” terdengar sebuah suara yang memanggilnya. Suara Oppanya. Seung Hyun
“Ne Oppa?”
“Kau sudah baikan?”
“Lumayan :). Ada apa?” Tanya Eun Hee
“Kemasi barang barangmu. Esok pagi kita akan berangkat ke Dorm BigBang.”
“Untuk apa?”
“Kami akan mengucapkan salam perpisahan untuk ahjumma2 disana.”
“Ahjumma?”
“Ahjumma yang sering membersihkan dorm kami jika kami TOUR ke Luar negeri”
“Ah kalau itu kau sendiri saja. Aku akan mengucapkan selamat Tinggal Untuk Hyuk Jae besok. Tak apakan jika aku langsung kebandara?”
“Ne. up to you. Oh iya, di depan ada Seong Eun.”
“Mwo? Seong Eun?” Eun Hee segera berlari menghampiri Seong Eun. Tampaklah Seong Eun sedang duduk menunggu Eun Hee. Dan ketika ia melihat Eun Hee ia segera memeluk Eun hee
“Kudengar kemarin asmamu kambuh”
“Ne, tapi sekarang sudah agak baikan”
“Kenapa masih pakai piyama? Apa kau tidak kuliah?”
“Ani’ aku mau mengemasi barang barangku.”
“Memangnya kau mau kemana??”
“Ikut Oppa..” Jawab Seung Hyun dari meja makan
“Aigoo! Kau beruntung sekali. Aku saja ingin.”
“Oppa, bisa kita ajak dia?” Tanya Eun Hee
“Of Course”
“HAA!!! Jinjjayo Oppa!!!” ucap Seong Eun seperti tak percaya
“Neeee” ucap Seung Hyun lagi
“Yeiiy!!!! Shopping ke Eropa~ Shopping ke Eropaaaa!!!! Terimakasih Oppa!!! Terimakasih Eun Hee.” Seong Eun memeluk Seung Hyun yang sedang memakan sarapannya erat erat dan itu membuat Seung Hyun tersedak
“Uhukk…Uhukk…Uhukk…Uhukk..”
“Mian keeratan ya?”
“Iya!! Sudah kuliah sana, jangan lupa besok kita bertemu dibandara pukul 12 siang, jadi jangan terlambat atau kau ingin tertinggal” Ingat Seung Hyun
“Iya iya. Kenapa tiba tiba kau cerewet seperti ini!”
“suka suka aku, yang berbicara dan memiliki bibir kan aku wek!” Ledek seung hyun sambil bersilat lidah. Eun Hee hanya tertawa melihat kelakuan mereka berdua.
“Eun Hee ini. Berikan pada Hyuk Jae” ucap Seong Eun ketika Hendak pergi. ia memberikan sebuah amplop yang isinya Foto dan sebuah kertas yang berisikan nomor ponsel Cho Kyu Hyun.
“U.. untuk apa ini?”
“Kau bisa lakukan ini semaumu. Buktikan padanya jika kau tidak bersalah. Hari ini kelas kita kebagian melakukan penelitian Outdoor jadi aku tidak bisa menemui Hyuk Jae. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Annyeong” Seong Eun segera berlari menuju mobilnya. Dan kemudian menghilang (kekampus maksudnya) Eun Hee menatap ini semua lalu berfikir dengan keras untuk apa ini semua. Hingga akhirnya Seung Hyun membisikkan sesuatu di telinga Eun Hee

“@#$%%%!!!@8&*(!^^^&**!&@(~)”
“A~ Oppa kau pintar. Kenapa tak terpikirkan olehku ya?”
“Karena kau bodoh” Ucap Seung Hyun dan kemudian Eun Hee segera berlari menuju kamarnya dan kemudian mengambil Ponselnya. Dan lalu menekan Nomor KyuHyun
“Yeobeoseyo…. Benar ini Cho Kyu Hyun?”

***

“Mwo!!! Dimana Hye Jin sekarang?” KyuHyun segera menarik jasnya dan kemudian tetap berbicara dengan sipenelepon
“…”
“Baik, tunggu aku. Aku akan segera kesana” KyuHyun berlari menuju sebuah mobil dan kemudian melajukannya menuju kesebuah restoran. Ia mendapat kabar jika Hye Jin kecelakaan dan sekarang ia sedang jatuh pingsan di restoran tersebut. Namun ketika ia sampai, tidak terjadi apa apa disana. Semua orang bersikap biasa dan tidak sedang membicarakan kejadian seperti yang disebutkan sipenelepon tadi. Namun KyuHyun menatap seorang wanita yang baru sampai dengan taksi . ya itu Hye Jin

“Chagi!!! Kau tidak apa apakan!!” Ucap Hye Jin dan sebenarnya ia merasa kaget. Ia mendapat telfon jika KyuHyun kecelakaan dan sekarang sedang jatuh pingsan direstoran ini. Begitu sama dengan apa yang didengar KyuHyun dari sipenelepon. Tetapi keduanya sehat dan tidak terjadi apapun disekitar sini.
“Aishh!!! Siapa Orang asing yang berani melakukan ini! Menyita waktuku!” geram KyuHyun dan kemudian sebuah suara kebutan mobil sport melaju dengan kecepatan tinggi. Yang yah bisa ditebak jika itu adalah Mobil Hyuk Jae. Laki laki itu juga datang? Hye Jin terbelalak kaget ketika melihat Hyuk Jae. Segera Hyuk Jae menghampiri Hye Jin.
“Chagi!! Kau baik baik saja kan!!! Kau tidak apa apakan!!!” Ucap Hyuk Jae dan Hye Jin hanya diam
“Tadi ada yang menelfonku dan bilang jika kau kecelakaan dan jatuh pingsan direstoran Ini. Tapi.. kenapa kau baik baik saja? Dan tidak ada luka sedikitpun? Aiiisssh!!! Sudahlah yang penting kau selamat Hye Jin-ah. Aku sangat khawatir” ucap Hyuk Jae dan itu membuat KyuHyun merasa marah
“Heh! Dia itu kekasihku! Seenaknya kau panggil dia Chagi!!!” gerutu Kyu
“Mwo? Siapa kau? Jung Hye Jin ini adalah kekasihku… Hye Jin-ah, siapa dia?” Sejenak Hyuk Jae teringat kata kata Eun Hee kemarin saat di Café kemarin.

“ Bukankah semalam punggung tanganmu dicium olehnya? Dan kau berkata kau akan rela menunggunya kapanpun asal dia datang menemuimu?”
“Aku hanya tidak ingin kau sakit hati. Maaf jika aku menyakiti hatimu. Ayo Seong Eun. Kita pergi.”
“Mana cincin yang diberikan Cho Myu Hyun untukmu?”
“Eun Hee, namanya Cho Kyu Hyun! Kyu bukan Myu -,-”
“A iya! KyuHyun….”

Hyuk Jae menatap Hye Jin lekat. Dan memandang jika dijari manisnya terpasang sebuah cincin berlian yang Indah. Ternyata Eun Hee benar. Kenapa Hyuk Jae tidak mempercayainya sejak awal. Hyuk Jae tersenyum kecut dan kemudian memandang Hye Jin dengan tatapan yang mengerikan ˘—˘ dan itu membuat Hye Jin ketakutan

“Jadi…. Kau menduakan aku, Jung Hye Jin?” ucap Hyuk Jae. Dan Hye Jin tidak menjawabnya
“Jadi selama ini kau bermain dibelakangku iya!!! JAWAB JUNG HYE JIN!!!!” Ucap Hyuk Jae yang kali ini menaikkan nada bicaranya
“Kau mengadu domba aku dan sahabatku sendiri!!! Wanita macam apa kau ini!!! Apa kau tau bagaimana perasaanku Jung Hye Jin! APA KAU TAU!!!” Bentak Hyuk Jae lagi, kini KyuHyun mulai angkat bicara.
“Apa maksudmu?”
“Wanita ini… wanita ini menerima tawaranku untuk menjadi kekasihku. Cho Kyu Hyun. 4 hari yang lalu kami resmi berpacaran. Dan ternyata dia mempermainkan aku huh”
“4 hari yang lalu? Itu berarti sebelum aku pulang dari wajib militer?”
“huh Entahlah. Wanita ini membuat aku membenci sahabatku sendiri. Betapa bodohnya aku. Ditipu olehmu. Kau, wanita terBRENGSEK yang pernah kutemui Jung Hye Jin!!! Ku harap kau bahagia dengannya. Hubungan kita CUKUP sampai disini! Aku permisi!” Hyuk Jae melangkahkan kakinya menuju mobil dan kemudian melesat pergi. selepas perginya Hyuk Jae, Kyu menatap Hye Jin

“Kyu… Mianhae”
“Kenapa kau lakukan ini padaku Hye Jin-ah”
“Maafkan aku…” Hye Jin mulai menangis sementara Kyu memandangnya sama seperti Hyuk Jae memandang Hye Jin tadi
“Kemarikan tanganmu” Kyu Menggenggam tangan Hye Jin dan mengambil Cincin yang dia berikan kepada Hye Jin.
“Kyu… Mianhae… Jangan tinggalkan aku Kyu.. Jebal” Rengek Hye Jin
“Cih, hentikan air mata buayamu itu. 2 tahun kutinggal kau pergi. dan kau sudah memacari banyak pria kan!! 2 tahun aku menunggu agar aku dapat melihatmu dan kemudian melamarmu. 2 tahun aku bersabar , menumpuk rasa kerinduanku padamu. Dan sekarang kau permainkan aku? Keterlaluan. Kau Murahan Hye Jin-ah”
“Kyu… Mianhae… Jeongmal Mianhaeyo”
“Mian? Hanya ‘Mian’ yang bisa kau ucapkan? Cih,, aku tidak suka dipermainkan Hye Jin-ah. Dan untunglah topengmu telah terbuka. Aku tidak jadi melamar gadis murahan sepertimu. Dan laki laki tadi benar, kau itu BRENGSEK! Anggap kita tidak pernah bertemu, right? Cincin ini *melemparkan cincin itu kesembarang tempat* sudah bukan milikmu lagi.” Kyu Hyun berjalan meninggalkan Hye Jin.
“Cho Kyu Hyun!!!! JEBAL!!! JANGAN TINGGALKAN AKU!!! CHO KYUHYUUN~!!! CHO KYUHYUUUN!!! AKU MENCINTAIMU CHO KYUHYUN!!!!” Hye Jin berteriak sekeras mungkin dengan air mata yang mengalir dipipinya. Semua orang memperhatikan Hye Jin.

***

Sementara itu Hyuk Jae mengendarai mobilnya untuk menemui Eun Hee, dia mendapat kabar dari Seong Eun jika Eun Hee tidak kuliah karena asmanya kambuh. Hyuk Jae ternyata telah menemukan bukti Jika Eun Hee benar dan ia akhirnya sampai dirumah Eun Hee. Ketika ia sampai ia tidak melihat Eun Hee. Dan ia melihat Ahjumma Sung sedang menyapu halaman rumah.

“Annyeong Ahjumma”
“annyeong.”
“Ahjumma, apa Eun Hee ada dirumah?”
“Agassi Eun Hee sedang menemani tuan muda ke dorm BigBang tuan. Apa ada yang perlu Ahjumma sampaikan padanya?”
“Katakan jika tadi aku mencarinya. Kalau begitu aku permisi dulu ahjumma. Annyeong” Hyuk Jae segera meninggalkan rumah Eun Heed an bergegas kembali ke Rumahnya. Rasa bersalah kini menggerayangi Hyuk Jae.

Eun Hee tiba dirumahnya, iapun menghempaskan tubuhnya kesofa dan meneguk segelas Orange Juice dan dibuat Ahjumma Sung untuknya. Dan ahjumma Sung menyampaikan pesan Hyuk Jae tadi.

“Agasshi”
“Ne ahjumma?”
“Tadi, temanmu yang bernama Lee Hyuk Jae iitu kemari.”
“Mwo? Untuk apa?”
“Ahjumma tidak tahu. Yang jelas dia tadi mencari Agasshi.”
“Ah ne.” Ahjumma pergi dari hadapan Eun Heed an sejenak Eun Hee berfikir. Apakah rencananya berhasil? Ya sipenelepon yang menelpon Hyuk Jae, Hye Jin, dan Kyu Hyun adalah Eun Hee. Itulah rencana yang disampaikan Seung Hyun tadi. Eun Hee berjalan kekamarnya. Memandang kedua buah Koper besar yang sudah berisi banyak baju. Dia memandang sebuah foto yang itu adalah foto Eun Hee dan Hyuk Jae ketika mereka lulus SMA.

“Terimakasih Hyuk Jae, kau telah mengetahui jika aku benar.” Gumam Eun Heed an sebulir air mata menetes dipipinya. Eun Hee mengirimkan Hyuk Jae sebuah pesan singkat yang bunyinya :

“To : Lee Hyuk Jae

Esok pukul 11.00 temui aku didanau Ilsan. Ada yang ingin kubicarakan padamu.”

Setelah mengirimnya, Eun Hee berbaring diranjangnya. Masih pukul 07 namun Eun Hee merasa mengantuk. Hingga akhirnya ia tertidur

***

Pagi ini adalah hari terakhir Eun Hee berada di Korea. Hari terakhir Eun Hee mengingat nama ‘Lee Hyuk Jae’ dan hari terakhir Eun Hee mengenal nama ‘Paichai Daehakkyo (Perguruan Tinggi Paichai)’ ia sudah memutuskan untuk pindah kuliah keluar negri. Ia akan kuliah disebuah universitas di Eropa. Dan hari ini adalah hari dimana ia akan melepas Hyuk Jae.

Eun Hee memandang indahnya danau Ilsan yang terletak diGyeonggi tersebut. Senyum merekah di wajah Hyuk Jae ketika ia melihat Eun Hee sedang berdiri ditepi danau.

“Eun Hee-ah” Eun Hee menolehkan wajahnya kearah suara, dan ia melihat Hyuk Jae memanggilnya.
“Kau datang” ucap Eun Hee dan Hyuk Jae menghampiri Eun Hee
“Maaf aku tidak percaya padamu Eun Hee.” Hyuk Jae memeluk Eun Hee namun entah ada angin apa yang menghampiri Eun Hee, ia tiba tiba melepas pelukkan Hyuk Jae.
“Terimakasih karena kau telah tahu. Aku bahagia mendengarnya. Namun… Mungkin ini terakhir kali kau melihatku disini Hyuk Jae-ah”
“Waeyo?”
“Aku akan pindah ke Universitas di Paris.”
“Eun Hee-ah… Apa kau tidak mencintaiku lagi?”
“Memangnya kenapa? Toh kau juga tidak mencintaiku. Iyakan? Aku lelah. Aku lelah terus mengharapkanmu namun aku tidak pernah mendapatkanmu. Kini aku sadar. Kita tidaklah berjodoh Hyuk Jae-ah. Aku minta maaf karena aku sempat menyakiti Hatimu.”
“Bagaimana kalau aku berkata jika aku mencintaimu?”
“Kenapa kau baru menyadarinya?”
“Saat kau selalu ada disisiku, aku selalu menganggapmu hanya sebatas sahabat setiaku. Dan saat aku mengenal Hye Jin, aku terlena padanya dan melupakanmu. Namun jauh dilubuk hatiku aku merindukanmu. Hye Jin selalu berusaha menyita waktuku agar aku tidak bersamamu. Dan benar kata orang, ketika dekat kita tidak akan merasakan arti Cinta namun ketika jauh kita akan membutuhkan Cinta. Kini aku menyadari, siapa yang sebenarnya patut kucintai. Yaitu dirimu. Choi Eun Hee”
“Lee Hyuk Jae, aku tersanjung ketika kau mengatakannya. Namun tekadku sudah matang. Kau memang mencintaiku Untuk saat ini. Namun sekarang aku sudah lelah menunggumu. Dan disini aku katakan jika aku…. Akan melepasmu Hyuk Jae-ah. Cinta memang tidak harus memiliki bukan? Hanya dengan melihatmu bahagia aku sudah merasa bahagia. Carilah wanita lain yang lebih baik dariku. Seong Eun dan Aku akan tetap menjadi Sahabatmu. Pesawatku akan tiba sebentar lagi. Selamat tinggal Hyuk Jae-ah. Kita akan berjumpa 2 tahun lagi. Dan semoga aku melihatmu telah sukses dan bahagia. Annyeong” Eun Hee membungkukkan badannya. Melakukan penghormatan terakhir yang ia berikan untuk Hyuk Jae, ibaratkan itu adalah salam perpisahan. Air mata membasahi pipi Eun Hee ketika ia berjalan meninggalkan Hyuk Jae. Namun tiba tiba Hyuk Jae menarik tangan EUn Hee kasar dan Hyuk Jae mencium lembut bibir mungil Eun Hee. Eun Hee merasakan jika pipinya basah. Bukan air matanya, melainkan air mata Hyuk Jae. Baru kali ini Eun Hee melihat Hyuk Jae menangis. Menangis karena akan kehilangan Eun Hee.

“Aku akan sangat merindukanmu” Hyuk Jae memeluk Eun Hee.
“Aku Juga. Meskipun kukatakan aku lelah menunggu, namun aku tetap mencintaimu Lee Hyuk Jae. Aku akan mencintaimu hanya sebatas sahabatku. Sahabat terindah dihatiku. Aku sudah terlambat. Aku harus pergi” Eun Hee melangkahkan kakinya meninggalkan Hyuk Jae. Kali ini Eun Hee benar benar menghilang. Lenyap bagai ditelan bumi. Hyuk Jae masih diam mematung memandang langkah Eun Hee yang sudah mulai masuk kedalam mobilnya. Dan sekarang, ia tidak dapat melihat Eun Hee lagi. Rasa cinta, rasa sayang darinya untuk Eun Hee sekarang sedang berperang. Hyuk Jae menangis. Ia terduduk ditepi danau.

“Kau tidak boleh melupakan aku Choi Eun Hee!!!” Hyuk Jae segera berlari menuju mobilnya. Hendak mengejar Eun Hee ke bandara Incheon.

***

Eun Hee mengendarai mobilnya dengan sangat cepat. Ia menangis, sejujurnya Eun Hee tidak bisa berpisah dengan Hyuk Jae. Eun Hee sangat ingin disini bersama Hyuk Jae. Namun Eun Hee merasa dirinya hanyalah seorang sahabat bagi Hyuk Jae. Meski Hyuk Jae telah menyatakan cintanya. Entah kenapa Hati Eun Hee tidak bisa berbuat banyak.

“Arrrrkhhhh!!!!! Arrrrrrgghkkhhhh!!!!!” Eun Hee memegangi dadanya, Asmanya kembali kambuh. Eun Hee terus menahan sakit dan melanjutkan menyetir. Dada Eun Hee terasa bagai dirajam banyak jarum yang tajam setajam ujung pedang. Hingga akhirnya, sebuah mobil berkecepatan tinggi dari arah berlawanan melaju dan…..

“KYAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!”

BRAKKKK!!!!!!!!

Mobil yang dikendarai Eun Hee tertabrak mobil tersebut hingga terhempas jauh. Darah segar memancar dari Kepala Eun Hee. Kepalanya menabrak stir dan kaca Jendela. Semua gelap. Gelap.
Eun Hee tidak sadarkan diri. Namun tangannya, menggenggam sebuah foto. Foto Hyuk Jae.

***

Sementara itu, Seung Hyun dan Seong Eun serta member Big Bang yang lainnya sudah menunggu Eun Hee dibandara. Karena sebentar lagi keberangkatan menuju Paris. Seung Hyun tiba tiba merasa dadanya begitu sesak. Hingga akhirnya member BigBang yang lain menopang tubuhnya.

“Hyung! Gwaenchana?” Tanya Seung Ri dan Seung Hyun menganggukkan kepalanya .

Drrrtt… Drrrttt…

Ponsel Seung Hyun berbunyi. Ternyata Eun Hee menelfonnya.

“Yeobeoseyo Eun Hee-ah! Kau dimana! Sebentar lagi kita berangkat!”
“…..”
“Ya benar aku kakak Eun Hee. Siapa ini?”
“…..”
“MWO!!!” Seung Hyun terkejut bukan main. Tubuhnya melemas seketika. Mendengar ucapan si penelepon yang ternyata bukan Eun Hee. Semua member dan Seong Eun juga ikut terkejut.
“Hyung ada apa!!!”
“Oppa ada apa!!!” Klik. Seung Hyun mematikan ponselnya. Sebulir air mata kini jatuh dan itu membuat semua fans yang hendak melepas keberangkatan mereka ikut menitihkan air mata.
“Adikku… Adikku… Batalkan Tur ini! Adikku kecelakaan!!”
“Mwo!!”
“Eun Hee… Eun Hee!! Cepat kita kerumah sakit!” Seung Hyun segera berlari meninggalkan bandara, begitu pula yang lainnya mengikuti Seung Hyun. Ketika sampai dirumah sakit, Eun Hee ternyata berada diruang Operasi dan Seong Eun segera mengambil Ponselnya lalu memberitahu Hyuk Jae.

AUTHOR POV OFF
FLASHBACK OFF

2 Jam sudah aku menunggu didepan ruang Operasi ini. Ketika mengingat apa yang dikatakan Eun Hee aku merasa banyak melakukan kesalahan padanya. Aku membiarkan dia mencintaiku dan membiarkan dia terluka karena mencintaiku. Kenapa aku begitu bodoh! Kenapa aku tidak bisa merasakan jika dia mencintaiku! Kenapa aku begitu munafik! Kenapa ini harus terjadi! Kenapa Cinta itu kurasakan Saat Eun Hee beranjak meninggalkanku! Kenapa! Aku memandang kesekitar, tampak Seong Eun sedang menangis dipelukkan TaeYang, Seung Hyun sedang berusaha ditenangkan oleh Seung Ri dan DaeSung. Sedangkan GD sedang berusaha menelfon manager mereka karena kejadian ini. Ibu Eun Hee sedang menangis di pelukkan suaminya. Aku benar benar laki laki terbodoh didunia ini. Aku terus berdoa kepada Tuhan. Sembuhkan dia , Pulihkan dia agar aku dapat mencintainya. Aku mohon padamu Tuhan. Aku mohon. Dan dokterpun keluar dari Ruang Operasi.

“Dokter.. Bagaimana keadaannya dokter” tanyaku kepadanya
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Maaf Choi Eun Hee tidak dapat diselamatkan” DENG!!!! Jantungku seperti berhenti berdegub. Aku seperti tak percaya jika EunHee telah meninggal. Dokter itu pasti salah! Salah!
“Eun Hee… Anakku!! Eun Hee!!!” Ibu Eun Hee histeris sedangkan Seung Hyun menundukkan kepalanya. Ia juga menangis
“Kenapa ini terjadi padamu … Aku sangat menyayangimu Eun Hee… Kenapa kau tinggalkan Oppamu sendiri…” Ucap Seung Hyun. Sementara Seong Eun yang tidak percaya jika sahabatnya terbaiknya itu telah pergi kini Jatuh pingsan dipelukkan TaeYang.
“Dokter! Kau pasti salah dokter!! Eun Hee masih bisa diselamatkan!! Dokter!!!”
“Maafkan kami. Tapi kecelakaan tersebut menyebabkan seluruh fungsi otaknya berhenti dan penyakit asmanya membuat pernafasannya terhambat.”
“Dokter selamatkan Eun Hee apapun yang terjadi dokter… Selamatkan Eun Hee dokter aku mohon… Selamatkan Eun Hee… Ganti dengan otakku saja dokter asal Eun Hee selamat. Aku mohon dokter… Aku mohon selamatkan Eun Hee” Aku berlutut dihadapan dokter sambil menangis. Tangisan kehilangan sosok Choi Eun Hee. GD memelukku dan kemudian aku menangis. Ia mencoba menenangkanku
“Hyung… kami juga bersedih karena kehilangannya” ucapnya
“Kami menemukan ini di tangannya. Sepertinya ini milik anda” Ucap sang dokter sembari memberiku sepucuk foto. Fotoku? Fotoku yang sudah dipenuhi bercak darah. Maafkan aku Eun Hee.. aku tidak bisa mencintaimu layaknya kau mencintaiku.. Maafkan aku Eun Hee selama ini kau harus terluka karena telah mencintai Laki laki b0doh seperti diriku. Maafkan aku EunHee, aku membuatmu tidak bisa bernafas karena mencintaiku. Maaf… Sungguh aku minta maaf aku hanya bisa menangis dipelukkan GD. Menangis kehilangan dia. Choi Eun Hee… Sebuah tempat tidur pasien dibawa keluar dari Ruang operasi. Aku membuka selimut yang menutupi wajahnya. Kini wajah Eun Hee sudah kaku. Dia tertidur. Tertidur untuk selamanya. Wajahnya terlihat tenang dan damai. Ia tidak menangis. Ia tidak pula bersedih. Segala kedamaian mengiringi kepergiannya. Aku menitihkan air mataku didepannya. Membiarkan air mata yang hangat ini mengalir dipipinya. Kupandang sejenak dirinya. Lalu kukecup Jidatnya dengan lembut. “Saranghae” Ucapku ditelinganya dengan air mata yang tak tertahankan. Selamat Jalan Choi Eun Hee. Selamat Jalan. Aku berjanji, dikehidupan sana aku adalah milikmu. Semoga kau tenang disisi Tuhan. Choi Eun Hee.

***

Aku diam mematung dihadapannya. Air mataku telah habis. Pelupuk mataku kering. Hatiku rapuh. Kupandangi sebuah batu nisan bertuliskan namanya. Semua orang telah pulang dari upacara pemakaman ini. Eun Hee. Kau wanita yang hebat. Kau mampu membuatku merasakan cintamu meski aku terlambat untuk menyadarinya. Jangan memandangku seperti itu Choi EunHee. Aku tetap Lee Hyuk Jae , sahabatmu. Yang mencintaimu.

Semoga kau tenang disana … Choi Eun Hee…

Aku berjalan menuju mobilku. Pemakaman ini sangat jauh dari tempat parkir . Pemakaman keluarga Choi.

Brukk!!!

Seseorang menabrakku ketika aku berjalan.

“Mian!! Mianhamnida!!” Ucap wanita tersebut. Dan aku terkejut ketika melihatnya
“Eun Hee?”

END

Bagaimana Endingnya? Apakah menyedihkan? Kayaknya enggak deh. Kurang dapet feel ya? Hehe mianhae kalo kurang dapat feelnya. Perasaan setiap manusia berbeda beda. Ada yang gampang tersentuh dan ada yang tidak. Endingnya sengaja dibuat ngegantung biar imajinasi kalian bermain main xD

EUNHEE

Iklan